
Di luar tuan Faren bertemu dengan Andrew lagi,mereka sedikit mengobrol perihal Anin
"Pak Faren...."
"Iya"
"Bisa kita bicara sebentar?"
"Iya,ada apa?"
"Pak Faren serius dengan Anin?"
"Saya tidak pernah seserius ini dengan perempuan"
"Baguslah kalau begitu,kemarin Anin sempat mengobrol dengan saya dan ibu tentang hubungannya dengan anda. Dia bilang bagaimana jika hubungan anda dan Anin berlanjut ke jenjang yang lebih serius"
"Lalu"
"Ibu dan saya sih menyetujuinya karena usia Anin sekarang sudah waktunya juga untuk menikah,tetapi saran saya alangkah baiknya jika ada pertemuan dua keluarga terlebih dahulu untuk memastikan langkah selanjutnya"
"Kamu tenang saja,saya sudah bilang ke orang tua saya jika Anin mau maka mereka akan segera kemari untuk melamar Anin"
"Bisa di atur kalau hal itu,tetapi sebaiknya pak Faren bicarakan lanjutnya dengan Anin dan segera memutuskannya"
"Oh ya Ndrew,nanti malam saya ijin mau bawa Anin ke kota. Boleh?"
"Silahkan pak"
"Mungkin jika kami kemalaman akan menginap tapi tenang saja saya tidak akan macam-macam kepada Anin"
"Baik pak,saya juga paham dan percaya kalau pak Faren tidak akan macam-macam pada adik saya"
"Okay,kalau begitu saya kembali dulu ke penginapan"
"Siap,"
Tuan Faren segera bergegas kembali ke penginapan,sesampainya di sana ia segera menghubungi Diana dan memintanya untuk mengirimkan satu orang kantor untuk menghandel proyek pembangunan desa Anin.
Sore saat akan menjelang maghrib tuan Faren sudah berada di depan rumah Anin,ia mengobrol dengan para tetangga Anin bersama Andrew dan bibinya. Anin keluar dengan memakai dress putih yang ia padukan dengan blazer,tuan Faren menatapnya tanpa henti sampai Andrew menggodanya.
"Secantik itu ya adikku,sampai pak Faren terpesona"
ucap Andrew yang membuat warga tertawa
"Kamu sudah siap?"
"Ya"
jawab Anin jutek
"Cie mbak Anin mau kencan ya?"
ucap para warga
"Enggak kok bu,cuma mau mengantar tuan Faren cari baju di kota"
"Oh kencan juga tidak apa-apa kok mbak"
sahut yang lainnya
"Kalau begitu kami permisi ibu-ibu"
ucap tuan Faren
Anin dan tuan Faren segera masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi,selama perjalanan Anin menatap ke luar jendela sambil menikmati suasana di sore hari.
"Kamu pengen kemana?"
tanya tuan Faren
"Kan tuan yang mau ngajak saya,kok malah balik tanya sih?"
"Ya mumpung saya mau ke kota jadi kamu mau beli apa?"
"Tidak ada sih tuan"
"Kalau begitu kita ke mall dulu ya,saya harus beli beberapa baju seperti yang kamu katakan ke warga"
"Iya tuan maaf"
__ADS_1
"Oh ya Nin,lusa saya kembali ke Jakarta"
"Hah? memangnya ada apa tuan?"
"Ya tidak ada sih,aku sudah memberikan proyek desa kamu ke salah satu karyawan aku. Lagi pula Khael pasti butuh saya,tidak enak kalau meninggalkannya terlalu lama"
"Iya juga sih tuan,lagi pula tuan sudah di sini hampir dua minggu. Jadi sebaiknya tuan pulang saja"
"Kamu tidak mau ikut?"
"Untuk apa?"
"Berarti kamu beneran tidak mau menjawab perasaan saya?"
"Boleh saya ngomong sesuatu?"
"Silahkan"
"Apa tuan bisa menjamin kalau saya menerima tuan maka kedepannya tidak akan ada rasa kecewa yang saya rasakan?"
"Kamu masih trauma?"
"Jujur saya takut kalau jika nanti perasaan saya akan di kecewakan kembali tuan"
"Nin,kamu percaya kan sama saya?"
"Saya percaya tuan tidak akan membuat saya kecewa,makanya saya berjanji pada diri saya sendiri untuk mencoba membuka hati dan menerima tuan"
"jadi kamu setuju?"
"Setuju apa tuan?"
"Untuk menjadi mami Khael?"
"Insyaallah saya setuju"
Tuan Faren menepikan mobilnya dan memeluk Anin,Anin sendiri terkejut karena mantan bosnya bisa sebahagia itu waktu mendengar jawabannya.
"Terima kasih Nin kamu sudah mempercayakan hati kamu ke saya,saya janji sampai kapanpun saya tidak akan membuat kamu kecewa"
"Terima kasih tuan"
"Oh ya mulai sekarang panggil saya Faren saja"
"Lalu? sayang? honey? cinta? atau daddy? seperti Khael"
"Sepertinya mas lebih cocok"
"No kita bukan kakak adik"
"Lalu tuan maunya apa?"
"Sayang"
"Malu tuan kalau sampai yang lain dengar"
"Baiklah terserah kamu saja"
"Okey pak Faren"
ucap Anin sambil tertawa
"Aninnnnn"
jawab tuan Faren yang kesal sambil melajukan mobilnya kembali.
Sesampainya di mall tuan Faren mengajak Anin untuk melihat-lihat beberapa produk baru,sementara itu tuan Faren meminta izin untuk ke toilet sebentar
"Sayang,kamu disini dulu ya"
"Kamu mau kemana mas?"
"Aku ke toilet sebentar,gak tahan lagi nih"
"Oh yaudah,aku tunggu sini ya"
"Iya"
Rupanya tuan Faren tidak ke toilet melainkan ke toko perhiasan,ia membeli satu buah kalung dengan liontin angsa yang cantik. Setelah selesai ia segera kembali menemui Anin yang masih memilah baju
"Kamu sudah selesai"
__ADS_1
"Hei mas,gimana kalau ini? kayaknya cocok buat kamu"
"Ya sudah,ambil aja"
Mereka kemudian pergi ke kasir dan memberikan beberapa potong baju yang Anin pilih untuk tuan Faren
"Loh kamu tidak beli"
"Enggak,baju aku banyak banget di rumah"
"Sudah beli saja,lagi pula kita ngapain sampai mall tidak beli?"
"Ini kan sudah"
"Terus untuk kamu?"
"Aku masih punya baju-baju bagus mas"
"okay lah kalau kamu kekeh begitu,berapa mbak?"
"Semuanya sembilan juta tiga ratus ribu rupiah tuan"
Tuan Faren menyodorkan kartu atm nya dan membayar itu semua,setelah itu mereka berdua kembali berkeliling lagi.
"Oh ya sayang,kamu pilihkan beberapa baju yang bagus untuk bibi dan kakak kamu"
"Nggak usah mas"
"Sudah tidak apa-apa,itu akan ku berikan sebagai kenang-kenangan. Kan lusa saya sudah tidak di sini lagi"
"Baikah"
Anin dan tuan Faren kembali menyusuri beberapa toko di mall tersebut,setelah selesai memilih diam-diam tuan Faren meminta kepada pelayan untuk mengeluarkan semua koleksi terbaru dan termahal yang ada. Ia meminta Anin untuk mencoba semua itu,meski Anin sempat menolak namun ia terpaksa mencobanya karena tidak ingin mendengar tuan Faren yang terus memaksanya.
Sesampainya di mall tuan Faren mengajak Anin untuk melihat-lihat beberapa produk baru,sementara itu tuan Faren meminta izin untuk ke toilet sebentar
"Sayang,kamu disini dulu ya"
"Kamu mau kemana mas?"
"Aku ke toilet sebentar,gak tahan lagi nih"
"Oh yaudah,aku tunggu sini ya"
"Iya"
Rupanya tuan Faren tidak ke toilet melainkan ke toko perhiasan,ia membeli satu buah kalung dengan liontin angsa yang cantik. Setelah selesai ia segera kembali menemui Anin yang masih memilah baju
"Kamu sudah selesai"
"Hei mas,gimana kalau ini? kayaknya cocok buat kamu"
"Ya sudah,ambil aja"
Mereka kemudian pergi ke kasir dan memberikan beberapa potong baju yang Anin pilih untuk tuan Faren
"Loh kamu tidak beli"
"Enggak,baju aku banyak banget di rumah"
"Sudah beli saja,lagi pula kita ngapain sampai mall tidak beli?"
"Ini kan sudah"
"Terus untuk kamu?"
"Aku masih punya baju-baju bagus mas"
"okay lah kalau kamu kekeh begitu,berapa mbak?"
"Semuanya sembilan juta tiga ratus ribu rupiah tuan"
Tuan Faren menyodorkan kartu atm nya dan membayar itu semua,setelah itu mereka berdua kembali berkeliling lagi.
"Oh ya sayang,kamu pilihkan beberapa baju yang bagus untuk bibi dan kakak kamu"
"Nggak usah mas"
"Sudah tidak apa-apa,itu akan ku berikan sebagai kenang-kenangan. Kan lusa saya sudah tidak di sini lagi"
"Baikah"
__ADS_1
Anin dan tuan Faren kembali menyusuri beberapa toko di mall tersebut,setelah selesai memilih diam-diam tuan Faren meminta kepada pelayan untuk mengeluarkan semua koleksi terbaru dan termahal yang ada. Ia meminta Anin untuk mencoba semua itu,meski Anin sempat menolak namun ia terpaksa mencobanya karena tidak ingin mendengar tuan Faren yang terus memaksanya.