
Salah satu dari lima orang itu tertangkap oleh anak buah Uno,dan segera membawanya ke hadapan tuan Faren.
"Katakan padaku untuk siapa kamu bekerja?"
tanya tuan Faren
Laki-laki itu tetap diam dan menundukkan kepala namun Uno yang suka bermain kasar menendangnya hingga terjungkal
"Hei,bos ku bertanya untuk siapa kamu bekerja. Katakan atau aku akan menghabisi mu"
Laki-laki itu tetap diam dan hanya tertawa
"Meski kamu menghabisiku aku tidak akan mengatakannya"
jawab laki-laki tersebut
Uno yang merasa tertantang menyuruh anak buahnya membawa ia ke lantai sepuluh dan mengikatnya,sampai di atas Uno bersiap untuk melempar laki-laki itu
"Kamu tahu apa yang terjadi jika aku melepaskan kamu dari atas sini"
Laki-laki itu berkeringat dingin dan ketakutan namun tetap tidak ingin mengatakan apapun soal Anin
"Okay ini pilihanmu sendiri"
Saat Uno akan melemparnya tiba-tiba ia menangis dan memohon untuk di lepaskan
"Baiklah baiklah saya akan memberitahu pada kalian asalkan saya di lepaskan"
"Bagus sekarang katakan apapun tentang bos kamu itu"
"Tadi pagi saya menculik wanita itu dari stasiun kemudian membawanya kemari,tetapi tak selang berapa lama ada dua mobil datang dan di antara mereka adalah bos yang menyuruh kami. Dia membawa wanita itu secara paksa,meski wanita itu sempat melawan dan kabur laki-laki yang di panggil bos Aryo itu memukulnya dan pingsan. Setelah itu mereka membawa masuk wanita itu ke mobil,dari hal yang saya dengar ia akan membawa wanita itu ke Bandung"
Uno merasa senang akhirnya ia mendapatkan yang dia mau,segera setelahnya ia memberitahukan semua ini kepada tuan Faren dan yang lainnya di bawah.
"
Tuan Faren marah besar mendengar Aryo yang begitu kasar memperlakukan Anin,ia tak sabar ingin bertemu dengannya dan mencebloskan laki-laki itu ke neraka.
"Bandung....???"
ucap Putri
"Kamu tahu alamat Aryo di Bandung Put?"
__ADS_1
tanya tuan Faren
"Setahu saya Aryo atau pun keluarganya tidak punya rumah di Bandung,tetapi kakek aku punya sebuah vila di sana. Dulu sewaktu kecil papa dan mama sering bawa aku dan Aryo kesana setiap lebaran"
"Kamu masih ingat alamatnya?"
"Seingat aku di Dago Pakar"
"Kalau begitu kita sebaiknya segera kesana"
"Maaf tuan bukannya saya tidak bisa membantu,tetapi dengan kendaraan truck ini saya rasa sulit untuk sampai ke sana"
"Kalau begitu kamu ikut mobil saya,biar teman kamu yang membawanya kembali ke kantor"
"Baik tuan"
Sebelum teman Adit pergi tuan Faren memberikan uang tunai cukup banyak kepadanya sebagai tanda terima kasih,setelah itu tuan Faren dan Uno pergi menuju Bandung untuk mencari Anin.
Kali ini Adit yang mengendarai mobil tuan Faren,sedangkan tuan Faren sendiri sibuk menghubungi Diana dan menanyakan situasi disana.
"Halo Na,bagaimana?"
"Sasaran tidak muncul tuan sepertinya mereka tahu kalau ada yang mengikuti Tasya"
"Kalau begitu saya dan Diego akan menyusul ke sana tuan"
"Jangan lupa kalian lindungi Tasya,karena setelah rencana Aryo kita ketahui kuat kemungkinan dia akan menjadi sasaran berikutnya"
"Baik tuan kami akan mengajaknya"
Sudah menjelang jam 13.00 dengan menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam akhirnya mereka sampai di daerah Dago,tuan Faren meminta Uno memeriksa vila terlebih dahulu. Tak berapa lama ia kembali dan melaporkan ternyata memang benar jika Aryo ada di sana,beberapa penjaga juga berada di sekitar vila tersebut.Kini tinggal tuan Faren dan yang lainnya memikirkan cara untuk masuk kesana dan menyelamatkan Anin.
Sementara itu Aryo yang tidur di samping Anin merasa senang,karena mimpinya untuk bisa memiliki Anin terwujud. Ia membelai halus kening perempuan yang tertidur di sebelahnya itu sambil terus mengatakan bahwa tidak ada hal yang tidak bisa ia dapatkan. Aryo bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar untuk makan,sementara itu Anin yang masih di dalam kamar terbangun.
Ia kebingungan mendapati dirinya berada di tempat asing dengan keadaan kepala yang masih pusing,ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi pada dirinya hingga bisa berada disana. Setelah teringat ia segera bangun dan berusaha keluar dari kamar tersebut,tetapi sayang pintunya dalam keadaan terkunci.
Ia menggedor-gedor pintu itu dan berteriak meminta tolong,tak berselang lama Aryo membuka pintu dan betapa terkejutnya Anin melihat Aryo ada di hadapannya.
"Mau apa kamu? bagaimana bisa kamu ada disini?"
teriak Anin panik
"Hay sayang,ini rumah ku. Jelas saja jika aku ada di sini"
__ADS_1
"Tidak,aku tidak mungkin ada di rumah kamu"
Anin berusaha menerobos keluar namun Aryo berhasil menahannya
"Mau kemana? kita belum bersenang-senang"
ucap Aryo sembari menatap Anin penuh nafsu
"Lepaskan"
teriak Anin yang berusaha melepaskan genggaman Aryo dari pergelangan tangannya
"Stttt,aku yakin kamu akan menyukainya nanti"
"Jangan berani-beraninya kamu meyentuh aku"
teriak Anin lagi
Namun Aryo tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini,ia mendorong Anin dan jatuh di atas tempat tidur. Ia membuka satu-persatu kancing kemejanya dan membuat Anin ketakutkan.
"Awas saja kalau kamu berani berbuat macam-macam"
"Memangnya kenapa? tidak akan ada yang bisa menolong kamu disini"
ucap Aryo penuh dengan kemenangan
Aryo menerkam Anin dan membuatnya berteriak ketakutan,laki-laki biadab itu terus mencumbu Anin di setiap sisi. Anin sendiri tidak ingin menyerah dengan begitu saja,ia meraih pena yang ada di meja samping tempat tidur dan menikamkan kepada Arya. Namun sayang pena itu hanya menggores lengan Arya dan membuatnya terkejut
"Sialan"
ucap Arya yang marah
Ia semakin kasar kepada Anin dan menamparnya berulang kali hingga membuat sudut bibir mungil permpuan itu berdarah. Tak hanya sampai di situ Arya kembali mencoba menyetubuhinya namun dengan sekuat tenaga Anin mencoba menendang tepat di bagian alat vital Arya.
Laki-laki itu tersungkur kesakitan sembari mengucapkan kata-kata kasar kepada Anin,melihat sebuah kesempatan untuk kabur Anin berlari keluar pintu. Tetapi lagi-lagi Arya mencoba mengejarnya,melihat Anin yang hampir kabur ia segera menarik tangannya.
"Mau kemana kamu?"
"Lepaskan"
teriak Anin
Anin menggigit tangan Arya,merasa kesakitan ia kemudian membantingkan Anin ke arah kiri hingga terbentur ke dinding.Tak hanya itu,Arya yang tempramen menendang perut Anin hingga jatuh terguling ke tangga. Arya yang hilang kendali terkejut melihat Anin yang jatuh ke bawah.
__ADS_1
Ia berlari menghampirinya namun Arya begitu shock saat melihat darah yang mengalir dari kepala bagian belakang Anin,ia mencoba membangunkan Anin namun sia-sia. Tuan Faren dan yang lainnya berhasil masuk ke dalam vila.