CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 26


__ADS_3

Anin kembali ke ruangannya kemudian duduk dengan lesu,ia terus memikirkan ucapan tuan Felix tadi. Ia merasa kehadirannya disini di anggap seperti pengganggu untuk keluarga tuan Faren,sampai-sampai Anin tidak menyadari jika tuan Faren sudah berdiri di pintunya sambil mengawasi dia.


"Ehem"


Suara tuan Faren membuat Anin terkejut


"tuan,apa ada yang bisa saya bantu?"


"Kamu kenapa Nin?"


"Saya enggak apa-apa kok tuan?"


"Tapi pikiran kamu seperti sedang kemana-mana"


"Oh enggak tuan"


"Sebentar lagi kita meeting loh,saya tunggu kamu di ruangan"


"Baik tuan"


Anin dan tuan Faren menjalankan meeting bersama,tak terasa meeting selesai tepat jam makan siang. Tuan Faren mengajak klien untuk makan siang bersama,mereka setuju dan memutuskan untuk makan siang diluar.


"Anin,kamu ikut ya"


"Tidak tuan saya makan di kantin saja"


"Loh nona Anin ayo ikut,lagi pula ini untuk merayakan kerja sama kita bukan?"


"Benar yang di katakan Mr.Katana"


"Baiklah jika itu adalah tugas saya"


Mereka akhirnya makan bersama di restoran sekitar kantor,setelah selesai tuan Faren dan Anin kembali ke kantor bersama. Di dalam mobil Anin hanya diam namun tuan Faren tahu betul bahwa ada yang sedang Anin pikirkan sekarang.


"Oh ya Nin,nanti sore kamu pulang bareng saya sekalian saya antar kamu madam Madona dan tunggu saya Di sana"


"Baik tuan"


Jam pulang kantor pun telah tiba,Anin yang mengingat perkataan tuan Felix berubah pikiran tentang ajakan tuan Faren untuk menghadiri acara pembukaan restoran temannya. Kebetulan Anin bertemu dengan Diana di lobby,ia segera menggandeng tangannya dan membawa Diana ke parkiran.


"Anin,kamu kenapa?"


"Nona Diana tolong bantu saya"


"Bantu apa?"


"Hari ini sepulang kantor tuan Faren mengajak saya datang ke acara pembukaan resto milik temannya"


"Terus?"


"Aku minta tolong supaya nona Diana mau menggantikan saya"


"Loh kan kamu yang di ajak"


"Saya mohon nona,saya ada beberapa hal yang harus di selesaikan"


"Tapi bagaimana saya bilang ke tuan Faren"


"Nona tinggal datang saja ke resto ini,nanti biar saya yang bilang ke tuan Faren"


"Hah okay,kalau gitu aku pulang dulu ya. Aku perlu bersiap juga kan"


"Terima kasih banyak nona Diana"


"Sama-sama"


Akhirnya Anin bisa bernafas lega,ia segera pulang agar tuan Faren tidak melihatnya. Namun baru saja beberapa langah keluar dari halaman kantor tuan Faren sudah menghubunginya


"Halo Anin,kamu dimana?"


"Tuan,kita nanti ketemu saja di resto ya.Saya ada urusan mendadak"


"Urusan apa?"


"Pribadi tuan,pokoknya tuan tunggu saja di sana saya akan datang"


"Okay,kamu beneran datang ya"


"Iya tuan"


Anin kembali bernafas lega,meski ia takut sekali untuk membohongi atasannya namun ini ia lakukan untuk menjaga martabatnya di mata tuan Felix.


Sesampainya di kos Anin melihat Diego yang sedang menyeruput kopi di depan televisi,kali ini Anin menyapanya


"Kamu tadi gak kerja?"

__ADS_1


"Enggak,kenapa?"


"Gak apa kok"


"Aku dapet proyek di Cirebon jadi aku tadi ke kantor cuma ambil dokumen"


"Jadi kamu pindah dong"


"Ya,mau gimana lagi ini udah tuntutan pekerjaan"


"Memangnya kapan berangkat?"


"Besok sore"


"Good luck ya"


"Kamu gak sedih gitu?"


"Sedih? sedih kenapa?"


"Karena gak akan ada yang gangguin kamu lagi"


"Apaan sih Die"


"Nin,untuk terakhir kalinya. Sebelum aku pergi kita dinner yuk"


"Dinner"


"Iya,untuk perpisahan kita"


"Em gimana ya? harusnya kita rayakan juga bareng nona Diana dan juga tuan Faren,mereka kan sahabat kamu juga"


"Mendingan gak usah aja Nin"


"Loh kenapa?"


"Mereka pasti sibuk mengurus rencana pertunangan"


"Pertunangan?"


"Iya,kamu gak tahu?"


"Enggak,emang pertunangan siapa?"


"Diana dan Faren"


"Jadi kamu beneran gak tahu,berita ini sudah booming sedari pagi. Kedua keluarga sudah menyetujui kalau mereka akan mengadakan pertunangan secepatnya"


"Oh,bagus deh. Lagipula tuan Faren sudah lama melajang"


"Muka kamu kenapa Nin? kok jadi kayak sedih gitu?"


"Ah enggak kok"


"Jadi gimana? mau gak dinner buat perpisahan kita?"


"Malam ini?"


"Tahun depan,iyalah malam ini besok aku udah pergi kali Nin"


"Okay,jam tujuh aku tunggu disini"


"Serius Nin kamu mau"


"Iya"


"Okay,kalau gitu aku siap-siap dulu ya"


Diego senang sekali meski ia merasa sedih karena harus berpisah dengan Anin namun ia tidak menyesal karena akhirnya ia bisa dinner dengan Anin di hari terakhirnya ia tinggal disitu.


Tepat pukul 19.00 tuan Faren sudah menunggu Anin di pintu masuk resto,ia sama sekali tidak bisa menghubungi ponsel Anin. Tak berselang lama Diana datang menghampiri tuan Faren,dengan muka kebingungan tuan Faren mencoba menyapanya.


"Diana,kok kamu bisa ada disini?"


"Iya tuan,nona Anin minta saya datang kemari untuk menggantikannya"


"Anin minta kamu kesini buat gantikan dia?"


"Iya tuan,katanya nona Anin ada urusan penting yang harus di selesaikan"


"Bisa-bisanya itu anak bohongin saya"


"Bohongin tuan gimana?"


"Tidak apa-apa sebaiknya kita masuk karena tidak enak juga kalau Reno menunggu kita"

__ADS_1


"Baik tuan"


Tuan Faren dan Diana di sambut baik oleh pemilik resto itu,yang tak lain tak bukan adalah teman satu kampus Diana dan tuan Faren dulu.


"Weh calon pengantin datang bareng nih"


ucap Reno


"Apaan sih No"


ucap Diana


"Lama kita gak ketemu Na"


"Iya ya,lama banget kamu pulang-pulang dari Eropa udah punya cabang banyak aja"


"Dedikasi dan kerja keras dong Na,masak mau kalah sama Faren terus iya gak bro"


Tuan Faren hanya memainkan ponselnya untuk menghubungi Anin,ia sama sekali tidak fokus dengan acara itu.


"Tuan,ini Reno"


"Sorry bro,gua lagi ngurusin klien"


"It's okay,gua tahu low sibuk kok bahkan suatu kehormatan low bisa datang kesini"


"Jadi gimana bisnis low lancar?"


tanya tuan Faren


"That's very good"


"Syukurlah akhirnya low berhasil di dunia kuliner"


"Yah seperti katamu kalau gak semua orang harus di dunia bisnis macam low,tapi gua akuin prestasi low tahun ini bikin gua tercengang bahkan keluarga gua sendiri sampai mengidolakan low sebagai anaknya"


"Apaan sih No"


"Oh ya,jadi kapan nih?"


"Kapan apa?"


"Pertunangan kalian"


"Pertunangan?"


tanya Diana bingung


"Loh bukannya kalian akan bertunangan pekan depan"


"Berita dari mana low,jangan mengacau deh"


ucap tuan Faren


"Kalian gak baca koran?"


"Di? what's wrong?"


"Saya juga tidak tahu tuan,hari ini saya tidak melihat koran ataupun media"


Reno membuka ponselnya dan memperlihatkan sebuah artikel berjudul "Pertunangan akbar konglomerat asal ibu kota" dengan sampul foto Diana dan juga Faren.


Diana dan tuan Faren sama-sama terkejut akan hal tersebut,bahkan ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.


"Diana,kamu tahu siapa yang membuat berita semacam itu?"


"Saya tidak tahu tuan,saya sendiri baru tahu ini"


"No,sorry kayaknya gua harus cabut deh. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan"


"Tapi Ren,ini aja acaranya belum di mulai"


"Sorry banget ya"


Tuan Faren dan Diana pergi dari acara itu,di dalam mobil tuan Faren seperti seorang yang di kejar seribu singa.


"Di,kamu coba cari tahu media mana yang menerbitkan artikel itu dan kamu jangan lupa cari tahu juga siapa yang menyuruh mereka"


"Baik tuan"


"Pantas saja Anin memintamu untuk datang,ternyata karena ini"


"Saya juga baru sadar tuan,saya sama sekali tidak enak pada nona Anin"


"Masalah itu biar saya yang jelaskan ke Anin,kamu saya antar pulang sekarang"

__ADS_1


"Baik tuan,sekali lagi saya minta maaf jika hal ini membuat hubungan tuan dan nona Anin justru semakin renggang"


"It's okay"


__ADS_2