CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 25


__ADS_3

Sesampainya di kantor Anin segera pergi ke ruangannya,melihat tuan Faren sudah datang ia segera memulai segala aktivitas pekerjaannya. Beberapa saat kemudian Diana masuk ke ruangan Anin,ia membawa beberapa dokumen yang harus segera di tanda tangani oleh bosnya.


"nona Anin,ini beberapa dokumen yang perlu tuan Faren tanda tangani"


"Baik nona Diana"


"Kalau begitu saya permisi"


Ketika Diana keluar dari ruangan Anin tiba-tiba tuan Faren mencegahnya


"Diana..."


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu?"


"Semalam kamu antar saya pulang?"


"Benar tuan,nona Anin menghubungi saya dan meminta tolong untuk mengantarkan tuan pulang"


"Terima kasih kalau begitu"


"Sama-sama tuan,kalau begitu saya permisi"


Tuan Faren menatap Anin yang ada di dalam ruangannya,namun siapa sangka jika tuan Felix memperhatikan putranya sedari tadi dari depan lift. Ia menyadari bahwa putranya memang benar-benar menyukai Anin


"Faren"


"Papi? ngapain papi kesini?"


"Memangnya tidak boleh papi mau lihat perusahaan anak sendiri"


"Oh,ayo masuk pi"


Tuan Felix dan Faren masuk ke dalam ruangan,mereka seperti canggung satu sama lain


"Papi mau minum apa?"


"Kopi saja"


Tuan Faren segera menghubungi Anin dan memintanya membawakan dua cangkir kopi ke ruangan bosnya itu,setelah selesai Anin segera membawakan nampan berisi kopi itu ke ruangan tuan Faren.


"Silahkan tuan kopinya"


"Terima kasih"


"Kalau begitu saya permisi"


"Oh tunggu Anin"


"Iya tuan ada apa??"


"Tolong dokumen yang untuk meeting nanti kamu siapkan ya,dan jangan lupa soft copy nya"


"Baik tuan"


Tuan Felix mengamati setiap gerak gerik keduanya,ia merasa harus mengambil sikap untuk semua ini


"Ehem bb"


"kenapa Pi? ada yang ingin papi bicarakan?"


"Perempuan itu sudah lama jadi asisten kamu?"


"Belum ada satu bulan"


"Lulusan mana dia?"


"Dia tidak kuliah,hanya saja saya suka pekerjaannya"


"Tidak berpendidikan? dan kamu pekerjakan di kantor sebesar ini?"


"Tidak kuliah bukan berarti tidak berpendidikan pi"

__ADS_1


"Tapi tetap saja dia jauh di bawah rata-rata kriteria karyawan"


"Yang terpenting skill kerjanya memadai,kalaupun harus berpendidikan jika tidak mampu mengimbangi pekerjaan untuk apa di gunakan?"


"Kamu suka sama dia


"Papi kenapa tiba-tiba tanya begitu?"


"Jangan pernah bodoh dalam memilih wanita terutama harus jelas bibit,bebet,dan bobotnya"


"Hal itu lagi yang papi bahas,apa kemarin-kemarin belum cukup papi ngajak aku berdebat masalah ini?"


"Papi cuma ingatkan kalau kamu jangan sampai salah langkah lagi,setidaknya kamu pilih perempuan seperti Diana. Smart,beautiful,trendi and not her"


"Diana itu sekretaris aku Pi,dia udah aku anggap seperti adik sendiri"


"Tidak ada hubungan darah dan sahabat antara seorang perempuan dan laki-laki"


"Lebih baik papi pulang sekarang,aku harus pergi meeting"


"Ya papi akan pulang setelah menemui Diana"


Tuan Felix keluar dari ruangan tuan Faren dan turun menuju ruangan tempat Diana berada,di sana ia bertemu dengan Anin yang sedang mengcopy dokumen.


"Om Felix"


ucap Diana terkejut


"Halo sayang"


"Om ada apa ke kantor?"


"Tadi cuma mau ngobrol sama Faren,oh ya Diana kamu kenapa gak menjabat jadi wakil kepala perusahaan saja ?"


"Oh tidak om,saya rasa itu bukan posisi saya"


"Kenapa? lagipula nanti kamu juga yang akan mengelola perusahaan ini?"


"Maksud om?"


"Perjodohan? ayah sama sekali tidak cerita ke aku soal ini"


"Mungkin nanti,tapi yang jelas papa kamu sudah setuju ya tinggal tunggu kamu dan Faren saja"


"Menurut saya ini terlalu buru-buru deh om"


"Justru lebih baik bukan? lagipula kamu dan Faren sudah kenal sejak lama dan kamu juga dekat dengan Khloe"


"Nanti deh om Diana coba obrolkan dengan tuan Faren"


"Okay,kalau gitu om pulang dulu. Kamu jaga kesehatan"


"Iya om"


Tuan Felix keluar sambil melirik Anin yang berada di seberangnya,ia seperti sengaja mengatakan semua itu di hadapannya agar Anin bisa menjaga jarak dengan tuan Faren.


"nona Anin,ini soft copy yang anda minta"


ucap Diana yang tak mendapatkan jawaban


Anin terdiam entah memikirkan apa,tatapannya kosong hingga membuat Diana bertanya-tanya ada apa dengan perempuan di hadapannya itu.


"Nona Anin....??"


panggil Diana sekali lagi


"Ha iya nona Diana?"


"Ini soft copy yang anda minta,sepertinya anda sedang banyak pikiran. Apakah ada masalah?"


"Enggak nona,saya hanya rindu kampung saja"

__ADS_1


"Oh,kapan-kapan kamu ajukan cuti supaya bisa pulang kampung"


"Saya baru beberapa hari bekerja disini nona,sangat tidak pantas kalau tiba-tiba sudah cuti begitu saja. Kalau begitu saya permisi nona,terima kasih"


"Iya sama sama nona Anin"


Anin menyerahkan dokumen itu di meja tuan Faren,saat ia hendak keluar tiba-tiba tuan Faren menahannya


"Anin"


"Iya tuan"


"Sepulang dari kantor kamu ikut saya ke acara pembukaan cabang baru resto teman saya"


"Saya tuan?"


"Iya kamu"


"Ta tapi saya...."


"Udah ikut saja"


"Baik tuan"


"Oh ya tolong kamu bawa ini ke pantry ya,dan kamu bilang ke pak Yanto suruh dia belikan saya sandwich"


"Baik tuan"


Anin membawa nampan berisi gelas bekas kopi itu ke pantry dan menyampaikan pesan atasannya,saat hendak kembali ke ruangannya ia berpapasan dengan tuan Felix.


"Pagi om"


"Kamu..."


"Iya saya Anin om"


"Bisa kita bicara sebentar?"


"Soal apa ya om?"


"Kita ke kantin saja"


"Baik om"


Setelah sampai di kantin mereka berdua duduk di salah satu bangku dan memesan minuman,sambil menunggu pesanan datang tuan Felix membuka pembicaraan.


"Kamu betah kerja disini?"


"Alhamdulillah betah om"


"Sebenarnya apa motivasi kamu kerja disini,bahkan saya dengar-dengar kamu sama sekali tidak memenuhi persyaratan sebagai calon karyawan disini"


"Saya hanya menjalankan tugas dari perusahaan saya yang lama om,sebelumnya saya hanya karyawan mutasi. Saya juga tidak tahu kalau kemampuan saya tidak memadai untuk menjadi karyawan disini"


"Apa tidak ada motivasi lain selain itu?"


"Maksud om?"


"Ya bisa jadi kamu kerja disini karena ingin mendekati pria kaya dan menjadikan mereka suami. Dengan begitu bisa memperbaiki perekonomian kamu,seperti halnya kamu yang sekarang berusaha mendekati anak saya"


"Saya sama sekali tidak memiliki niat seperti itu om,saya bekerja disini karena memang saya membutuhkan pekerjaan ini"


"Baiklah jika memang itu niat utama kamu,tapi saya sarankan selama kamu bekerja disini jangan berani-beraninya kamu mencoba menggoda putra saya. Karena sampai kapanpun kamu tidak akan pantas untuk dia,dan satu lagi Diana adalah calon istri Faren jadi saya harap kamu mengerti bagaimana seharusnya kamu bersikap"


"Baik om,saya janji saya tidak akan pernah mencoba merayu,mendekati,ataupun mencoba menggoda tuan Faren seperti yang anda ucapkan"


"Bagus,kalau begitu saya permisi"


"Baik om"


Tuan Felix pergi meninggalkan Anin yang masih duduk termenung memikirkan kata-kata yang di sampaikan oleh papi pemilik perusahaan itu. Bagaimanapun apa yang tadi tuan Felix ucapkan adalah sebuah perintah bagi Anin agar tidak mendekati tuan Faren ataupun sekedar terlalu sering terlihat bersama.

__ADS_1


__ADS_2