CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 59


__ADS_3

Bunga mawar bertaburan di lantai jalan menuju masuk meja mereka,Anin begitu senang karena tuan Faren mengajaknya dinner malam ini. Sembari menikmati alunan musik,tuan Faren diam-diam menyematkan kalung di leher Anin. Sontak Anin terkejut dan ingin menangis


"Kamu suka?"


tanya tuan Faren


"Ini bagus sekali mas"


"Syukurlah kalau kamu suka,kamu tahu apa arti liontin angsa itu?"


"Tidak"


"Angsa merupakan lambang sebuah kesetian,saya harap kita akan sama-sama setia sampai kapanpun"


Anin tersenyum dan kembali menikmati makanan di hadapannya,malam itu menjadi malam paling berkesan di hidupnya. Namun tiba-tiba ia teringat akan Arya yang juga pernah mengajaknya makan malam setelah resmi jadian. Rasanya Anin begitu beruntung karena hal itu ia sekarang bisa bersama dengan laki-laki paling baik yang pernah ia temui.


Waktu pun begitu cepat berlalu,jam sudah menunjukkan pukul 22.00 tuan Faren dan Anin keluar dari resto dan segera melaju pergi. Tiba-tiba tuan Faren menghentikan mobilnya di depan lobi hotel dan membuat Anin begitu kebingungan


"Mas,kenapa kita ke hotel?"


"Saya sudah ijin ke kakak kamu,jadi tenang saja. Lagi pula saya tidak akan berbuat macam-macam"


"Tapi"


"Sudah ayo masuk"


Tuan Faren menggandeng tangan Anin,receptionis menyambut mereka dengan senyuman.


"Selamat malam tuan dan nona"


"Malam,mbak tadi saya sudah reservasi"


"Atas nama siapa tuan?"


"Faren Farigata"


"Sebentar saya cek dulu"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian


"Atas nama tuan Faren Farigata dengan kamar suite president sudah kami siapkan,silahkan kuncinya tuan"


"Terima kasih"


Anin dan tuan Faren masuk ke dalam lift di temani karyawan yang akan memandunya,di dalam lift tuan Faren memperhatikan Anin yang begitu gelisah sambil menggigit bibir bawahnya. Hal itu membuat tuan Faren merasa gerah dan salah tingkah,hingga akhirnya mereka sampai di lantai yang di tuju.


"Silahkan tuan dan nona"


ucap karyawan itu


"Terima kasih"


"Kalau ada yang di butuhkan silahkan telfon receptionis"


"Baik"


Tuan Faren menggandeng masuk Anin yang begitu tegang,tuan Faren mengunci pintunya sementara itu Anin memandangi gemerlap lampu kota di balkon. Semilir angin membuat rambutnya terurai seakan menarik perhatian tuan Faren,ia pelan-pelan mendekati Anin dan membelainya.


"Tuan"


ucap tuan Faren sembari memeluk tubuh Anin


Anin begitu tegang karena ini pertama kalinya ia dalam suasana serba canggung seperti ini,tuan Faren paham betul jika perempuan yang kini bersamanya masih belum sepenuhnya percaya pada dirinya.


"Kamu percaya kan sama saya?"


tanya tuan Faren


"Iya tuan"


Tuan Faren menggendong Anin dan meletakkannya di atas tempat tidur,ia membelai setiap inci bagian tubuh Anin sembari mengecupnya lembut. Perempuan itu seperti seorang penari yang sedang tidak terkendali,melenggokkan tubuhnya ke sana kemari menikmati belaian dari sang empunya.


Hingga sampai Anin berada di puncaknya dan menarik leher tuan Faren menghadap ke wajahnya


"Kenapa sayang?"

__ADS_1


"Aku mau"


Lirih Anin


Tuan Faren hanya tersenyum menyeringai dan mengecup bibir perempuannya itu,Anin semakin tak terkontrol dan mengganas


ia membalikkan tubuh tuan Faren dan sekarang ia yang berada di atasnya


"Wow easy baby"


ucap tuan Faren yang tak menyangka ternyata Anin lebih ganas darinya


Satu persatu kancing kemeja tuan Faren Anin lepaskan,sekarang dada bidang dan roti sobek laki-laki itu terlihat jelas. Bulu-bulu halus membuat dada bidang itu semakin terlihat menantang,Anin mencoba mengecup setiap sudutnya dan memburu seperti tidak makan selama beberapa hari. Tangannya mencoba membuka resleting dressnya dan dalam beberapa saat dress putih itu berhasil ia tanggalkan.


Saat Anin ingin membuka branya tiba-tiba tuan Faren menghentikannya


"Kenapa tuan?"


"Cukup Nin"


"Saya ada salah ya tuan?"


"Tidak,saya tidak mau kamu menginginkan lebih dari ini. Saya mau tapi saya berjanji untuk tidak menyentuh keperawanan kamu sebelum kita resmi menikah"


Anin terdiam malu dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut


"Maafkan saya tuan"


"Its okey,ini juga salah saya. Sebaiknya sekarang kita istirahat"


"Baik tuan"


Anin tidur di pelukan tuan Faren,di bawah selimut yang menjadi saksi awal mulai tumbuh perasaan ingin memiliki di antara keduanya. Mereka berdua terlelap dalam pikiran masing-masing,malam itu pun semakin romantis ketika hujan turun di pertengahan malam. Tuan Faren semakin erat memeluk perempuan yang bersamanya itu sembari terus mengatakan i love you dan membisikkan nya di telinga Anin.


Siapa sangka jika laki-laki yang tadinya cuek,dingin,bahkan arogan bisa luluh dengan gadis desa bernama Anin itu. Bahkan Tuan Faren sendiri sudah menyiapkan jadwal keberangkatan untuk kembali ke Jakarta dan membicarakan semua ini dengan orang tuanya agar segera mempersunting Anin sebagai istrinya.


Kini tidak ada lagi ketakutan kalau Anin akan menolak permintaannya menjadi pendamping hidupnya,yang tersisa sekarang hanya bahagia yang tidak akan ada habisnya di kehidupan mereka kedepannya.

__ADS_1


Tuan Faren sendiri menjamin kalau Anin akan selalu bahagia selama ia berada di dekat tuan Faren,karena selama ini perasaannya yang beku dan hancur karena masa lalunya bersama istri pertamanya membuat tuan Faren enggan mengenal perempuan sampai akhirnya Anin datang dan merubah suasana dari hatinya yang beku kini menjadi luluh dan begitu bucin kepada wanitanya itu.


__ADS_2