CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 20


__ADS_3

Setiba di kantor Anin melihat buket lily yang ia bicarakan dengan Fina kemarin,meski bunga itu sudah sedikit layu namun aroma wanginya masih mampu menyebar ke seluruh ruangan. Tak kalah wangi mawar putih pemberian tuan Faren juga menghiasi meja Anin,lama kelamaan Anin akan merasa pusing mencium aroma-aroma bunga itu.


"Tok tok boleh aku masuk?"


ucap Fina yang sudah ada di depan pintu


"Hay Fin"


"Low kenapa? kok kelihatan lesu gitu?"


"Hah,enggak kok"


"Low belum makan ya?"


"Udah tadi"


"Terus kenapa kayaknya lesu banget gitu?"


"Gua mau buang bunga-bunga ini tapi takut aja tuan Faren lihat"


"Ya janganlah,taruh kek di vas. Gua kalau jadi low udah seneng banget tuh gak perlu pakai pengharum ruangan lagi"


Tiba-tiba tuan Faren masuk ke dalam ruangan Anin,sontak membuat Fina kaget dan buru-buru keluar


"Maaf tuan"


"Anin saya mau ngomong sama kamu"


"Iya pak?"


"Waktu itu kamu sempet lihat gak buku catatan saya di atas meja?"


"Buku tuan? enggak saya gak lihat"


"Aduh dimana ya?"


"Kalau boleh tahu warnanya apa tuan?"


"Merah,buku itu penting banget karena berisi semua catatan tentang apa yang di sukai Khloe dan tidak"

__ADS_1


Seketika Anin terdiam, bisa-bisanya orang tua sendiri gak paham sih tentang anaknya.


gumam Anin dalam hati


"Mungkin tuan mau saya bantu cari?"


"Boleh,saya tunggu diruangan ya"


"Baik tuan"


Anin membereskan bunga-bunga di atas mejanya lalu segera pergi ke ruangan tuan Faren yang ada di depan ruangan miliknya. Namun setiba di sana ia justru melihat tuan Faren tengah bersantai sembari menikmati segelas Wine di tangannya


"Tuan,apakah bukunya sudah ketemu"


"Belum,gak perlu di pikirkan sebaiknya kamu duduk kemari"


"Ada apa ya tuan? bukankah tuan menyuruh saya kemari untuk membantu mencari buku catatan anda?"


"Duduklah bersantai disini sebentar Nin,apa kamu tidak lelah bekerja terus menerus"


"Maaf tuan sebelumnya,tapi jika memang tidak ada yang harus saya lakukan saya permisi kembali ke ruangan"


"Tu tuan apa yang anda lakukan?"


"Diam lah seperti ini sebentar saja"


"Ta tapi tuan"


Bola mata coklat itu menatap tajam ke arah Anin,sejenak jantung Anin berdetak sangat cepat. Tatapan dingin itu sangat membakar perasaannya,Faren butuh wanita untuk memberinya perhatian lebih. Sudah lama sejak ia berpisah dengan istrinya ia tak pernah merasakan sentuhan wanita lagi,namun tiba-tiba Diana masuk dan mengejutkan Anin yang masih berada di pangkuan tuan Faren.


"Maaf tuan saya tidak tahu kalau ada nona Anin"


"Oh nggak apa,ada apa Di?"


"Hari ini anda ada jadwal tambahan di sekolah tuan Khloe"


"Oh iya,aku hampir lupa tadi"


"Maaf tuan saya permisi,maaf nona Diana ini semua gak seperti yang anda lihat"

__ADS_1


"It's okay Nona Anin saya paham situasinya kok"


Anin keluar dari ruangan tuan Faren dengan sangat canggung,ia takut jika Diana berfikir yang bukan-bukan tentang dirinya. Namun justru sebaliknya Diana memberikan kode okay pada tuan Faren tanda ia setuju dengan apa yang barusan di lihatnya. Ternyata diam-diam Diana membantu tuan Faren untuk lebih dekat dengan Anin,dia tahu betul bahwa bosnya tersebut sudah jatuh hati kepada Anin sejak awal bertemu dulu.


Anin menepuk-nepuk pipinya dan merutuki dirinya karena mau saja mengikuti tuan Faren yang entah apa maksudnya itu, tiba-tiba tuan Faren masuk pada saat Anin masih terus merutuki dirinya.


"Kamu tenang saja,Diana gak akan cerita ke siapapun"


"Tuan,sejak kapan anda berdiri di situ?"


"Sejak kamu bilang kalau kamu takut Diana mengatakan hal ini pada orang lain"


"Astaga,tuan ada apa lagi?"


"Aku mau kamu ikut ke sekolah Khloe"


"Saya tuan?"


"Iya kamu"


"Untuk apa?"


"Hari ini ada acara perpisahan sekolah,karena sebentar lagi Khloe akan naik ke sekolah dasar. Dia ingin sekali orang tuanya hadir tetapi mantan istri saya terlalu sibuk dengan dunianya sendiri,jadi maukah kamu menemani saya datang ke acara sekolah Khloe?"


"Saya tuan? tapi apa saya pantas menemani tuan dan berada di sana?"


"Pantas atau tidak bukan orang lain yang menilai,tetapi diri saya sendiri"


"Baiklah jika memang itu pekerjaan saya sebagai asisten pribadi tuan"


"Okay,lima menit lagi saya tunggu di bawah"


"Baik tuan"


Anin merasa bingung dengan situasi ini,kenapa tuan Faren dengan santainya meminta dia hadir sebagai pengganti istrinya. Anin merasa tidak pantas sekaligus minder jika nanti di sana orang-orang mengatainya perempuan tidak tahu diri,tetapi demi pekerjaan ia tetap harus melakukan itu semua.


Anin turun dan menemui tuan Faren di lobby,sebelum ke sekolah Khloe tuan Faren mengantarkan Anin ke madam Madona untuk mendapatkan gaun yang cocok sesuai tema acara nanti. Setelah setengah jam akhirnya Anin siap,dengan balutan gaun hitam ia nampak seperti seorang istri mafia dan lebih tepatnya calon istri pengusaha kaya.


__ADS_1


Tuan Faren menatap Anin tanpa berkedip, seolah-oleh ia membayangkan bahwa perempuan dihadapannya ini adalah istri sekaligus mama untuk Khloe. Namun takdir siapa yang tahu kalau kedepannya nanti mereka akan benar-benar bersatu menjadi pasangan sejati.


__ADS_2