CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 62


__ADS_3

"Selamat datang kembali Anin"


ucap tuan Marwan


"Terima kasih pak"


"Bagaimana? masih nyaman di sini bukan?"


"Iya benar pak"


"Baiklah kalau begitu selamat bergabung kembali,selamat bekerja"


Anin kembali pada kerjaannya yang baru hanya saja kali ini ia menempati sebagai admin gudang,kerjaanya bareng dengan para cowok-cowok yang siap untuk menemaninya setiap saat.


"Akhirnya bisa melihat mbak Anin lagi"


sapa Budi


"Pak Budi memangnya tidak bosan lihat saya terus?"


"Duh mbak,kantor sehari tanpa mbak Anin serasa hampa"


"Bisa saja pak Budi ini,kalau begitu tolong bantuannya ya pak kalau ada yang salah dengan saya mohon di ingatkan"


"Baik mbak,membantu memperjuangkan rumah tangga kita juga boleh"


"Ingat anak istri di rumah Bud"


ucap pak Ayok yang menegurnya juga


Perlahan-lahan Anin dapat melupakan rasa kecewanya setelah bekerja di sana,tak hanya itu teman-temannya juga ikut menghibur dikala Anin merasa kesepian.


Sepulangnya dari kerjaan,Anin dan Putri memutuskan untuk berbelanja di supermarket. Mereka membeli beberapa kebutuhan rumah dan dapur untuk satu bulan kedapan,tak sengaja waktu di kasir mereka bertemu dengan Diana yang juga sedang berbelanja.


"Nona Anin"


sapa Diana yang terkejut


"Nona Diana"


"Nona Anin kapan kembali ke Jakarta?"


"Belum lama ini"


"Nona Anin bekerja di sini?"


"Iya nona Diana,nona Diana sendiri sedang apa di sini?"

__ADS_1


"Ini saya berbelanja beberapa kebutuhan rumah,oh ya mampir kapan-kapan apartemen saya ada di dekat sini kok"


"Terima kasih nona Diana"


"Oh ya,kamu sudah dengar tuan Faren?"


"Maaf nona,sebaiknya kita tidak usah membahas hal itu lagi"


"Loh kenapa?"


"Saya rasa,hubungan saya dengan tuan Faren sudah tidak perlu di lanjutkan kembali. Dan mengenai pembicaraan kita tentangnya sebaiknya di buang jauh-jauh saja"


"Maafkan saya nona Anin,tetapi sepertinya anda perlu tahu tentang yang satu ini"


"Cukup,saya tidak mau mendengar apa-apa lagi soal dia. Tolong nona Diana,mengertilah sedikit"


"Maafkan saya nona Anin,saya tidak bermaksud membuat anda merasa tidak nyaman"


"Kalau begitu kami permisi"


ucap Anin yang meninggalkan Diana di kasir


Sepanjang perjalanan menuju kontrakan Anin hanya diam saja,Putri jadi bingung kenapa dengan sengaja Diana justru membuat sahabatnya itu kembali sedih seperti sekarang. Padahal ia tahu kalau bosnya sudah begitu membuat kecewa Anin,sampai-sampai ia begitu benci dengan laki-laki tersebut.


Sesampainya di rumah Anin langsung membersihkan diri dan berdiam di kamarnya,Putri yang selesai memasak meminta Anin untuk keluar ke meja makan. Namun setelah berulang-ulang di panggil tak mendapatkan jawaban apapun,hingga Putri menghampirinya ke kamar ternyata Anin tengah tertidur dengan selimut yang basah karena air mata.


"Kamu kenapa Put?"


"Nin,di depan ada....."


"Ada apa?"


"Ada tuan Faren"


Anin terdiam sembari menatap ke arah pintu


"Kamu gak mau keluar untuk menemuinya?"


"Sebaiknya kita lewat pintu belakang saja"


"Tapi Nin"


"Kalau kamu tidak mau ya sudah,kamu lewat pintu depan aku lewat belakang. Aku tunggu di gang depan"


ucap Anin yang langsung berjalan menuju pintu belakang


Putri kembali ke depan sembari mengunci pintunya,tuan Faren kebingungan karena Anin tidak kunjung keluar

__ADS_1


"Kenapa pintunya di kunci? bukankah Anin belum keluar?"


"Ma maaf tuan,tapi Anin sudah berangkat dari tadi"


"Berangkat? saya sedari jam 07.00 berada di sini dan tidak melihat Anin keluar dari pintu"


"Anin lewat pintu belakang tuan"


Tuan Faren terdiam dan langsung masuk ke dalam mobilnya,ia pergi meninggalkan Putri yang masih berdiri di depan rumah. Tak lama ia segera menyusul Anin yang menunggunya di depan gang namun siapa sangka jika yang datang bukanlah Putri melainkan tuan Faren. Wajah Anin seketika berubah jadi ketakutan dan berusaha melarikan diri,namun karena tenaganya yang kalah jauh akhirnya tuan Faren berhasil menangkapnya


"Tunggu Anin"


ucap tuan Faren sembari memegang pergelangan tangan Anin


"Lepaskann"


ucap Anin kasar


"Saya mau bicara sama kamu sebentar"


"Sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan tuan"


ucap Anin sambil berusaha melepaskan tangannya dari tuan Faren


"Nin,saya bisa jelaskan semuanya"


"Lepaskan atau saya akan berteriak bahwa anda berbuat jahat pada saya"


Tuan Faren akhirnya melepaskan tangan Anin dengan raut wajah kecewa,melihat kesempatan itu Anin langsung berlari dan menghentikan taksi untuk mengantarkannya pergi.


Anin menghela nafas panjang begitu sampai di kantor,Putri menatapnya penuh khawatir dan menghampiri sahabatnya itu.


"Kamu gak apa-apa kan Nin?"


"Gak apa-apa pala loe peang? kenapa sih mulut kamu ini tidak bisa diam sebentar saja"


"Ya maaf,habisnya tuan Faren tatapannya galak banget"


"Tau deh,gara-gara kamu aku jadi kehilangan jam sarapanku"


"Maaf deh,sebagai gantinya makan siang aku yang traktir"


"Ah udahlah terserah"


"Nin maaf"


ucap Putri yang masih berusaha membuat sahabatnya tidak kesal.

__ADS_1


__ADS_2