CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 70


__ADS_3

Keesokan paginya saat Anin dan Khael terbangun,mereka langsung turun ke bawah menuju meja makan. Para pelayan menatap Anin yang berada di sana


"Nona,apakah tuan Faren mengizinkan anda untuk keluar kamar?"


"Memangnya kenapa? ada Khael putra tuan Faren di sini"


"Oh baiklah nona,tunggu sebentar saya akan segera menyiapkan sarapan"


"Aunty memangnya daddy tidak izinkan kita untuk keluar kamar ya?"


tanya khael


"Kata siapa sayang?"


"Itu mbak-mbak yang tadi"


"Oh mungkin daddy yang belum memberi tahu mereka"


"Oh begitu,tapi kenapa daddy belum bangun juga ya?"


"Coba Khael yang bangungkan"


"Okay aunty"


Khael pergi menuju kamar daddy nya,sementara Anin tetap berada di meja makan. Sementara itu ia berjalan menuju dapur dan meminta agar para pelayan atau siapapun untuk tidak membahas masalah tentang dirinya dan tuan Faren di depan Khael. Anin khawatir jika masalah ini sampai keluar dari rumah ini dan menimbulkan kekhawatiran,ia juga berharap semoga hubungannya dengan tuan Faren lekas membaik.


"Auntyyyyyy........"


teriak Khael sambil menuruni tangga


"Ada apa sayang? jangan lari-lari nanti jatuh"


"Daddy tidak ada di kamar"


"Loh kok bisa? terus dimana dong?"


"Tuan sedang keluar lari pagi nona,tadi ia berpesan agar menyiapkan sarapan dan menyampaikan hal tersebut kepada anda"


"Oh terima kasih ya bi"


"Sama-sama non"


"Khael,daddy masih jogging. Bagaimana kalau sambil menunggu daddy pulang kita mandi dulu?"


"Baiklah aunty,tapi Khael kan tidak bawa baju"


"Oh iya aunty lupa"


"Jadi bagaimana aunty"


"Ya sudah kita pakai baju seadanya dulu ya"


"Iya aunty"


Mereka berdua pun kembali menuju kamar,Anin memandikan Khael terlebih dahulu dan setelah selesai baru ia berganti mandi.


"Khael,kamu nonton tv dulu disini ya. Aunty gantian yang mandi"


"Iya aunty"


"Anak pintar"


Anin segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri,tak berselang lama tuan Faren masuk ke dalam kamar.


"Daddy"


"Hay,kamu sudah bangun?"

__ADS_1


"Sudah,,sudah mandi juga"


"Kok bajunya tidak ganti?"


"Kan kemarin Khael tidak bawa baju ganti"


"Oh iya daddy lupa,tapi tadi daddy udah belikan kok dan ada di bawah"


"Kalau begitu biar Khael ambil"


"Iya,sekalian minta tante Anin menggantikan ya"


"Aunty Anin kan sedang mandi"


"Oh,kalau begitu minta tolong bibi yang di bawah ya. Nanti setelah itu Khael tunggu daddy dan aunty Anin di meja makan,kita sarapan bersama"


"Okay dad"


Khael turun sesuai perintah ayahnya,sementara itu tuan Faren sengaja masuk ke kamar mandi. Padahal di sana ada Anin yang sedang mandi pula,Anin yang sudah hampir selesai dan sedang membalutkan handuk di tubuhnya begitu terkejut melihat tuan Faren yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Tuan,apa yang anda lakukan disini?"


"Saya mau mandi"


"Bukankah kamar tuan ada di sebelah"


"Tetapi baju-baju saya ada di kamar ini"


"Kalau begitu biar saya keluar terlebih dahulu"


ucap Anin yang sedikit bergidik dengan tatapan tuan Faren


Ketika Anin melewati tuan Faren,tiba-tiba handuk yang ia kenakan di tarik oleh tuan Faren sehingga ia jatuh ke pelukannya.


"Tu tuan,apa yang anda lakukan?"


ucap Anin yang ketakutan melihat wajah tuan Faren yang tepat berada di depannya


Anin membuka matanya dan melihat tuan Faren yang tertawa melihat exspresi wajahnya itu,kemudian Anin melepaskan diri dari tuan Faren dan pergi keluar.


Anin berganti baju dan duduk di depan meja rias,ia melamun membayangkan hal yang baru saja terjadi kepadanya barusan. Tak tersadar tuan Faren sudah selesai mandi dan masuk ke dalam kamar,dengan setengah badan terbalut handuk membuat Anin menatapnya dengan diam.


Tuan Faren merasa tatapan Anin kali ini seperti menantang,ia menghampiri perempuan itu dan berdiri di hadapannya.


"Sepertinya kamu menginginkan sesuatu dari saya"


ucap tuan Faren


Anin hanya menggeleng sembari menggigit bibir bawahnya,tuan Faren meraih tangan Anin dan menggendongnya menuju tempat tidur. Ia menindih wanita itu dan membelai lembut wajahnya


"Bukankah kamu takut jika saya melakukan hal-hal seperti ini kepadamu? sampai pertama kali aku melakukannya tanpa sadar hingga membuatmu melakukan hal-hal di luar kendali saya"


ucap tuan Faren


Anin hanya menatap tuan Faren dengan senyum di sudut bibirnya,ia merangkul leher tuan Faren dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Saya rasa saya menikmatinya dan ingin melakukannya kembali bersama anda"


bisik Anin


Ternyata nafsu Anin sudah terpancing sejak melihat tuan Faren masuk ke dalam kamar mandi dan menampakkan roti sobeknya.


"Ternyata sekarang kamu sudah berani nakal ya"


ucap tuan Faren yang hanya di balas senyuman Anin


Tuan Faren mengecup bibir perempuan itu dan menciumi setiap inci lehernya,namun siapa sangka jika tiba-tiba Khael datang dan melihat itu

__ADS_1


"Daddy ngapain"


ucapnya dan membuat tuan Faren dan Anin salah tingkah


"Sayang,emb daddy hanya membantu aunty Anin"


"Membantu apa? Khael juga mau membantu aunty Anin"


"Khael sayang,tadi mata aunty seperti kemasukan sesuatu jadi daddy bantu aunty mengeceknya"


"oh begitu ya aunty"


"Iya sayang,sekarang kita turun ke bawah sarapan yuk. Daddy biar ganti baju"


"Iya aunty"


Anin menahan malu menghadapi anak laki-laki berusia lima tahun di hadapannya itu. Ia berharap semoga Khael percaya dengan alasan yang ia buat tadi.


Setelah selesai tuan Faren segera menyusul mereka berdua ke meja makan,di sana mereka makan bersama seperti keluarga kecil yang bahagia.


"Khael,habis ini daddy antar kamu pulang ya"


"Nggak mau,Khael mau di sini sama aunty Anin"


"Tapi besok kan Khael harus sekolah"


"Pokoknya Khael mau sama aunty Anin"


Anin tersenyum menatap Khael yang begitu keras kepala sepertinya ayahnya


"Sayang,besok kalau libur kamu ke sini lagi. Nanti kita main bareng lagi"


"Iya benar apa yang di katakan aunty Anin,lagi pula minggu depan Khael dan aunty Anin akan sering bertemu"


"Benarkah dad? apakah mulai minggu depan sekolah Khael banyak liburnya?"


"Emb bisa jadi,atau aunty Anin bisa tinggal bersama dengan kita"


"Yey asyik. Khael senang kalau aunty Anin tinggal bareng kita"


"Ya sudah sekarang habiskan makanannya dan setelah itu kita berangkat"


"Iya daddy"


Anin mengunyah makanannya sembari termenung,ia masih tidak mengerti apa arti ucapan tuan Faren barusan. Sampai-sampai ia tidak sadar kalau Khael dari tadi mau berpamitan dengannya,tuan Faren menepuk bahunya dan seketika Anin tersadar


"Iya tuan"


"Kamu mikirin apa?"


"Enggak ada kok tuan"


"Terus dari tadi Khael manggil-manggil kamu kok diam saja"


"Maaf sayang aunty tidak dengar,ada apa?"


"Aku pulang dulu ya aunty,aunty jaga kesehatan dan jangan sakit lagi"


"Iya sayang-hati-hati ya"


Anin mengecup kening Khael dan mengantarkan nya ke depan,bersama dengan sopir pribadi tuan Faren ia masuk ke dalam mobil.


"Saya antar Khael pulang dulu ya?"


"Iya tuan"


"Mungkin nanti saya sampai di sini agak malam,kamu makan saja dulu jangan menunggu saya"

__ADS_1


"Baik tuan"


Tuan Faren berjalan dan masuk ke mobil,terlihat mobilnya melaju meninggalkan halaman rumah itu. Anin kembali ke kamar dan membereskan beberapa bajunya yang ia rasa tidak ingin di kenakan karena terlalu terbuka itu. Rasanya rumah itu sangat kosong tanpa adanya Khael ataupun pemiliknya,seharian Anin hanya menghabiskan waktunya di kamar menonton televisi ataupun membaca buku karena ponselnya masih belum tuan Faren kembalikan.


__ADS_2