CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 56


__ADS_3

Anin terduduk di atas tempat tidurnya dan memikirkan perkataan tuan Faren tadi,namun tiba tiba Andrew mengejutkannya


"Kamu habis dari mana sama pak Faren?"


"Mas tahu aku keluar sama tuan Faren?"


"Lah itu tadi mobilnya aku lihat di depan"


"Iya mas"


"Dari mana kamu"


"Ke cafe dekat cadas"


"Tumben,biasanya mentok di penginapan pak RT"


"Ingin cara suasana berbeda,oh ya mas aku tanya sama kamu"


"Tanya apa?"


"Tuan Faren pagi tadi ada ngomong apa gitu sama kamu?"


"Oh soal itu"


"Itu apa? nyebelin banget kalau di ajak ngobrol"


"Dia minta restu,minta izin untuk dekatin kamu. Bukan hanya dekatin kamu sih,lebih tepatnya buat menjadikan kamu istrinya"


"Hah,serius tuan Faren bilang begitu sama kamu mas?"


"Iya"


"Terus mas jawab apa?"


"Ya kalau memang niatnya ke arah situ kan tujuannya baik,aku sebagai kakak cuma bisa bilang kalau jangan sampai buat kamu kecewa lagi"


"Bukannya mas Andrew tidak suka ya sama tuan Faren?"


"Tadinya aku pikir-pikir begitu,ya tapi setelah kenal dekat ternyata dia orang yang baik. Kamu suka juga kan sama dia?"


"Menurut mas Andrew gimana?"


"Dih malah balik tanya,kalau tidak suka bilang aja. Lagi pula banyak kok gadis-gadis di kampung ini yang menginginkan ada di posisi kamu"


"Aku bingung mas"


"Bingung kenapa lagi?"


"Di satu sisi aku kira mas Andrew gak akan setuju,tapi okelah sekarang sudah clear. Dan tinggal hati aku saja yang masih meragu dengan tuan Faren"


"Ribet deh kisah cinta kamu ini,kemarin aja langsung luluh sama tuh laki-laki brengsek. Sekarang giliran ada yang benar-benar serius kamu malah menyek-menyek"


"Mas Andrew sendiri tidak pernah merasakan jatuh cinta kan,makanya mudah sekali ngomong begitu"


"Ya sebenarnya sih aku ada cewek,cuma aku meragu dia orang Jakarta sedangkan kakakmu ini siapa?"


"Cielah sama aja,aku itu takut kalau suatu saat tuan Faren menyesal karena telah memilih aku"


"Nin,mengambil keputusan untuk menikah itu adalah langkah terbesar bagi laki-laki,kalau dia sudah memantabkan pilihannya ke kamu. Maka sampai kapanpun dia akan tetap sama ke kamu,kecuali kalau memang kamu yang tidak lagi sama dan membuatnya kecewa. Maka itu beda lagi ceritanya"


"huhhhh"


Anin menghela nafas

__ADS_1


"Udah tidak usah banyak mikir,orang seperti tuan Faren itu tidak akan salah pilih. Mas yakin kamu tidak akan membuat keluarga ini malu"


"Makasih ya mas"


"Iya,kalau gitu aku mau mandi dulu"


"Iya"


Anin agak sedikit lega setelah mencurahkan isi hatinya kepada kakaknya itu,meski begitu sekarang keraguannya sedikit berkurang.


Malam ini Anin mengantarkan makanan ke penginapan pak RT,sampai di sana Anin melihat tuan Faren sedang berbincang dengan pak RT di teras rumahnya.


"Eh mbak Anin"


ucap pak RT yang membuat tuan Faren berhenti berbicara


"Malam pak"


"Iya malam mbak,mau nganter makanan buat tuan Faren ya?"


"Iya pak"


"Kamu taruh saja dalam kamar Nin"


"Baik tuan"


Anin masuk ke dalam kamar tuan Faren dan meletakkan rantang berisi makanan tersebut,setelah itu ia segera keluar dan menghampiri lagi tuan Faren yang masih ada di teras.


"Mbak Anin tidak mau mampir dulu?"


tanya bu RT


"Tidak usah bu,lagi pula sudah malam nanti siapa yang mau mengantarkan dia pulang"


"Mari bu RT,saya permisi dulu"


ucap Anin


Suasana menjadi tegang mana kala pak RT dan istrinya merasakan ada yang aneh dengan sikap tuan Faren kepada Anin.


Sesampainya di rumah Anin duduk di teras sembari menatap bintang di langit,bibinya menghampirinya bersama roti kering kesukaan keponakannya itu.


"Ndok,kok melamun. Mikirin apa?"


"Eh bulek,enggak kok"


"Kok cepat sekali,apa nak Faren tidak ada di kamarnya"


"Tuan Faren sedang di teras rumah mengobrol dengan pak RT bulek"


"Oh,lalu apa yang membuat kamu seperti memikirkan sesuatu yang berat"


"Nggak ada kok bulek"


"Kamu itu jangan bohong,bulek merawat kamu dari kecil jelas bulek paham. Saat kamu rindu ibu kamu,pasti kamu menyendiri"


"Bulek,apa salah kalau Anin meminta waktu untuk menjawab perasaan tuan Faren"


"Memangnya nak Faren sudah mengungkapkan perasaannya ke kamu?"


"Sudah berulang kali bulek,tapi Anin masih belum yakin dan takut kalau nanti akan kecewa lagi"


"Ndok,selain kamu harus memikirkan perasaan kamu sendiri. Kamu juga harus memikirkan perasaan nak Faren,apalagi seperti yang kamu bilang kalau nak Faren sudah berulang kali menyatakan perasaannya. Tentu itu tidak baik karena bisa jadi kedepannya dia putus asa sama kamu"

__ADS_1


"Mas Andrew juga bilang,kalau tadi pagi tuan Faren sempat meminta izin padanya untuk menjalin hubungan serius dengan Anin. Kalaupun Anin mau,secepatnya tuan Faren akan menemui bulek untuk meminta restu"


"Bulek selalu merestui apapun keinginan kamu,karena bulek tidak berhak melarang apapun yang akan kamu lakukan. Tapi sebaiknya kamu juga tidak lupa untuk meminta restu di nisan ibu kamu"


"Iya bulek itu pasti,hanya saja saat ini hati Anin masih belum mantab untuk memberikan jawaban"


"Saran bulek,jangan buat tuan Faren terlalu lama menunggu. Mungkin bagi kamu itu hal yang wajar,tetapi bagi laki-laki yang sudah pernah gagal dalam berumah tangga tentu ia tidak suka kepada perempuan yang takut mengambil sebuah langkah maju"


"Anin akan sholat istiqarah meminta petunjuk sebelum menjawab itu semua"


"Itu bagus,semoga sang pencipta memberikan kamu petunjuk untuk langkah kamu ke depannya"


"Terima kasih ya bulek"


"Sama-sama ndok,kalau begitu bulek masuk dulu ya"


"Iya bulek"


Bibi Anin meninggalkannya sendirian di teras,sementara Anin kembali merenung. Namun tiba-tiba anak gadis pak Kades datang menghampirinya.


"Assalamulaikum"


"Waalaikumsalam,mbak Gendhis"


"Anin,kamu apa kabar"


"Alhamdulillah saya baik mbak"


"Sudah lama kita tidak ketemu,semenjak kamu merantau"


"Iya mbak,kuliah mbak gimana?"


"Aku sudah sarjana Nin,dan sekarang bantu papa di kelurahan"


"Oh,selamat ya mbak.semoga amanah"


"Amin"


"Oh ya mbak,ada apa kok malam-malam begini kemari?"


"Ini mbak mau titip buat tuan Faren"


"Mbak kenal juga sama tuan Faren?"


"Kenal baru tadi pagi,beliau akan membantu membangun desa kita ini. Dia tampan ya Nin,aku sampai terus memikirkannya"


"Oh begitu ya mbak"


"Kamu ada nomer telfonnya? kalau ada saya mau minta Nin"


"Nggak ada mbak,lagian ponsel saya hilang waktu di Jakarta"


"Aduh Nin,kata orang-orang kamu dekat sama tuan Faren. Masak iya kamu tidak punya"


"Mbak kata siapa?"


"Kakak kamu itu,dia juga bilang kalau di Jakarta kamu bekerja sebegai sekretarisnya. Jadi mustahil kalau kamu tidak punya kontaknya"


"Serius mbak,bukannya aku tidak punya. Tetapi ponsel aku memang hilang,jadi bagaimana lagi"


"Ya sudah deh,besok aku minta aja ke papa. Kalau begitu aku permisi ya jangan lupa itu tolong berikan ke tuan Faren"


"Iya mbak"

__ADS_1


__ADS_2