
Keesokan harinya Putri,Adit,Diego,Diana dan Tasya menghampiri tuan Faren yang masih berada di ruangan ICU. Putri segera menanyakan kondisi Anin setelah semalam
"Tuan apa dokter belum memberi keterangan soal kondisi Anin?"
tanya Putri yang begitu cemas
"Sudah,semalam tepatnya pukul 23.00 dokter memberi tahu kalau Anin dalam keadaan koma"
"Apa?koma?"
ucap Diego shock
"Iya,dokter juga berkata kalau Anin harus segera di operasi karena terdapat gumpalan darah di otaknya"
Putri terduduk lemas mendengar ucapan tuan Faren
"Lalu bagaimana?"
"Nanti saya akan mengurus pindahan Anin ke rumah sakit yang dokter sarankan karena untuk operasi rumah sakit ini peralatannya belum begitu memadai"
"Ya ampun Nin kenapa harus seperti ini"
ucap Tasya
"Oh ya Ren,ini aku belikan beberapa baju untuk kamu. Sedari kemarin kan kamu belum sempat membasuh diri,sebaiknya kamu mandi dulu setelah itu aku bantu kamu mengurus semuanya"
"Thank ya Die"
"Sama-sama"
Setelah selesai membersihkan,tuan Faren dan Diego pergi ke administarasi dan menyelesaikan semuanya. Ternyata Anin di rujuk ke rumah sakit Bunda yang ada di Jakarta,segera tuan Faren menghubungi pemilik rumah sakit tersebut karena tuan Faren sendiri memiliki saham yang besar di rumah sakit itu. Ia meminta agar rumah sakit itu mengirimkan helikopter nya agar mempercepat proses pemindahan Anin,mereka menyetujuinya dan selang satu jam helikopter pun datang. Di bantu tenaga medis dan tim dari rumah sakit Bunda,Anin dan tuan Faren berangkat menuju Jakarta melalui jalur udara. Sedangkan Diana dan Tasya ikut mobil Diego,Adit dan Putri mengendarai mobil tuan Faren.
Putri yang khawatir menghubungi bibi Anin dan memberitahukan tentang kondisinya,mereka sekeluarga begitu terkejut dan segera berangkat ke Jakarta untuk mengetahui kondisinya.
Tuan Faren dan Anin mendarat lebih cepat dan segera membawa Anin ke ruang operasi,tuan Faren begitu takut jika terjadi sesuatu kepada Anin. Tak menyangka nyonya Mega,tuan Felix dan Khael datang mengahmpirinya
"Mami,Papi kok kalian tahu Faren ada disini?"
__ADS_1
"Iya mami tanya ke Diana karena ponsel kamu tidak bisa di hubungi,mami kaget saat Diana bilang kalau Anin di culik dan sekarang koma"
"Bagaimana kejadiannya Ren kok bisa sampai seperti ini?"
tanya tuan Felix
"Ceritanya panjang Pi"
"Daddy aunty Anin mana?"
"Hay sayang,kamu kangen tidak sama daddy?"
"Kangen,daddy kenapa tidak pernah mengunjungi Khael?"
"Maaf sayang daddy kan sibuk,kamu tahu sendiri kan kalau permintaan kamu itu susah sekali untuk daddy dapatkan"
"Permintaan apa Ren?"
"Mami tanya saja sama Khael"
ucap tuan Faren sembari tersenyum kecil ke Khael
"Rahasia Oma"
"Kalian ini,jadi sekarang bagaimana kondisi Anin Ren?"
"Sekarang dokter sedang mengoperasi nya mi,ada gumpalan darah di otaknya"
"Astaga,semoga Anin baik-baik saja"
"Kalau begitu kamu pulang saja dulu Ren,kamu juga butuh istirahat biar papi dan mami yang jaga"
"Tidak usah pi,sebentar lagi yang lain datang biar mereka yang jaga. Papi sama Mami pasti juga lelah karena perjalan ke jauh"
Setelah dua jam yang lainnya datang,mereka mendengar bahwa Anin sedang dalam operasi. Tuan Faren meminta kedua orang tuanya kembali ke rumah terlebih dahulu karena kasihan kalau Khael harus berlama-lama di rumah sakit,akhirnya mereka setuju sementara itu Putri dan Adit izin untuk pulang dan membersihkan diri begitu pula dengan Tasya.
Sekarang hanya tinggal Diana,Diego,dan tuan Faren. Mereka menunggu di depan ruang operasi hampir lima jam,dan dokter pun keluar memberi kabar
__ADS_1
"Tuan Faren??"
"Iya saya dok,bagaimana kondisinya"
"Operasinya berjalan dengan lancar,namun sekarang kondisi pasien masih dalam keadaan koma. Berdo'a saja semoga ia lekas sadar"
"Terima kasih dok,apa saya bisa bertemu dengannya?"
"Bisa setelah pasien di pindahkan ke ruang ICU"
"Terima kasih dok"
"Diana tolong kamu urus administrasi nya"
"Baik tuan"
"Oh ya Ren,tadi Putri memberikan kabar ini kepada keluarga Anin. Katanya mereka sedang perjalanan kemari"
"Iya Die,sekarang tinggal bagaimana aku harus menjelaskan semua ini kepada keluarga Anin"
"Oh ya hari ini bajingan itu akan di transfer ke Jakarta,mereka bilang Uno sudah berhasil menemukan saksi dari kasus ini dan Putri akan menjadi saksi juga atas penyerangan Arya pada Anin"
"Baguslah,aku mau kamu berperan dalam sidang ini"
"Maksud kamu?"
"Awasi kasus ini dan jangan pernah berikan celah kepada pihak mereka untuk menyuap saksi ataupun jaksa,bagaimana pun dia harus mendapatkan hukuman seumur hidup. Jika tidak bisa maka kita harus bermain kotor di dalamnya"
"Maksud kamu?"
"Suap hakimnya"
"Kamu yakin Ren?"
"Demi memberi keadilan pada Anin aku akan melakukan apa saja"
"Okay aku akan lakukan apa yang kamu mau"
__ADS_1
ucapan Diego yang kemudian mengikuti tuan Faren menuju ruang ICU