
Diana,tuan Faren,dan Khloe turun menuju meja makan,kedatangan mereka di sambut hangat oleh keluarga. Mereka semua menikmati makan malam dengan damai sebelum akhirnya tuan Faren membuka suara membahas pembatalan rencana pertunangan itu.
"Jadi gimana nak Faren,kamu siap kapan?"
tanya tuan Wirya
"Maaf sebelumnya,saya dan Diana sepakat untuk tidak pernah melakukan pertunangan ini sampai kapanpun"
"Faren,apa maksud kamu??"
teriak tuan Felix
"Jangan semuanya harus berjalan sesuai dengan rencana papi,aku nggak menyangka ya orang yang selama ini ku jadikan motivasi ternyata bisa berperilaku buruk"
"Apa maksud kamu?"
"Sudah lah pi,Faren sudah tahu semuanya. Papi sengaja meminta kepada Anin untuk pergi dari kehidupanku karena papi takut rencana papi ini tidak akan berjalan dengan baik"
"Papi hanya melakukan apa yang seharusnya papi lakukan,perempuan tidak jelas asal usulnya seperti dia tidak pantas ada di kehidupan kita"
"Dengan cara meminta Anin keluar dari kantor,bahkan papi merendahkan harga dirinya dengan memberinya uang supaya dia meninggalkan Faren"
"Papi,apa benar yang Faren katakan?"
ucap nyonya Mega yang begitu terkejut mengetahui perbuatan suaminya
"Mi,kalau mami tahu dan memikirkan masa depan anak kita. Mami pasti setuju dengan apa yang papi lakukan"
"Nggak pi,itu namanya egois. Papi sudah merusak kebahagiaan dua orang yang salah satunya adalah anak papi sendiri,mami nggak tahu kenapa papi sebegitu bencinya pada Anin padahal dia sendiri sangat baik pada kita"
__ADS_1
"Mami dan Faren sama-sama sudah di buta kan oleh perempuan itu"
"Sampai kapanpun mami tidak akan pernah setuju dengan apa yang telah papi perbuat. Mami kecewa sama papi,begitu memandang rendah perempuan hingga semuanya bisa di selesaikan dengan uang"
"Jadi bagaimana ini mas Felix? apa pertunangan mereka di batalkan?"
"Ayah,Diana tidak pernah mencintai tuan Faren. Diana sudah menganggapnya seperti kakak Diana sendiri,bahkan di hati Diana ada orang lain"
"Tapi ayah akan senang jika nak Faren yang akan menjaga kamu nantinya"
"Om Wirya jangan khawatir,tanpa saya menjadi suami Diana saya akan tetap menjaganya selayaknya adik saya sendiri"
"Benar yah,bahkan kami sudah bersahabat sedari kuliah jadi mana mungkin akan timbul perasaan lebih dari sekedar sahabat?"
"Baiklah kalau memang itu keputusan kamu,ayah menghormatinya tetapi ayah hanya berpesan jika memang ada laki-laki lain yang kamu cintai ayah cuma minta segera perkenalkan pada ayah"
"Iya yah"
"Maaf tuan Felix,bukannya saya tidak setuju hanya saja saya lebih mengutamakan kebahagian putri saya satu-satunya ketimbang keegoisan saya sendiri"
"Kamu tidak tahu terima kasih,selama ini aku yang membantu mu bisa berada di posisi seperti sekarang"
"Sudahlah pi,di sini tidak ada yang sependapat dengan papi bahkan om Wirya pun lebih memikirkan kebahagiaan anaknya ketimbang keegoisan semata. Harusnya papi bisa mencontoh om WIrya bukan malah menyudutkannya seperti itu,lagi pula om Wirya bisa seperti sekarang karena kerja kerasnya sendiri bukan karena papi"
"Sekali lagi saya minta maaf tuan Felix,jika saya tidak bisa memenuhi keinginan anda"
"Tidak perlu minta maaf om Wirya,kita tidak perlu merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi keegoisan seseorang. Biarlah papi introspeksi akan apa yang selama ini gagal dalam hidupnya"
"Kalau begitu nak Faren,om pamit dulu. Om minta sama kamu untuk selalu menjaga Diana"
__ADS_1
"Iya om itu pasti,om jangan khawatirkan soal itu"
Tuan Faren mengantarkan Diana dan ayahnya ke depan,akhirnya masalah ini selesai sekarang tinggal bagaimana memikirkan cara untuk bertemu dengan Anin.
Tuan Felix merasa dirinya kalah kali ini,bukan hanya itu. Karena keegoisannya ia kehilangan rasa respect dari nyonya Mega,bahkan nyonya Mega sendiri memilih untuk berbicara dengan suaminya sementara ini.
Keesokan paginya saat tuan Faren hendak berangkat ke kantor nyonya Mega meminta ikut bersamanya
"Faren,kamu mau ke kantor"
"Iya mi"
"Mami sama Khloe ikut ya"
"Ke kantor?"
"Iya,mami sekali-kali pengen main ke sana. Sudah lama juga kan mami gak ke kantor kamu"
"Ya udah mi,tapi papi gimana?"
"Gak usah di pikirkan,biar dia sendiri di rumah merenungkan semua kesalahannya"
"Mami sama papi gak berantem kan karena masalah Faren"
"Ini sudah bukan masalah kamu saja Ren,tetapi ini sudah menyangkut harga diri mami. Mau di taruh mana muka mami nanti jika suatu saat bertemu dengan Anin,mami malu sama dia karena membiarkan suami mami merendahkan dia seperti itu"
"Mami tenang saja ya,Anin bukan tipe orang seperti itu. Cepat atau lambat aku pasti akan menemukan Anin mi"
"Kamu yang sabar ya,mami merestui kalian kok"
__ADS_1
"Makasih ya mi"
"Iya sama-sama,udah sekarang kita berangkat dari pada nanti terlambat"