
"Anin"
"Tuan,ini saya buatkan sup jahe supaya badan anda cepat pulih dan beberapa makanan lainnya"
"Terima kasih Nin"
"Sama-sama tuan"
"Tapi bisakah saya minta tolong"
"Minta tolong apa tuan?"
"Tolong kamu suapi saya,tangan saya masih lemas hanya untuk memegang sendok"
"Baiklah tuan"
Anin menyuapi tuan Faren dengan nyaman,tuan Faren sendiri merasa dirinya sudah seperti laki-laki paling bahagia karena bisa di manja oleh perempuan yang ia cintai meski hanya menderita sakit demam.
"Oh ya tuan,pagi tadi ada seseorang mengirimkan mobil dan peralatan masak lainnya ke rumah. Mereka bilang semua itu atas perintah tuan,menurut saya hal itu tidak perlu karena terlalu berlebihan"
"Kamu tidak suka?"
"Bukan saya tidak suka atau menolaknya,tetapi saya rasa saya dan keluarga saya sudah begitu banyak berhutang budi pada anda. Apalagi soal tagihan rumah sakit kemarin yang habis seratus juta lebih"
"Semua itu sudah sepantasnya untuk kamu Nin,kamu seperti itu juga karena saya. Andai saja saya tidak membebaskan Tasya dan membuatnya buka mulut,mungkin Arya tidak akan senekat itu untuk mencelakai kamu"
"Itu semua juga salah saya tuan,andai saja saya tidak terlalu percaya kepadanya pasti semua itu tidak akan terjadi"
"Nin,mungkin kamu benar jika belum bisa membuka perasaan untukku. Karena mungkin aku tidak memiliki apa yang di miliki Arya dan membuatmu bisa dengan mudah membuka hati untuknya"
"Maksud tuan?"
"Ya mungkin saja saya tidak ada apa-apanya di bandungkan dia,makanya kamu meragu untuk mempercayakan hati kamu untuk saya"
"Bukan begitu tuan"
"Lalu apa?apa karena aku tidak se sholeh dia?"
"Saya masih belum siap untuk jatuh cinta lagi tuan,apa bedanya saya dengan dia jika saya mau menerima anda tetapi saya tidak memiliki perasaan sedikitpun untuk anda"
"Jadi benar jika kamu tidak ada apa-apa pada saya?"
__ADS_1
"maafkan saya tuan"
"Saya paham sekarang Nin,mungkin kamu bukan karena belum siap jatuh cinta lagi. Tapi kamu takut jika hubungan kita tidak mendapatkan restu dari kakakmu"
"Apa maksud tuan?"
"bukankah benar jika kakakmu tidak mengizinkan kamu kembali ke Jakarta,dan mungkin kakakmu juga tidak suka denganku. Dan itu adalah alasan kamu tidak mau jatuh cinta kepada saya,karena kamu tidak ingin membuatnya kecewa"
"Aku sayang sama dia tuan,seumur hidup saya dia tidak pernah membuat saya kecewa. Maka dari itu tolong jangan membuat saya memilih antara anda dan mas Andrew"
"Oke jika benar itu alasannya,aku akan meminta restunya supaya kamu mau menerima saya"
Anin tidak dapat berkata apa-apa lagi,karena pada kenyataannya tuan Faren akan tetap kekeh meminta dirinya untuk membuka hati dan memberikan kesempatan padanya.
Pagi-pagi sekali tuan Faren sudah duduk di teras rumah pak RT sembari menyeruput segelas kopi,mereka saling berbincang soal seluk beluk desa ini. Bahkan tuan Faren sudah merencanakan hal untuk bekerja sama membangun desa tersebut agar lebih maju,pak RT begitu antusias dan mengajak tuan Faren pergi ke rumah sesepuh untuk bertemu pak lurah dan pak kades. Di sana entah apa yang mereka bicarakan namun mendadak muncul berita yang membuat para warga desa begitu senang.
Anin yang datang ke penginapan pak RT tidak mendapati tuan Faren di kamarnya,bu RT bilang kalau tamu Anin sedang pergi bersama suaminya ke rumah sesepuh desa. Anin kemudian kembali pulang dan berpapasan dengan bibinya yang baru pulang dari pasar.
"Ndok,kok rantangnya di bawa pulang lagi?"
"Tuan Faren tidak ada bulek"
"Oh ya,tadi di pasar bulek dengar katanya tuan Faren mau membantu memajukan desa kita"
"Di pasar rame ndok,mereka pada membahas tuan Faren. Bahkan warga sepakat mau memberi hadiah kecil-kecilan untuknya"
"Wih keren loh Nin,ternyata pak Faren itu beneran kaya. Dia bahkan punya koneksi sama bupati dan pejabat lainnya,dia juga meminta mereka untuk membantu membangun infrastruktur di desa ini"
"Iya ndok,puskesmas,sekolah baru dan tuan Faren juga akan membantu memberikan modal kepada para pedang kecil apabila pasar kita jadi di renovasi sama pemerintah"
"Nin,memangnya kamu tidak tahu ya pak Faren itu siapa?"
"Aku hanya tahu dia atasan ku dulu mas,selebihnya aku tidak pernah bertanya-tanya"
"Aku jadi heran,kemarin dia kirim mobil dan perlatan canggih pada kita. Sekarang dia seolah-olah mau membeli desa kita"
"Apaan sih mas,kamu terlalu berlebihan"
Tiba-tiba suara ketukan pintu dan ramai-ramai terdengar di luar rumah bibi Anin,mereka bertiga keluar dan menghampiri para warga yang membawa hasil pertanian mereka.
"Ibu-ibu ini ada apa ya?"
__ADS_1
tanya bibi Anin yang panik
"Bu Dika kami mau nitip ini buat tuan Faren"
ucap salah satu ibu yang berada paling depan sambil membawa sayuran
"Iya bu Dika,apalagi kan mbak Anin dekat sama tuan Faren. Tolong ya bantu kami memberikan ini semua padanya"
"Iya kami semua mengucapkan terima kasih banyak karena beliau sudah membantu kami membangun beberapa bangunan di desa kita ini"
ucap ibu lainnya
"Alangkah baiknya kalau ibu-ibu langsung mengucapkannya kepada tuan Faren sendiri"
jawab Anin
"Aduh mbak Anin,kami ini hanya rakyat kecil. Mana mungkin kami berani bertemu dengan tuan Faren yang begitu baik"
"Memangnya kenapa bu? tuan Faren tidak pernah membeda-bedakan orang seperti itu"
"Duh mbak Anin,lagi pula kami semua tahu kalau mbak Anin ini jauh lebih dekat dengan tuan Faren. Jadi kami rasa cukup jika hanya sebuah ucapan terima kasih tanpa harus bertemu"
"Ya kalau di izinikan sih kita juga mau ya bu ibu,apalagi rumornya tuan Faren punya wajah yang begitu tampan"
ucap ibu-ibu genit
"Iya bu Indah,andai saja anak perempuanku berpendidikan tinggi,pasti aku tidak malu untuk meminta tuan Faren menikahinya"
sahut ibu genit lainnya
"Ibu-ibu terima kasih atas antusias semuanya,saya akan sampaikan ini kepada tuan Faren nanti. Sekali lagi terima kasih"
ucap Anin
Para barisan ibu-ibu silih berganti pergi setelah meletakkan barang bawaan mereka di teras rumah bibi Anin,terlihat sudah macam membuka kedai sayuran saja.
"Bulek,Anin rasa para warga terlalu berlebihan"
"Tidak ndok,mereka hanya mau mengucapkan terima kasih kepada tuan Faren. Kamu tahu sendiri kan kalau beliau begitu berjasa pada desa kita,apalagi jika nanti semua rencananya telah berhasil,pasti mereka akan lebih sangat berterima kasih dan menghormatinya. Makanya mulai sekarang kamu harus bisa jaga jarak dengan tuan Faren,bulek takutnya kalian akan menjadi omongan para warga"
"Iya bulek"
__ADS_1
Anin membawa masuk sayuran itu di bantu oleh beberapa pekerja di cateringnya,para ibu-ibu di dapur juga turut membicarkan tuan Faren dan sering menggoda Anin untuk lebih dekat lagi.