
Saat di toilet Anin menatap kaca sambil memegang dadanya,ia merasa sesak melihat laki-laki itu. Air matanya jatuh namun ia tak tahu apa sebabnya,Anin membilas wajahnya dengan air dan mencoba menenangkan diri. Setelah beberapa saat ia keluar namun tak sengaja menabrak wanita lain dan membuat tasnya jatuh
"Oh my good"
teriak Wanita itu dan membuat Putri dan Adit menghampiri mereka
"Maaf mbak saya gak sengaja"
"Mata kamu buta ya,sudah tahu ada orang main tabrak saja"
"Mbaknya juga salah kan jalan tapi malah lihat ke ponsel"
"Heh,low itu udah salah nyolot lagi. Sekarang ambilkan tas gua"
Anin mengambil tas wanita itu dan mengembalikannya.
"Low tahu gak,tas ini itu mahal limited edition. Bahkan harga diri low gak cukup buat beli tas ini"
"Cukup ya mbak,sedari tadi saya sudah meminta maaf tapi kita sama-sama salah disini. Justru mbak yang menghina dan meneriaki saya,apa susahnya sih saling mengerti?"
"Dasar perempuan gak tahu diri"
ucap wanita itu yang hampir menampar Anin,untung saja Putri datang tepat waktu dan mencegahnya
"Jangan berani-beraninya menyakiti teman saya"
"Dih siapa lagi ini,low temannya? bilang sama temen Low kalau jalan pakai mata"
"Dih dari tadi saya juga lihat kalau mbaknya jalan tapi matanya justru ke hp"
"Ada apa ini?"
ucap laki-laki yang berdiri di samping wanita itu yang ternyata adalah tuan Faren
"Sayang,wanita itu tuh dia nabrak aku sampai tas yang kamu belikan di Paris jatuh. Kan tas ini mahal"
rengek wanita itu
Saat tuan Faren melihat Anin ia benar-benar tidak memperdulikan lagi wanita itu
"Anin...."
ucap tuan Faren lirih
"Maaf saya tidak sengaja menyakiti kekasih anda,sepertinya saya sudah meminta maaf karena di sini kita sama-sama salah jadi kalau memang sudah tidak lagi yang perlu saya katakan saya ijin pergi"
"Anin tunggu"
ucap tuan Faren sambil memegang pergelangan tangan Anin
"Tuan tolong lepaskan tangan Anda"
"Anin tunggu sebentar,ada yang ingin saya katakan sama kamu"
"Silahkan katakan disini"
__ADS_1
"Bisa kita bicara empat mata?"
"Jika mau katakan saja disini,saya tidak punya waktu banyak"
"Okay,aku mau kamu datang ke rumah aku"
"No,kita sudah tidak ada ikatan kerja apapun tuan. Jadi saya rasa permintaan itu terlalu berlebihan"
"Pliss Nin"
"Maaf saya harus pergi"
"Anin tunggu"
Tiba-tiba Arya datang dan melepaskan tangan tuan Faren dari lengan Anin
"Maaf sepertinya ada kesalahpahaman disini"
"Jangan ikut campur"
"Tentu saya harus ikut campur jika ini berkaitan dengan calon istri saya"
perkataan Arya barusan membuat Putri,Adit dan terutama tuan Faren terkejut
"Apa? calon istri?"
"Iya,saya dan Anin akan menikah tahun depan dan saya harap anda sebagai mantan atasannya tidak perlu lagi berhubungan dengannya karena urusan pekerjaan sudah tidak ada lagi"
"Nin apa yang di katakan laki-laki ini benar?"
"Mas Arya itu...."
"Anindita Maheswari,sudah terlalu lama saya menanti jawaban dari semua pertanyaan itu. Tapi kali ini sebagai bukti saya memberanikan diri melakukan ini semua,saya berharap kamu tidak akan membuat perasaan ini kecewa. Jadi will you marry me?"
Orang-orang yang melintas di hadapan mereka mengabadikan momen itu dengan merekam dan memfoto,Putri begitu terkejut melihat sepupunya yang sangat berani. Demi membuat tuan Faren berhenti berharap pada dirinya akhirnya Anin menerima lamaran Arya
"Ya mas aku mau"
jawab Anin sambil menatap tuan Faren
Arya tersenyum senang dan segera menyematkan cincin itu ke jari manis Anin,semua pengunjung yang menyaksikannya bertepuk tangan dan ikut bahagia. Namun tidak dengan tuan Faren,ia pergi begitu saja setelah menyaksikan semua itu,Anin menatap laki-laki itu yang pergi dengan segala kekecewaan. Namun mau bagaimana lagi,meski ia tetap mempertahankan perasaannya semua itu percuma karena orang tua tuan Faren tidak akan pernah setuju.
Video lamaran itu tersebar ke sosial media hingga membuat Diana terkejut,ia segera menghubungi Diego dan memberitahunya.
"Halo Na"
"Die lo mending segera lihat deh video yang barusan gua kirim"
"Sebentar-sebentar"
"Gimana? udah low lihat?"
"Itu bukannya Anin?"
"Iya,dan dia di lamar dong sama laki-laki yang katamu dia adalah klien kamu"
__ADS_1
"Iya kamu benar sekali,gokil sih ini. Gimana coba kalau Faren sampai tahu"
"Gila,dia bakalan jadi apa coba? baru di tinggalin Anin aja udah gak bisa di kendalikan gitu gimana kalau dia tahu di tinggal nikah Anin pasti hidupnya akan berantakan sekali"
"Ya ampun Na kenapa ribet sekali sih kisah cinta mereka"
"Ini semua karena om Felix,andai saja waktu itu dia tidak berkata semena-mena ke Anin.Pasti sekarang Faren udah hidup bahagia sama Anin"
"Low bener juga,sebaiknya low jangan kasih tahu Faren ya"
"Ya enggaklah Die,gila apa itu sama aja gua membunuh Faren"
"Okay deal,di antara kita harus bisa menyimpan rahasia ini. Sekarang tinggal kita cari sumber artikel video itu dan meminta mereka untuk menghapusnya"
"Okay"
Di perjalanan pulang Putri dan Adit saling pandang ketika melihat dua orang di hadapannya itu bersikap begitu dekat,kali ini kecurigaan mereka jika memang ada sesuatu di antara Anin dan Arya terbukti.
"Jadi sebenarnya kalian itu udah lama ya dekat?"
tanya Putri dengan nada menginterogasi
"Enggak kok Put,kita baru-baru ini ya mas"
jawab Anin
"Iya,sebenarnya belakangan ini aku dan Anin saling mendekatkan diri satu sama lain,setelah akhirnya kita menemukan kecocokan dan satu pemikiran akhirnya ya kita putuskan untuk mencoba melangkah lebih jauh"
tutur Arya
"Jadi kapan kalian mulai pendekatan? kok kamu tidak cerita sama aku sih Nin"
"Maaf Put,tadinya sih aku sama mas Arya ingin menyembunyikan ini dari kalian. Nanti kalau memang sudah benar cocok kita baru mau publikasikan semuanya,tapi malah mas Arya sudah bongkar semuanya dulu"
"Ya sudah deh,apapun alasan kalian aku senang karena akhirnya mas Arya bisa menemukan tambatan hatinya. Aku senang banget karena nantinya kita akan jadi satu keluarga Nin"
"Aku juga senang Put,dengan begini kita tidak akan berpisah lagi"
"Yah kecuali kalau mas Arya nggak bawa kamu balik"
"Balik? balik kemana emang?"
"Ya ke rumahnya lah,mas Arya kan orang Surakarta"
"Oh ya?"
"Iya Nin,memangnya kenapa? kamu gak suka punya calon orang sana?"
"Ih bukan gitu,mas Arya ih sensi banget"
ucap Anin sambil mencubit lengannya
"Cie yang udah jadian main cubit aja nih"
goda Putri
__ADS_1
"Apaan sih,udah yuk mas kita pulang"
mereka akhirnya memutuskan untuk pulang karena malam juga sudah begitu larut.