CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 67


__ADS_3

"Anda benar-benar jahat,anda benar-benar jahat"


ucap Anin sambil menangis melihat dirinya yang telanjang bulat di depan laki-laki itu


Tuan Faren tersadar saat melihat Anin yang menangis sembari menutupi tubuhnya dengan selimut putih itu,ia merutuki dirinya karena kehilangan kendali dan merenggut kehormatan Anin dengan cara seperti itu.


"Maafkan saya Nin,saya sama sekali tidak bermaksud membuat kamu seperti ini"


"Cukup tuan,tolong jangan bicara lagi. Saya merasa sudah tidak ada gunanya mengatakan semunya,saya harap anda pergi dari sini"


"Tapi Nin"


"Tinggalkan saya sendiri"


teriak Anin sambil menangis


Tuan Faren beranjak dari tempat tidur dan membersihkan diri ke kamar mandi,sementara itu Anin masih terus menangis hingga tak sadar tertidur.


Tuan Faren keluar dari kamar dan berpesan kepada pelayan untuk menyiapkan makanan untuk Anin seperti biasa,tuan Faren masuk ke mobil dan pergi mencari udara segar. Tak terasa ia ternyata justru mengarahkan mobilnya ke arah pulang,kedatangannya di sambut senang oleh putra semata wayangnya yaitu Khael


"Daddy"


"Hay sayang"


"Daddy kemana saja?"


"Daddy ada kerjaan sayang"


"Faren kamu pulang?"


tanya nyonya Mega


"Iya mi"


"Dari kemarin papi kamu tanya terus kemana kamu,ada yang ingin ia bahas sama kamu mengenai rencana pernikahan kamu dengan Anin"


"Iya ma,kita bahas nanti ya. Faren mau ke kamar dulu"


"Ya sudah"


Sesampainya di kamar tuan Faren begitu menyesal telah melakukan itu semua ke Anin,sekarang yang ada di dalam pikirannya hanya ingin segera menikahi Anin.


Jam makan siang pun tiba,tuan Faren turun ke meja makan. Di sana sudah ada orang tuanya dan Khael

__ADS_1


"Hay Ren,dari mana saja kamu?"


"Ada kerjaan di luar kota pi,oh ya kata mami ada yang ingin papi bicarakan"


"Nanti saja setelah makan siang,kita bicara"


Mereka pun makan siang dengan damai,setelah itu nyonya Mega meminta baby siter membawa Khael ke kamarnya untuk tidur siang. Sementara itu tuan Faren dan kedua orang tuanya pergi ke ruang keluarga


"Jadi bagaimana Ren rencana pernikahan kamu?"


"Keluarga Anin setuju dengan rencana Faren pi,mereka menerima keputusan Faren dengan tangan terbuka"


"Jadi benar tanpa lamaran atau pertunangan dulu? langsung ke acara inti?"


"Iya mi,menurut papi sama mami bagaimana?"


"Ya kalau kamu sudah memutuskan seperti itu ya sudah papi setuju saja"


"Iya mami juga setuju,jadi kapan kamu sama Anin mau mengurus semuanya?"


"Anin sih menyerahkan semuanya ke vendor WO mi,biar mereka yang mengatur semuanya"


"Baiklah mami akan bantu-bantu sedikit,mami akan pilihkan yang terbaik buat anak dan calon menantu mami"


"Sama-sama sayang,oh ya untuk cincin kamu sama Anin sudah membelinya?"


"Sudah mi,Faren pesan langsung dari prancis"


"Bagus deh,kamu harus memberikan yang terbaik untuk Anin. Apalagi dia sudah mau menerima status kamu yang duda dan sudah punya anak,dia harus mendapatkan yang setara dengan pengorbanannya"


"Iya mi,mami jangan khawatir"


"Oh ya sekarang Anin dimana? di Jakarta atau di kampung halamannya?"


"Masih di rumahnya Mi,mungkin minggu depan Faren akan jemput dia"


"Iya Ren,apalagi pernikahan kamu tinggal dua minggu lagi"


"Iya pi"


Tiba-tiba ponsel tuan Faren berbunyi dan ternyata itu adalah panggilan dari Uno


"Mi,Pi Faren angkat telfon dulu ya"

__ADS_1


"Iya Ren"


Tuan Faren pergi agak menjauh dari kedua orang tuanya untuk menjawab telfon Uno


"Ada apa?"


"Bos,non Anin"


"Ada apa sama Anin"


"Tadi waktu saya dan pelayan mau mengantarkan makan siang dan cek nona Anin,ia tidak ada di tempat tidurnya"


"Jadi dia kabur lagi?"


"Tidak tuan,justru ini lebih gawat dari sekedar kabur"


"Maksud kamu?"


"Saya menemukan nona Anin bersimbah darah di kamar mandi,sepertinya nona Anin berusaha untuk bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya"


"Apa......???"


"terus sekarang bagaimana?"


"Saya dan yang lainnya sudah membawanya ke rumah sakit terdekat,sementara ini dokter sedang menanganinya"


"Okay,saya segera kesana. Kamu share lokasi sekarang"


"Baik bos"


Tuan Faren begitu panik setelah mendengar Anin yang begitu nekat setelah semua kejadian tadi pagi


"Kenapa Ren,kok muka kamu panik sekali?"


tanya nyonya Mega


"Mi,Pi sepertinya Faren harus keluar kota untuk beberapa hari karena ada urusan mendadak. Faren titip Khael ya Mi"


"Iya,ya sudah kamu hati-hati"


"Iya mi"


Tuan Faren segera melajukan mobilnya ke rumah sakit,ia tidak menyangka Anin bisa berbuat seperti itu. Ia juga tidak menyangka jika perbuatannya tadi pagi bisa membuat Anin begitu merasa sedih hingga melakukan hal-hal seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2