CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 7


__ADS_3

Sehari sebelum Anin memulai pekerjaannya di kantor baru,ia memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu untuk mencari kamar kos,beberapa kos-kosan telah ia kelilingi sembari mencocokan diri dengan fasilitas dan lingkungan yang cocok dengannya. Akhirnya setelah beberapa kali Anin memutuskan untuk menempati kos khusus karyawati yang tidak jauh dari kantor barunya,dengan budget yang lumayan besar karena berada di pusat ibu kota dengan harga sembilan ratus perbulan masih tergolong murah setelah melakukan survei di berbagai tempat.


Pemilik kost tersebut sangatlah ramah,ia seorang bapak-bapak setengah tua dan memiliki warung kopi di depan kost tersebut. Hari ini Anin resmi menjadi warga kost tersebut,ia membenahi beberapa barang-barangnya dan merebahkan diri.


Namun tiba-tiba saja pintu kamarnya seperti ada yang mengetuk dari luar,Anin mengumpulkan niat untuk membuka pintu karena merasa sangat lelah.


Setelah di bukanya ternyata itu adalah Pak Khoir pemilik kost tersebut


"Bapak,ada yang bisa saya bantu?"


"Saya cuma mau memberikan ini mbak,karena kamu anak kost baru jadi saya mau memberikan beberapa peraturan yang ada di tempat ini"


ucap pak Khoir sembari memberikan sekeranjang perlengkapan mandi baru dan juga beberapa lembar berisi peraturan kost di sana.


"Terima kasih banyak pak"


"Sama-sama mbak,semoga betah disini. Oh ya,kalau ada apa-apa jangan sungkan minta bantuan atau ngomong ke saya. Saya ada kedai kopi di bawah"


"Baik pak,sekali lagi terima kasih"


"Kalau begitu saya permisi mbak"


"Mangga pak"


Anin meletakkan peralatan mandi tersebut di dalam kamar mandi yang ada di kamarnya,lalu kembali merebahkan diri. Saat ia ingin memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya berdering


"Haduh siapa lagi sih?"


gumam Anin sembari menghampiri ponselnya yang di charger di samping tv


"Halo Put"


"Nin,kamu udah nemu kost yang cocok?"


"Udah,baru aja gua masuk terus beresin semuanya"


"Kok low gak ngabarin gua sih? gua panik tau takut kamu kenapa-kenapa"


"Tumben banget kamu panikan aku?"


"Ya mau siapa lagi yang aku panikan selain kamu?"


"Mas Adit mu mungkin?"

__ADS_1


"Ngapain coba aku panikan dia toh sekarang dia ada di sebelah aku"


"Hi dasar ya kalian tuh,udah deh gua tutup telfonnya capek mau istirahat dulu"


"Ya udah,pokoknya kalau ada apa-apa jangan lupa hubungin gua"


"Iya bawel"


Anin langsung menutup ponselnya dan segera menghidupkan mode silent agar tidurnya tidak terganggu. Namun siapa sangka kalau tiba-tiba tuan Faren menghubunginya berulang kali namun tidak ada jawaban sama sekali dari Anin.


Tepat pukul 17.00 Anin terbangun dan segera mandi,setelah itu ia sholat azhar dan lanjut untuk sholat maghrib baru setelah itu ia keluar membeli beberapa makanan untuk malam ini. Namun baru Anin mau melangkah keluar gerbang para laki-laki yang nongkrong di kedai kopi milik pak Khoir memperhatikannya,sontak Anin kaget dan berjalan seolah-olah tidak ada orang.


Salah satu pengunjung kedai kopi bernama Aryo bertanya pada pak Khoir


"Penghuni baru ya pak?"


"Siapa?"


"Tuh yang barusan keluar"


"Oh iya,baru tadi pagi"


"Orang mana pak?"


"Oh,siapa pak namanya"


"Halah tanya melulu kamu ini kayak tukang sensus"


"Yah pak,kan siapa tahu jodoh"


"Kamu ini Aryo,sama si Nita aja belum kelar ini udah mau cari mangsa lagi"


celetuk Joni pengunjung kedai kopi lainnya


"Tau tuh si Aryo,dasar kadal buntung"


Setelah mendapatkan makanan, Anin buru-buru kembali ke kost kebetulan pak Khoir yang sedang membuang sampah menyapanya


"Dari mana mbak?"


"Oh ini pak beli makan"


"Kenapa gak pesan Grab saja?"

__ADS_1


"Saya belum isi Ovo pak"


"Oh,anak sini biasanya kalau pada males keluar makannya pada pesan Grab"


"Iya pak,besok saya isi Ovo dulu"


"Ya sudah atuh neng buruan masuk di sini banyak kadal"


"Ah masak sih pak?"


"Iya kadal buntung"


"Pak Khoir ini bisa saja,kalau begitu mari pak saya duluan"


"Iya neng mari"


Anin buru-buru menyantap nasi goreng yang ia beli di gang depan tadi,karena sudah tidak tahan sedari siang tadi ia belum makan. Setelah selesai ia segera mengambil ponselnya dan betapa terkejutnya Anin mendapatkan lima belas panggilan tak terjawab dari nomer yang tak ia kenal.


"Siapa ini kok Telpon terus"


Gumam Anin


Namun baru saja Anin meletakkan ponselnya tiba-tiba nomer itu menghubungi lagi,Anin segera mengangkatnya siapa tahu penting


"Halo,siapa ini?"


"Malam nona Anin,maaf menggangu waktunya. Saya Fika dari PT.Mulya Agata,mau menginformasikan bahwa besok pagi nona harus standby di ruangan manager pukul 07.00 tepat"


"Oh,baiklah terima kasih atas informasinya nona Fika"


"Apakah anda sudah tahu dimana lokasi PT.Mulya Agata?"


"Untuk lokasinya saya sudah search di map,kebetulan saya sudah sedikit tahu jalannya"


"Baiklah kalau begitu nona Anin,saya harap anda bisa datang tepat waktu"


"Baik saya usahakan"


"Selamat malam"


"Malam"


Anin menutup telfonnya dan menatap jam yang sudah hampir menunjukkan pukul 20.00 ia segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu,ia segera menunaikan sholat isya dan pergi tidur agar besok bisa datang tepat waktu melihat besok adalah hari pertamanya ia sebagai seorang karyawan.

__ADS_1


__ADS_2