
Tepat pukul 06.30 Anin pergi ke kantor,jarak yang di tempuh hanya membutuhkan lima belas menit untuk sampai di PT.Mulya Agata.
Anin begitu terpesona setelah turun dari Grab dan mendapati ia berada di sebuah gedung perkantoran yang besar. Setelah menyelesaikan transaksinya Anin segera masuk ke kantor namun karena tidak memiliki kartu ID Anin tidak dapat mengakses masuk ke dalam loby. Kemudian salah satu seorang scurity menghampirinya
"Maaf nona,ada yang bisa saya bantu?"
"Oh iya pak,saya pegawai baru disini dan hari ini adalah hari pertama saya bekerja jadi saya butuh bantuan untuk bisa masuk ke sana"
"Mohon maaf,sebelumnya apakah saya bisa melihat surat keterangan bahwa nona benar karyawan sini"
"Ha? surat? saya sama sekali tidak di beri surat apapun"
"Jadi silahkan anda ke loby terlebih dahulu dan jelaskan masalah anda di sana"
ucap scurity itu agak ketus
Anin mengikuti arahan scurity tersebut dan pergi menuju loby
"Selamat pagi,selamat datang di PT. Mulya Agata dengan saya Helen ada yang bisa di bantu?"
"Maaf mbak,saya ini karyawan baru di kantor ini dan untuk melewati tempat itu harus menggunakan kartu akses. Jadi bagaimana caranya ya supaya saya bisa mendapatkan kartu akses itu?"
"Mohon maaf,nona ini siapa namanya?"
"Saya Anindita Maheswari"
"Nona Anindita Maheswari pertukaran karyawan?"
"Iya betul sekali mbak"
"Baiklah tunggu sebentar saya akan menelfon nona Fika yang mengurus hal ini"
"Baik mbak,makasih"
Tak berselang lama perempuan bernama Fika tersebut keluar dari lift dan menghampiri Anin yang masih stay berdiri di depan loby
"Nona Anin?"
"Iya saya"
"Maaf membuat anda menunggu lama,saya Fika yang semalam menelfon. Mari ikut saya ke ruangan Manager"
Anin mengikuti Fika ke dalam lift menuju lantai delapan,sesampainya di sana Anin di minta untuk duduk menandatangani beberapa berkas. Setelah selesai Fika mengantarkan Anin ke ruang kerjanya yang ada di lantai sepuluh,selama di lift Anin terus berfikir apa pekerjaan yang akan ia lakukan selama bekerja disini,jelas saja kantor ini begitu mewah dan besar dari pada kantor lamanya.
__ADS_1
"Silahkan nona,ini ruangan anda"
"Maaf,saya tidak salah masuk ruangan?"
"Tidak nona,memang ini ruang kerja untuk asisten pribadi CEO PT.Mulya Agata"
"Asisten Pribadi?"
"Iya nona,dan di depan anda itu adalah ruangan CEO. Ada yang ingin anda tanyakan lagi nona?"
"Kalau tugas asisten Ceo itu apa ya mbak? soalnya ini baru pertama kali saya jadi asisten pribadi CEO"
"Berikut adalah beberapa rincian tugas yang akan anda terima"
ucap Fika sambil menyodorkan satu dokumen berisi jadwal CEO perusahaan itu yang harus Anin hafalkan.
"Kalau begitu saya permisi nona"
"Makasih mbak"
Anin masih saja tidak mengerti,kenapa nasibnya bisa berubah secepat ini. Yang tadinya ia hanyalah admin kini naik pangkat menjadi asisten pribadi seorang bos. Benar-benar suatu perubahan besar dalam hidupnya,namun siapa sangka jika perubahan itu jugalah yang akan menentukan hidupnya.
Sementara itu tuan Faren dan Diana baru saja keluar dari lift menuju ruangannya,mereka mengobrol soal Anin yang akan memulai bekerja pada hari ini.
"Kamu sudah konfirmasi ke Fika kalau Anin akan mulai bekerja hari ini?"
ucap Diana sembari menunjuk Anin yang terlihat dari dalam ruangan kaca setengah transparant
"Bagus,setelah ini kamu hampiri dia dan jelaskan tugas-tugasnya"
"Baik tuan"
Diana segera menghampiri Anin yang masih saja terbengong dengan semua ini
"Pagi nona Anin"
"Nona Diana? anda kenapa bisa disini?"
"Saya bekerja disini juga sebagai sekretaris tuan Faren"
"Ja jadi ini perusahaan milik tuan Faren?"
"Iya nona,ini adalah salah satu perusahaan milik taun Faren"
__ADS_1
"Berarti saya disini untuk menjadi CEO tuan Faren?"
"Betul sekali nona,dan untuk tugas yang harus anda lakukan adalah seperti yang tertera pada map ini"
ucap Diana sembari menunjuk map kuning di atas meja Anin
"Tunggu-tunggu jadi hari ini aku harus memulai pekerjaan dengan membuatkan kopi untuk tuan Faren dan membawakannya ke ruangan dia"
"Betul sekali nona,dan perlu di garis bawahi jika tuan Faren tidak suka kopi yang terlalu manis dan air yang terlalu panas"
"Baiklah kalau begitu,akan saya buatkan dan hantarkan ke sana"
Anin sungguh tak menyangka jika atasannya sekarang ini adalah tuan Faren,laki-laki yang diam-diam memperhatikannya belakangan ini. Ia segera mengantarkan kopi yang telah selesai di seduh menuju ruangan CEO,sesampai di sana ia melihat tuan Faren sedang sibuk menelfon seseorang sembari melihat pemandangan dari kaca di besar yang ada di belakangnya.
"Permisi tuan,saya mau mengantarkan kopi"
ucap Anin lembut
Seketika Faren menutup ponselnya dan mengalihkan pandangannya kepada Anin
"Hey Anin,lama ya kita gak ketemu?"
Anin hanya tersenyum
"Bagaimana? apa kamu sudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru kamu? saya rasa kamu sama sekali tidak terkejut bahwa sekarang ada di perusahaan saya"
"Maaf tuan sebelumnya,apakah ini rencana tuan dan pak Marwan?"
"That good,dia membutuhkan dana untuk memperbesar perusahaannya dan saya membutuhkan seorang asisten seperti kamu. Jadi saya rasa saya setuju dengan pertukaran ini,sama-sama menguntungkan bukan?"
"Tuan,bukankah itu tidak sebanding dengan apa yang tuan berikan kepada pak Marwan?"
"Menurut kamu mungkin sekarang tidak sebanding,tapi nanti seiring berjalannya waktu kamu akan pahami. Oh ya siang nanti kamu ikut saya ketemu klien di hotel Ortiz sekalian makan siang"
"Bukankah biasanya nona Diana yang menemani tuan?"
"Ya sebelum saya punya asisten pribadi,setelah ada kamu ya harusnya kamu yang ikut bersama saya kesana-kemari"
"Baiklah tuan jika memang itu tugas saya sebagai asisten anda,kalau memang tidak ada lagi yang tuan butuhkan saya ijin permisi"
"Silahkan"
Faren tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Anin,hingga pintu itu kembali tertutup ia hanya tertawa sambil menyeruput kopi buatan Anin.
__ADS_1
...Diana...