CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 71


__ADS_3

Anin tertidur cukup lama hingga tidak menyadari hari sudah beranjak sore,matahari mulai meninggalkan sang langit dan pergi ke tempatnya. Anin menguap sembari berjalan menuju kamar mandi,setelah selesai membersihkan diri ia berganti baju dan bersolek untuk menyambut kedatangan pujaan hatinya.


Anin turun menuju lantai bawah dan melihat para pelayan sibuk menyiapkan makan malam,sementara Uno dan para anak buahnya masih tetap berjaga di luar sana.


"Nona Anin,anda tidak makan siang hari ini. Apakah nona mau saya buatkan jus"


ucap salah satu pelayan


"Tidak usah mbok,saya sedang tidak nafsu makan saja"


Anin berjalan mengelilingi rumah itu sejak pertama tuan Faren membawanya kemari ia belum pernah sekalipun berkeliling dan melihat-lihat di sekitar. Ternyata vila itu terdapat di tengah-tengah hutan yang sedikit jauh dari akses jalan utama,pantas saja udaranya masih asri dan sejuk. Anin duduk di samping kolam dan memasukkan kakinya ke air,sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi meniup rambutnya.


Tak terasa waktu sudah berjalan begitu cepat,sekarang jam sudah menunjukkan pukul 18.00. Anin masuk ke dalam rumah dan meminta agar pelayan memberitahunya ketikan tuan Faren tiba nanti. Sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya,Anin membayangkan jika nanti ia akan tinggal dirumah itu bersama tuan Faren dan juga Khael. Meski sempat ragu akan keseriusan laki-laki setengah baya itu namun kini Anin telah memantabkan hatinya sepenuhnya hanya untuk tuan Faren.


Anin duduk di sofa depan tv yang ada di kamarnya sambil memakan anggur yang pelayan sediakan,tiba-tiba seorang pelayan masuk


"Maaf nona"


"Apakah tuan Faren sudah datang?"


tanya Anin dengan semangat


"Belum nona,barusan tuan Faren menelfon dan meminta agar anda duluan makan malam tanpa perlu menunggunya"


"Tidak,aku mau menunggunya sampai pulang"


"Tapi nona,sedari siang anda belum makan apapun. Jika nona kenapa-napa tuan akan menghukum kami"


Anin terdiam sesaat dan teringat kembali dengan kejadian seorang pelayan yang ceroboh dan membiarkannya kabur dulu.


"Baiklah,nanti saya akan turun"

__ADS_1


"Biar saya bawa kemari untuk anda nona"


"Tidak perlu,saya tidak terbiasa di layani seperti ini. Kalau begitu saya akan turun sekarang"


Anin dan pelayan tersebut turun menuju meja makan,semua menu makanan sudah tersedia di sana. Anin mengambil secentong nasi dan sayur serta melahapnya tanpa semangat,kemudian setelah itu ia meneguk habis air putih yang ada di gelas kemudian pergi meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya.


Ia kembali duduk di depan televisi,berharap tuan Faren segera kembali. Namun siapa sangka jika mata Anin tidak dapat di ajak bekerja sama,ia tertidur dan entah pada pukul berapa terdengar suara mobil di halaman rumah. Salah satu pelayan yang merupakan kepala dari pelayan yang lainnya menyambut kedatangan tuan Faren


"Malam tuan"


"Malam mbok, Anin dimana?"


"Nona Anin ada di kamarnya tuan"


"Dia sudah makan?"


"Sudah tuan meski hanya sedikit,sepertinya nona tidak begitu berselera hari ini"


"Baik tuan"


Tuan Faren berjalan menaiki anak tangga,sesampainya di kamar ia melihat perempuan yang begitu di cintainya terbaring di atas sofa. Tuan Faren tersenyum dan mendekatinya,ia usap lembut paras Anin yang begitu sejuk dan mencium keningnya. Tuan Faren menggendong Anin menuju tempat tidur dan meletakkannya dengan sangat hati-hati,setelah itu ia meninggalkan Anin dan pergi membersihkan diri.


Setelah selesai tuan Faren memainkan ponselnya di depan televisi dan beberapa saat segera menyusul Anin ke atas tempat tidur,ia memeluk tubuh mungil Anin dan ikut memejamkan matanya.


Keesokan harinya Anin terbangun dan mendapati tuan Faren yang ada di sampingnya,ia tersenyum sambil memandangi wajah tuan Faren. Tiba-tiba Anin salah tingkah saat tuan Faren membuka matana dan menatap Anin


"Morning sayang"


ucap tuan Faren


Anin tersenyum dan bangkit dari posisinya,ia duduk dengan bersender pada tempat tidur. Sementara tuan Faren mencium tangan Anin lembut

__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar agar kita segera menikah"


ucap tuan Faren sambil menatap Anin


"Apa anda yakin akan hal itu?"


tanya Anin


'Yes sure,aku akan menjadikan kamu perempuan paling bahagia jika menjadi istriku nanti"


"Aku harap itu bukan sekedar bualan saja"


ucap Anin yang kemudian berdiri meninggalkan tempat tidur


Anin pergi menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya,ia menatap pada cermin sambil tersenyum. Kata-kata tuan Faren pagi ini benar-benar membuatnya seperti mimpi sampai-sampai tidak sadar sedari tadi tuan Faren menatapnya di depan pintu.


"Hari ini mami minta kita untuk sesi foto prewedd"


"Mami kamu?"


"Iya,dia yang mengatur semuanya tentang pernikahan kita. Namun tetap saja itu semua atas persetujuan dari kamu"


"Aku akan sangat senang jika mami kamu mau ikut berperan dalam pernikahan ini"


"Okay,kalau begitu kamu segera siap-siap"


Tuan Faren meninggalkan Anin agar mandi dan bersiap,sementara ia menelfon beberapa urusan kantor dan meminta Diana untuk menghandel semua ini.


Setelah selesai giliran tuan Faren yang membersihkan diri,dengan kemeja biru membuat penampilannya begitu menawan hati bahkan Anin sendiri sempat terdiam karena penampilan itu.


Mereka berdua menikmati sarapan di meja makan sebelum akhirnya akan memutuskan untuk berangkat ke Jakarta untuk mengurus segala sesuatu persiapan pernikahan itu,bahkan Diego dan Diana sendiri menunggu kedatangan mereka di pesta lajang Anin besok. Mereka berdua menjadi saksi perjuangan tuan Faren dalam mendapatkan cinta Anin yang begitu keras kepala dan sulit di tebak. Setelah selesai makan,Uno menyiapkan mobil bosnya dan meminta para anak buahnya menaruh oper di bagasi,setelah semuanya siap tuan Faren dan Anin bergegas menuju Jakarta dengan di kawal Uno dan anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2