CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 18


__ADS_3

Anin bingung karena sudah siang begini tuan Faren masih belum datang ke kantor,padahal kata Fina dokumen yang ia berikan pagi ini besok harus segera di kirim ke klien. Merasa sangat bingung akhirnya Anin pergi ke ruangan Diana untuk menanyakan langsung penyebabnya,sesampai di depan ruangan Diana Anin justru bertemu dengan Diego. Karena tidak merasa memiliki kepentingan dengannya Anin lebih memilih diam dan tak menghiraukan Diego yang sedari tadi memandanginya


Tokkk tokk


"masuk"


teriak Diana dari dalam


Anin melangkahkan kakinya masuk ke dalam,setelah itu ia di sambut hangat oleh Diana


"Halo nona Anin,gimana keadaan kamu?"


"Alhamdulillah sudah baikan nona"


"Syukurlah kalau begitu,oh ya apa yang membuatmu datang ke ruangan saya nona?"


"Oh iya nona Diana,tuan Faren hari ini tidak hadir ya?"


"Oh iya aku lupa mau bilang pada anda tadi,hari ini tuan Faren tidak bisa hadir karena putranya sedang gak mau di tinggal"


"Oh begitu,tapi saya memiliki beberapa dokumen yang harus segera di tanda tangani tuan Faren"


"Kalau begitu nona Anin hantarkan saja ke rumahnya"


"Saya nona?"


"Iya nona,kan sekarang anda asisten pribadinya tuan Faren. Kalau dulu sih itu tugasku,tapi sekarang udah ada nona Anin."


"Tapi saya tidak tahu rumah tuan Faren nona"


"Udah nona Anin tenang aja,nanti aku minta sopir kantor buat anterin nona Anin ke sana"


"Baik nona"


"Ya sudah kalau gitu nona Anin siap-siap dan tunggu di lobby ya aku telfon sopir dulu"


"Baik nona Diana terima kasih"


Saat hendak keluar dari ruangan Diana tiba-tiba Diego nyelonong masuk dan membuat Anin terkejut


"Hay Nin"


"Diego"


"Die,ada apa?"


celetuk Diana


"Oh enggak kok Na,tadi ku kira siapa yang ada di dalam. Ternyata Anin"


"Kalau begitu saya permisi nona Diana"


"Iya nona Anin silahkan"


Diego merasa terus menerus di hindari oleh Anin perasaannya tidak dapat di bohongi lagi manakala setelah perdebatan itu Anin menjadi berubah drastis.


"Low mau ngapain Die?"


"Em enggak tadi cuma mau ngecek kamu aja"


"Kenapa? takut gua hilang"


"Hilang kemana sih Na,lagian low itu gede siapa yang mau nyulik"


"Low"


"Haha,enggak lah yang ada nyusahin gua"


"Ih dasar laki-laki"


"Ya udah gua permisi"


"Hmm"


Anin bersiap-siap dan segera ke lobby untuk pergi menuju rumah tuan Faren,beberapa dokumen telah ia bawa untuk mendapatkan tanda tangan atasannya itu. Sopir kantor juga sudah ready untuk mengantarkannya,selama di perjalanan Anin memilah-milah dokumen mana yang lebih dulu tiba hingga tak terasa ia sudah sampai di depan rumah tuan Faren.


Anin melongok dengan apa yang di lihatnya,sebuah rumah mewah dengan halaman sangat luas terpampang di depan matanya,sopir kemudian membukakan pintu untuknya. Kehadiran Anin di sambut ramah oleh para asisten rumah tangga


"Maaf nona mau cari siapa?"


"Tuan Faren nya ada?"

__ADS_1


"Ada nona,dengan siapa ya?"


"Saya Anin,asisten pribadi tuan Faren"


"Oh baik nona Anin silahkan masuk biar saya panggilkan tuan besar"


"Baik"


Anin di bawa ke ruang tamu yang mirip istana,rumah sebesar itu hanya di tinggali oleh para pengurus rumah dan tuan Faren seorang.


Tokkk tokk tokkk


ketuk asisten rumah tangga di kamar anak semata wayang tuan Faren


"Masuk"


"Permisi tuan,dibawah ada tamu mencari tuan besar"


"Siapa?"


"Katanya asisten pribadi tuan Faren,nona Anin"


"Oh iya makasih,tolong buatkan minum untuk dia saya segera turun"


"Baik tuan"


"Papa mau kemana?"


tanya laki-laki kecil di hadapan tuan Faren


"Papa turun sebentar ya ada kerjaan sedikit"


"Gak mau,papa kan janji gak akan ninggalin aku"


"Iya papa janji,cuma di bawah saja kok"


"Yasudah,jangan lama-lama "


"Iya sayang"


Tuan Faren turun menemui Anin yang ada di ruang tamu


"Hay Nin"


"Ada apa?"


"Ini tuan,saya mau minta tanda tangan tuan untuk beberapa dokumen yang harus segera di serahkan ke klien besok"


"Oh iya,kok kamu bisa tahu rumah saya?"


"Tadi sopir kantor di suruh nona Diana untuk mengantarkan saya"


"Oh gitu"


"Silahkan nona minumnya"


"Makasih bi"


"Oh ya tuan saya mau tanya sesuatu"


"Soal apa?"


"Soal buket mawar yang tuan kirim pagi ini"


"Kenapa?kamu gak suka?"


"Bukan begitu maksud saya tuan"


"Lalu?"


"Hanya saja saya merasa tidak enak jika para karyawan berfikir ada sesuatu yang terjadi antara saya dan anda"


"Memangnya kalau ada sesuatu kenapa? atau kamu tidak mau?"


"Saya hanya ingi bekerja dengan tenang tuan,saya tidak suka pekerjaan di jadikan satu dengan hal pribadi. Kesannya kinerja saya tidak akan profesional"


"Baguslah kalau pemikiran kamu begitu,lagipula mereka hanya bergosip jadi abaikan saja. Ibarat kamu makan gak ada nasi pasti gak akan enak bukan?"


"Iya tuan"


Tiba-tiba anak laki-laki tuan Faren turun menemui papanya yang sedang berada di ruang tamu itu

__ADS_1


"Papaaaa"


"Eh sayang,kenapa??"


"Katanya papa cuma sebentar"


"Iya ini juga udah selesai"


Anin terkejut sekali begitu melihat putra semata wayang tuan Faren adalah anak laki-laki yang ia tolong di taman kemarin


"Kamu Khael kan?"


"Kamu bagaimana bisa tahu nama anak saya?"


"Halo Aunty"


"Kalian pernah ketemu?"


"Pa,dia itu aunty cantik yang aku ceritakan kemarin"


"Jadi kamu yang nolong Khael di taman?"


"Saya hanya melakukan kewajiban saya saja tuan"


"Jadi sayang,ini itu aunty Anin dia karyawan papa"


"This so beautiful"


ucap Khael


"Yes,aunty Anin emang cantik. Kamu suka sama aunty Anin?"


"Suka pa"


"Khael ini bukan tipe orang yang mudah berinteraksi apalagi dengan orang baru kecuali memang orang yang sangat dia suka"


"Hay Khloe,makasih udah muji aunty Anin cantik. Gimana?luka kamu sudah sembuh?"


"Sudah aunty"


"Lain kali lebih hati-hati ya"


"Iya aunty Anin"


"Oh ya tuan,karena semua dokumennya sudah tuan tanda tangani jadi saya permisi untuk kembali ke kantor"


"Oh ya gimana kalau kita makan siang dulu? lagipula ini sudah jam makan siang kan?"


"Enggak usah repot-repot tuan saya nanti makan siang di kantor saja"


"Come on aunty we have lunch together"


ucap Khael dengan muka menggemaskannya itu


"Gimana aunty bisa nolak kalau kamu pasang muka kayak gini,baiklah tuan saya mau"


"Okay kalau gitu kita siap-siap dulu sayang,Anin kamu tunggu disini dulu ya"


"Baik tuan"


Tuan Faren dan Khloe kembali ke atas untuk berganti baju,sementara itu sopir kantor diminta untuk kembali dahulu tanpa harus menunggu Anin.


Di kantor kurir pengantar bunga pesanan Diego telah tiba,para karyawan yang tengah break makan siang penasaran untuk siapakah itu. Kurir mengantarkan bunga itu langsung ke ruangan Anin seperti permintaan Diego namun sesampai Di sana ia tidak mendapati siapapun akhirnya kurir menitipkan bunga itu ke Fina yang akan turun untuk makan siang. Setelah selesai kurir memberikan informasi kepada Diego jika tugasnya mengantarkan bunga sudah selesai,namun Diego terkejut karena kurir memberikannya kepada Fina bukan kepada Anin. Kebetulan Diego yang saat itu ada di kantin melihat Fina duduk bersama Diana,ia segera menghampirinya dan bertanya soal kiriman bunga itu kepadanya.


"Fin low tadi nerima buket bunga ya??"


"Oh iya,tadi sih ada kurir gitu mau anterin bunga ke Anin. Cuma kayaknya tadi Anin gak ada di ruangannya. Emang kenapa pak Diego?"


"Loh bukannya Anin ke rumah tuan Faren"


celetuk Diana yang semakin membuat Diego terkejut


"Ke rumah Faren? ngapain?"


"Nganterin dokumen,emang kenapa sih Die kayaknya low ribet banget deh tahu Anin dapet buket"


"Ya udah Fin gua minta tolong ya nanti setelah low balik ke atas low tolong taruh itu buket di meja Anin"


"Iye"


"Itu buket dari low ya?"

__ADS_1


Diego hanya diam dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua,rasanya ada yang aneh dari Diego setelah Fina dan Diana lihat. Seperti ada rasa kecewa dan cemburu di matanya,namun Diana tidak ingin berburuk sangka kepada laki-laki yang pernah memiliki hati untuknya itu.


__ADS_2