CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 33


__ADS_3

Setelah melewati berbagai proses adat,Putri dan Adit sibuk menyambut para tamu. Hari sudah beranjak malam begitu pula tamu semakin ramai karena hiburan sudah di mulai kembali,Anin yang duduk di atas pelaminan bersama putri saling bercanda dan berfoto-foto.


"Diego mana Nin? katanya mau datang?"


"Aku sendiri gak tahu,dari tadi aku hubungi tidak bisa"


"Tapi kamu sudah share lokasi kan?"


"Udah kok"


Saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba diesel berhenti bekerja dan seluruh lampu dan sound mati,para tamu sedikit terkejut. Namun salah satu lampu sorot menembak ke arah Anin,ia begitu terkejut dan sedikit menutupi wajahnya karena begitu silau. Seorang laki-laki datang mendekatinya dan saat lampu menyorot laki-laki di sampingnya yaitu tuan Faren yang sudah berada di hadapannya sambil bertekuk lutut di hadapan Anin.


Sontak hal itu membuat Anin sangat-sangat terkejut karena bagaimana bisa tuan Faren ada di sana sekarang.


"Tuan,apa yang anda lakukan disini"


"Anindita Maheswari,maukah kamu menjadi pendamping hidupku menemani dalam suka dan duka ku?"


ucap Tuan Faren sembari memegang kotak cincin di hadapan Anin


"Tuan,sebaiknya anda berdiri"


"Tidak,saya tidak akan berdiri selama kamu tidak menjawabnya"


"Malu tuan di lihat orang banyak"


"Biarkan mereka menjadi saksi bahwa aku benar-benar mencintai kamu"


Anin terdiam,ia tidak menyangka tuan Faren akan datang kemari dan melakukan ini semua. Rasanya tidak mungkin tetapi ada yang aneh dari semua ini


"Tuan,saya mohon berdiri lah"


"Jawab Anin,apakah kamu mau menjadi pasangan hidup saya?"


Anin terdiam sejenak,dan saat ia sudah tidak tahan karena menjadi tontonan orang banyak akhirnya ia terpaksa menjawabnya


"Tuan,bisakah anda berdiri? saya mohon sekali lagi?"


"Jawab dulu Anin"

__ADS_1


"Baiklah jika memang anda memaksa,maka saya akan menjawabnya"


"So,...??"


"Saya tidak bisa tuan,saya tidak bisa memenuhi permintaan anda"


ucap Anin yang membuat lampu kembali menyala


"Kenapa Nin? apa kamu masih belum yakin dengan niat saya?"


"Bukan karena itu tuan,saya sudah memiliki kekasih dan saya sangat mencintainya"


Tuan Faren begitu terkejut dan terduduk lemas sedangkan Anin yang tidak sanggup lagi menjadi tontonan meninggalkan panggung pelaminan berlari keluar dari acara itu.


Diego,Diana,Putri,Adit,dan para tamu yang menyaksikan itu ikut kasihan melihat tuan Faren yang di tolak oleh Anin.


Anin sendiri pergi menjauh dari pesta itu hingga tak terdengar suara soundnya,ia duduk di sebuah bangku poskamling dan menangis. Tiba-tiba sepupu Putri yang bernama Arya menghampirinya,ia kembali menyodorkan sapu tangan kepada Anin.


"Kamu kenapa selalu memberikan saya ini ketika sedang menangis?"


tanya Anin sambil terisak


"Terima kasih"


"Boleh saya duduk?"


Anin mengangguk


"Saya tidak tahu apa yang sebenarnya membuatmu sedih,tapi bagi kebanyakan perempuan hal seperti tadi adalah dambaan setiap orang. Di lamar di hadapan banyak orang apalagi laki-laki itu terlihat baik dan tampan"


"Kamu gak ngerti yang sebenarnya,bahkan meski dia memintaku menjadi istrinya berkali-kali itu hal yang mustahil"


"Kalau boleh tahu,apa yang membuatmu berkata demikian?"


"Aku ini hanya perempuan biasa,aku yatim piatu dan juga sekarang aku tidak punya banyak hal kecuali keluarga yang selalu ada untukku. Lantas apakah ada laki-laki yang bisa menerima aku yang penuh dengan kekurangan ini?"


"Jangan menganggap semua itu sebagai kekurangan,apa yang menurutmu sebuah kekurangan itu adalah sebuah kelebihan untuk orang lain"


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Aku punya rumah,aku ada beberapa uang tapi aku tidak memiliki keluarga yang harmonis. Papa dan mama ku cerai sejak aku masih duduk di bangku SMA,setelah itu mama yang menurutku adalah satu-satunya perempuan yang bisa mengerti aku justru ia menikah lagi. Dan sekarang aku hampir kehilangan respect pada semua perempuan"


"Tapi kenapa kamu begitu baik padaku jika kamu kehilangan rasa peduli dalam hatimu?"


"Karena seberapa aku tidak respect dengan perempuan aku tidak pernah tega melihat ia menangis,mungkin mama ku menikah juga karena papa ku yang mengawalinya. Dia selingkuh dengan sekretarisnya sendiri bahkan hal itu membuat mama ku sedih sekali sehingga memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya,tapi setelah mama menikah lagi hal itu membuat papa menyesali hidupnya dan memutuskan untuk berhenti bermain-main dengan perempuan"


"Ku kira memiliki orang tua yang utuh adalah kebahagiaan yang sesungguhnya,tetapi ternyata tidak semua kehidupan keluarga lengkap adalah sebuah kebahagiaan"


"Ya,kamu benar. Sekarang aku bahkan tidak tahu bagaimana lagi caranya bisa percaya kepada papa dan mama ku. Mereka yang merusak mimpi-mimpi ku ketika akan masuk kuliah,namun demi membuktikan kepada dunia jika anak broken home bisa sukses akhirnya aku terus menjalani hidupku"


"Aku yakin kamu pasti bisa melewati semua ini"


"Dan aku yakin kamu pasti juga bisa melewati semua ini"


Saat mereka mengobrol ternyata tuan Faren melihat semuanya,ia bahkan salah paham dan mengira jika laki-laki yang duduk di samping Anin adalah kekasihnya. Meski ia ingin marah dengan keadaan namun semua ini adalah salahnya,jika saja ia tidak terlambat mengatakan perasaannya yang sesungguhnya mungkin ini tidak akan terjadi. Terlebih lagi papi nya sudah merendahkan harga diri Anin,hal itu membuat niat tuan Faren surut dan mundur.


Tuan Faren pergi dan berjalan dengan lemah,ia berpapasan dengan Diana dan Diego yang ikut mencari Anin.


"Gimana Bro,kamu sudah bertemu dengan Anin"


tanya Diego


Tuan Faren hanya menggeleng


"Kita sebaiknya cari ke sana"


tunjuk Diana


"Tidak perlu,biarkan saja mungkin Anin belum bisa menerimanya setelah papi membuatnya merasa bersalah"


"Kamu yakin tidak ingin mengejarnya?"


"Aku yakin,Anin punya alasan sendiri kenapa dia tidak menerima lamaran ku"


"Low yang sabar bro, semoga suatu saat nanti kalian akan di pertemukan kembali dan saat itu gua harap Anin sudah bisa menerima low sepenuhnya"


"Ya,sebaiknya kita pulang"


Akhirnya mereka memutuskan pulang setelah berpamitan kepada keluarga Putri dan mengganti waktu yang telah tuan Faren gunakan tadi. Meksi keluarga Putri dan Putri sudah menolaknya namun tuan Faren tetap kekeh memberikan uang senilai dua puluh juta itu sebagai ucapan selamat sekaligus rasa terima kasih karena sudah di izinkan menggunakan sedikit waktu acara mereka.

__ADS_1


Putri sendiri merasa kasihan melihat tuan Faren yang begitu lemah karena penolakan Anin,ia juga merasa marah karena ternyata selama ini Anin sudah memiliki kekasih namun tidak menceritakan kepadanya. Hari itu menjadi hari paling melelahkan bagi Putri dan keluarganya setelah akhirnya acara di hentikan tepat pukul 22.00.


__ADS_2