CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 38


__ADS_3

Arya terbangun lebih dulu dan mendapati mobilnya sudah berada di area pantai,namun Adit dan Putri entah kemana. Arya memandangi wajah Anin yang masih terlelap di bahunya,saat ia hendak mengusap lembut pipi Anin tiba-tiba dia terbangun. Anin menatap wajah Arya yang ada di hadapannya itu dan dengan keadaan sayup-sayup ia terbawa suasana.


Wajah mereka berdua semakin dekat dan hampir saja Putri membuka pintu dan membuat keduanya salah tingkah


"Hayoo kalian pada ngapain?"


teriak Putri


"Kita sampai mana Put?"


"Jakarta mas,tapi kita mampir ke resto dulu di tepi pantai. Tidak apa-apa kan mas?"


"Ya udah kamu pesan makan sekalian ya"


Anin dan Arya turun mereka sama-sama menuju toilet


'Mas Arya mau kemana?"


"Aku mau cari mushola,kamu kalau nyari toilet tanya aja sama waiters"


"Iya mas"


Anin memandangi punggung Arya yang menghilang menuju bangunan putih di pojok restauran tersebut,ia tersenyum melihat laki-laki yang selama ini ia kenal begitu ingat kepada sang pencipta.


Setelah Anin selesai dari toilet ia menghampiri Putri dan Arya yang duduk di bungalow tepi pantai


"Kalian kenapa gak ada yang bangunin aku sih?"


"Ya gak enak aja,lagian kamu sama mas Arya tidurnya pules banget"


"Oh ya kalian udah pesan?"


"Udah,tadi aku sudah pesankan juga buat kamu dan mas Arya"


"Permisi pesanan atas kak Putri dan kak Adit"


Ucap waiters yang sudah ada di depan mereka


"Spesial menu paket pasangan ya kak"


"Iya mbak,oh ya mbak sekalian tolong tunjukkan sama temen saya meja atas nama Anin dan Arya"


"Baik kak,mari ikut dengan saya"


"Loh kita gak semeja?"


tanya Anin pani


"Duh Nin,kasih kita waktu berdua gitu. lagi pula ini menu pasangan loh kan gak lucu kalau kita makan berempat"


"Ih kamu ya"


"Mari kak saya tunjukkan mejanya"


"Baik mbak"

__ADS_1


"Awas ya"


Putri dan Adit tertawa senang karena usaha mereka men comblangkan Anin dan Arya berjalan mulus,tak berselang lama Arya datang menghampiri mereka berdua


"Loh Anin mana?"


"Tuh di sana"


"Kok gak kalian ajak kesini"


"Kita tuh beda meja mas,aku sudah pesankan menu spesial buat kamu sama Anin"


"Kalian ini suka banget ya kayak gini"


"Udah bro mumpung kita baik loh merancang ini semua biar kamu dapat berduaan sama Anin"


"Oh iya mas jangan lupa,ungkapkan perasaan"


imbuh Putri


Arya berjalan menghampiri bungalo tempat Anin berada,ia melihat Anin yang tengah menikmati angin pantai di malam hari.


"Kamu capek ya?"


tanya Arya membuka percakapan


"Sedikit mas"


"Setelah sampai kontrakan langsung istirahat ya"


"Iya


"Iya mbak"


"Ini menu spesial pasangan ya,kalau ada yang kurang silahkan panggil kami di dalam"


"Terima kasih mbak"


Anin menatap hidangan yang ada di hadapannya,hanya ada satu piring steak,satu piring nasi goreng,satu piring kecil puding berbentuk love,satu gelas jus dengan dua sedotan menyatu dan satu gelas air putih.


"Astaga kenapa Putri kayak begini sih?"


ucap Arya


"Oh ya Nin kalau kamu suka sama makanannya kamu pesan lagi aja"


"Enggak mas udah ini aja"


"Serius,kalau kamu gak suka kita pesan lagi aja ya"


"Mas Arya aku gak apa-apa kok"


"Maafin Putri ya,dia bercandanya memang suka kelewatan"


"Ma Arya baik-baik saja kan?"

__ADS_1


"Iya,ayo kita makan kamu pakai sendok nya aku pakai garpu nya"


Mereka pun makan dengan cara masing-masing karena ini menu pasangan jadi hanya ada satu pasang alat makan.


"Oh ya mas,soal pertanyaan mas Arya semalam saya pikir ada benarnya juga jika saya mencoba untuk membuka hati"


Ucapan Anin sontak membuat Arya tersedak


"Mas Arya gak apa-apa?"


ucap Anin sambil menyodorkan air putih


"Tadi barusan yang kamu katakan apa tidak salah dengar saya?"


"Tidak mas,saya sudah putuskan untuk mencoba menerima kekurangan saya sebagai kelebihan dan membuka hati saya untuk mas Arya"


"Saya tidak lagi mimpi kan Nin?"


"Tidak mas,saya serius. Tadi pagi saya mendengar percakapan mas Arya dan bulek,saya yakin mas Arya akan menjaga dan tidak akan pernah membuat saya kecewa"


"Jadi kapan kamu mau di lamar"


"Mas aku mau kita lebih mengenal satu sama lain terlebih dahulu sebelum menuju jenjang yang lebih serius"


"Okay,aku setuju dengan kamu"


Mereka tersenyum bahagia dan melanjutkan makan malam sebelum akhirnya pulang,setelah selesai makan Arya mengajak Anin berjalan-jalan sebentar ke tepi pantai. Mereka bergandengan tangan dan bermain ombak sambil tertawa riang,Adit dan Putri yang melihat itu sangat terkejut


"Sayang,sejak kapan mas Arya dan Anin jadi sedekat itu?"


"Aku juga gak tahu sayang,apa jangan-jangan mas Arya udah mengungkapkan perasaanya"


"Lebih baik kita samperin aja mereka"


Putri dan Adit menghampiri keduanya dan langsung mengagetkan mereka berdua


"Cie yang udah jadian"


teriak Putri


"Jadian jadian apa sih Put"


sahut Arya


"Tuh buktinya berduaan bahagia gitu"


"Iya,kelihatannya sebentar lagi kita akan dapat undangan sayang"


ucap Adit


Putri menghampiri Anin dan memeluknya


"Aku senang banget Nin,akhirnya sebentar lagi kita akan jadi saudara"


Anin tersenyum sambil menatap mas Arya yang ada di belakang Putri.

__ADS_1


Kebahagiaan mereka berjalan dengan damai,hari-hari berlalu dan semakin lama kedekatan Anin dan Arya berkembang pesat. Kabar kembalinya Anin ke Jakarta juga sudah terdengar oleh Diego dan Diana,mereka ikut senang karena bisa bertemu lagi dengan Anin meski keadaannya tak lagi seperti dulu.


__ADS_2