CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 60


__ADS_3

Tak terasa hari sudah mulai pagi,matahari masuk dari celah jendela dan menerangi wajah cantik Anin. Ia menggeliat dan membuka bole matanya,tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya yang masih berada di tempat tidur. Anin melihat tubuhnya yang hampir telajang itu dan mengingat kejadian semalam,seketika wajahnya memerah karena malu. Ia tidak tahu bagaimana cara menghadapi tuan Faren ketika laki-laki itu sudah melihat apa yang ada pada dirinya,tiba-tiba suara pintu terbuka dan ternyata itu adalah tuan Faren yang baru kembali dari lari paginya.


"Kamu sudah bangun sayang?"


"Anda dari mana tuan?"


"Lari pagi sebentar"


"Semalam,kita tidak melakukan apa-apa bukan?"


"Menurut kamu?"


"Saya rasa tidak"


"Tentu tidak,karena saya berjanji untuk tidak menyentuh kamu sebelum ikatan kita menjadi sah"


ucap tuan Faren sembari berjalan menuju kamar mandi


Anin memungut bajunya dan memakainya kembali,ia duduk di tepi ranjang sembari melihat ke arah ponselnya yang mendapatkan pesan dari kakaknya.


"Selamat bersenang-senang"


ucap Andrew dalam pesan itu


Anin tersenyum karena kini Andrew sepenuhnya mendukung hubungan ini,tuan Faren keluar dari kamar mandi dan melihat perempuannya yang tersenyum menatap layar ponsel.


Ia menghampirinya dan langsung menunduk di atasnya,hal itu membuat Anin terkejut sekaligus terpesona melihat dada bidang tuan Faren yang basah karena air.


"Tu tuan"


"Kalau kamu sudah sah menjadi milikku nanti tidak akan ku biarkan kamu bisa duduk dan tersenyum seperti tadi ke siapapun selain saya"


ucap tuan Faren sambil mengecup kecil bibir Anin


Setelah selesai berganti baju dan Anin membasuh mukanya mereka segera turun dan check out,sebelum pulang tuan faren mengajak Anin untuk sarapan terlebih dahulu. Hari ini adalah hari terakhir tuan Faren ada di sana,besok ia harus sudah kembali ke Jakarta dan membicarakan rencananya untuk mempersunting Anin.


"Semalam kamu begitu ganas di atas meski awalnya sedikit malu,apakah sebelumnya kamu tidak pernah melakukan hal seperti itu?"

__ADS_1


tanya tuan faren kepada Anin di sela-sela makan


"Tidak,itu yang pertama kalinya tuan"


"Tapi kamu tidak terlihat amatir bagi seorang pemula"


"Lalu apakah saya harus terlihat amatir untuk hal seperti itu"


"Tidak,hanya saja saya tidak begitu yakin jika pemula seperti kamu bisa selihai itu. Kalau saja saya tidak memikirkan perasaan kamu pasti semalam saya tidak akan menahannya"


Anin tersenyum dan mencoba mengalihkan pandangannya ke makanan agar tuan Faren berhenti membicarakan hal tersebut


"I love you Nin"


ucap tuan Faren yang membuat Anin tersipu malu


"Tuan,apakah anda akan lama di untuk kembali ke sini lagi?"


"Kenapa memangnya?"


"Kamu tenang saja,secepat mungkin saya akan kemari dan membawa kedua orang tua saya untuk mempersunting kamu"


Anin tersenyum senang,setelah selesai sarapan mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Sesampainya di depan halaman rumah Andrew menyambut kedatangan mereka dengan senyum lebar,tak lupa tuan Faren juga memberikan bingkisan yang ia beli kemarin kepada Andrew dan bibi Anin sebagai hadiah perpisahan mereka.


Mereka senang karena akhirnya hubungan Anin dan tuan Faren terwujud,hal itu juga menjadi sebuah kebahagiaan untuk warga desa. Namun tidak dengan Gendhis anak pak kades yang justru menentang hal itu dan dengan terang-terangan akan meminta Anin untuk mundur.


Malam harinya saat Anin dan Andrew duduk berbincang di teras,tiba-tiba Gendhis datang dengan raut wajah yang muram


"Eh Ndhis tumben malam-malam kesini"


tanya Andrew


"Heh Anin,kamu berani-beraninya ya godain tuan Faren. Apalagi kata orang-orang sekarang kamu dan tuan Faren ada hubungan dekat"


"Memangnya kenapa kalau Anin ada hubungan dengan pak Faren?"


tanya Andrew yang berdiri di hadapan Gendhis

__ADS_1


"Saya suka sama tuan Faren,dan Anin tahu hal itu. Tapi kenapa bisa-bisanya kamu malah menggodanya dan merebut dia dari ku?"


"Mbak sebenarnya bukan maksud saya membohongi mbak,tapi saya dan tuan Faren sudah kenal sewaktu masih kerja di Jakarta"


"Halah,pasti kamu pakai guna-guna kan buat melet tuan Faren. Lagian kamu itu cuma lulusan SMA,gak pantas kamu jadi pendamping tuan Faren"


"Cukup ya Ndhis,kamu bisa menilai apapun soal keluarga kami tapi untuk melarang ini dan itu tentang Anin bukanlah hak kamu. Memangnya kenapa kalau Anin cuma tamatan SMA? mana pakai acara nuduh-nuduh pakai pelet lagi. Pasti keluarga kamu malu kalau tahu anaknya tidak punya sopan santun seperti ini"


"Mas sudah cukup,mbak Gendhis saya memang cuma tamatan SMA tapi attitude saya lebih baik dari sekedar seorang sarjana. Saya dan tuan Faren sudah berhubungan sejak lama dan akhir bulan ini ia juga bilang kalau akan membawa keluarganya kemari untuk melamar saya"


"Apa.....??? gak mungkin. Keluarganya pasti akan berubah pikiran setelah melihat siapa keluarga kamu,mereka akan malu kalau sampai punya menantu kampungan seperti kamu"


"Sebaiknya sekarang kamu pulang Ndhis,atau saya perlu telfon bapak kamu biar ke sini dan mengajarkan sopan santun kepada anaknya"


ucap Andrew


"Awas ya kalian"


ucap Gendhis yang kemudian pergi


"Nin,memangnya benar apa yang kamu katakan tadi?"


"Soal apa mas?"


"Kalau keluarga pak Faren akan ke sini"


"Iya,tuan Faren sendiri yang bilang kalau ia akan membawa keluarganya kemari untuk membicarkan soal hubungan kami"


"Baguslah,lebih cepat lebih baik apalagi sekarang di sini kamu punya pesaing macam Gendhis"


"Iya mas"


"Kalau begitu sekarang kamu masuk,sudah malam juga"


"Iya"


Anin pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar,ia merasa bahagia sekali karena perjalanan cintanya dengan tuan Faren akan segera berakhir di pernikahan. Sembari menatap foto tuan Faren ia tidur dan terlelap dalam mimpinya,di sana ia bertemu dengan tuan Faren yang memakai busana pengantin dan menunggunya di atas pelaminan. Saking bahagianya dan tak sabarnya Anin menunggu hari itu ia akhirnya terbawa samapi ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2