CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 47


__ADS_3

Sementara itu tuan Faren dan yang lainnya berhasil masuk ke dalam vila,para anak buah Uno mengurus para penjaga sedangkan Adit,Uno,Putri,dan tuan Faren berpencar mencari keberadaan Anin. Saat itu Putri yang masuk dari pintu samping begitu terkejut melihat sahabatnya yang tergeletak bersimbah darah. Ia juga melihat Aryo yang duduk di hadapan Anin dengan wajah yang shock,Putri berlari dan menghampiri Anin


"Aninnnnnnn......."


teriaknya hingga terdengar oleh yang lain


Ia langsung memangku tubuh sahabatnya itu dengan penuh tangis


"Kamu apakan Anin? kamu jahat Arya"


teriak Putri


Melihat tuan Faren,Adit,dan Uno yang datang Aryo langsung lari kabur. Namun Uno dan anak buahnya mencoba mengejar sedangkan tuan Faren dan Adit mencoba menolong Anin.


Tak berselang lama terdengar sirine polisi dan Diana,Tasya,serta Diego datang. Melihat tuan Faren yang menggendong Anin mereka pun terkejut


"Apa yang terjadi dengan Anin Ren?"


"Kamu urus bajingan itu dan jangan sampai lepas"


ucap tuan Faren yang langsung membawa pergi Anin


Putri yang duduk di jok belakang terus menangis melihat darah dari kepala Anin yang terus keluar.


"Tuan lebih cepat tuan"


Adit dan Tasya mengendarai mobil Diego mengikuti tuan Faren ke rumah sakit sementara Diego,Diana,dan para polisi mengejar Arya bersama Uno dan anak buahnya.


Aryo yang tersudut akhirnya tidak bisa kabur,anak buah Uno menghajarnya secara bergantian hingga akhirnya polisi datang dan menghentikannya. Polisi kemudian membawa Aryo ke kantor untuk di amankan,sementara Diego meminta Uno dan anak buahnya mencari seorang dokter bernama Septi yang akan menjadi saksi karena telah membantu Aryo untuk menggugurkan bayi dalam kandungan Tasya secara paksa.


Setelah semua selesai Diego,Adit,Tasya,dan Diana segera pergi menyusul tuan Faren ke rumah sakit. Mereka sama paniknya saat melihat Anin yang tak sadarkan diri dengan kondisi yang memprihatinkan.


Di rumah sakit tuan Faren dan Putri menunggu di depan ruang IGD,dokter sedang menangani Anin di dalam. Adit yang melihat Putri yang menangis segera menghampiri dan memeluknya,ia tahu betapa khawatirnya istrinya itu kepada Anin sejak mendengar bahwa ia di culik.


"Sayang kamu sabar ya,pasti Anin tidak kenapa-napa"


"Kenapa Aryo sejahat itu mas,apa salah Anin padanya"

__ADS_1


ucap Putri penuh isak


"Dia pasti akan menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya sayang,kamu tenang saja ya"


"Gimana Anin Ren?"


tanya Diego


"Dokter masih di dalam dan mencoba memeriksanya"


Semua orang hanya dapat menunggu di depan ruang ICU,karena hari juga sudah malam tuan Faren meminta yang lainnya untuk mencari penginapan dan beristirahat.


"Kalian cari penginapan dan istirahat,biar Anin saya yang menjaga"


"Tidak tuan,saya akan tetap disini sampai dokter memberi kabar bahwa Anin baik-baik saja"


ucap Putri


"Tapi kalian sudah seharian ikut membantu mencari Anin dan pasti kalian lelah."


"pokoknya aku mau disini"


"Sayang yang di katakan tuan Faren benar,kita bisa bergantian menjaga Anin besok. Kita cari penginapan dulu ya biar tubuh kita fit dan besok fresh kembali saat bertemu Anin"


"Ya sudah kalau begitu,kalau ada apa-apa dengan Anin tolong kabari saya tuan"


"Tentu,oh ya Die. Kamu tolong carikan hotel untuk mereka semua ya,nanti aku transfer uangnya"


"Santai aja Ren,low benar-benar tidak mau aku temani"


"Tidak Die makasih,kamu sebaiknya jaga mereka"


"Okay kalau begitu kita pergi dulu"


Tuan Faren mengambil ponselnya dan menelfon Uno untuk memberinya perintah.


"Halo bos"

__ADS_1


"Kamu dimana?"


"Saya sedang dalam perjalanan ke Surakarta bos,tuan Deigo menyuruh saya mencari dokter bernama Septi yang katanya membantu proses pengguguran kandungan Tasya"


"Baiklah,kamu jangan lupa awasi Arya di kantor polisi sebisa mungkin orang itu harus mendapatkan hukuman setimpal dengan ini"


"Baik bos"


"Saya sudah transfer lima puluh juta untuk hasil kerja kamu hari ini beserta DP misi kamu sekarang"


"Baik bos terima kasih"


Tak berapa lama dokter keluar dari ruang IGD,tuan Faren langsung menghampirinya dan menanyakan kondisi Anin


"Dok bagaimana kondisi Anin sekarang?"


"Anda keluarga pasien?"


"Iya saya calon suaminya"


"Saat ini pasien dalam keadaan koma,benturan keras mengakibatkan kepala bagian belakangnya cidera parah di tambah lagi pasien kehilangan banyak darah. Untuk saat ini saya hanya bisa memberikan pertolongan sebaik mungkin tetapi pasien perlu melakukan operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya"


"Lakukan saja dok,lakukan yang terbaik untuknya"


"Tapi mohon maaf pak,rumah sakit kami ini belum memiliki alat yang memadai untuk melakukan tindakan tersebut.Jadi kami sarankan pasien di rujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan lebih lengkap peralatannya"


"Baik dok,tolong rekomendasi kan rumah sakit yang terbaik untuk menanganinya"


"Saya akan merekomendasikan dokter terbaik yang pernah ada dalam kasus ini,tetapi seperti yang bapak dengar jika operasi ini membutuhkan biaya yang sangat besar"


"Berapapun akan saya bayar asalkan calon istri saya selamat"


"Baiklah kalau begitu,besok bapak bisa urus dokumen pemindahan pasien di aministrasi"


"Terima kasih dok,apa sekarang saya boleh bertemu dengannya dok?"


"Lebih baik besok saja pak,sekarang pasien butuh kondisi yang lebih tenang"

__ADS_1


"Baik dok"


Tuan Faren terduduk lemas mengetahui Anin dengan kondisi yang begitu parah,ia semakin menaruh dendam kepada Arya dan keluarganya karena telah berbuat sejauh ini.


__ADS_2