CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 55


__ADS_3

Pasalnya semua karyawan yang bekerja membantu Anin dan bibinya sudah tahu betul bahwa sebelum kejadian ini tujuan tuan Faren kemari adalah untuk menemui Anin.


"Mbak Anin,orang sebaik tuan Faren kok masih di gantungkan begitu sih"


ucap Bu Mirna bagian memasak


"Iya mbak,kalau ibu masih muda pasti sudah ibu rebut itu tuan Faren dari mbak Anin"


sahut bu Tutik bagian perbumbuan


Anin hanya tersenyum mendengar mereka yang mencoba menggodanya,tak lama kemudian terdengar suara tuan Faren di depan rumah. Anin segera menghampirinya dan ternyata benar tuan Faren baru saja turun dari mobilnya.


"Tuan"


"Anin,kamu dari mana saja? sedari tadi saya mencari kamu"


"Tuan sendiri dari mana saja? saya pagi tadi mengantarkan sarapan ke penginapan,tetapi kata bu RT tuan sedang keluar"


"Oh iya,saya dan pak RT pergi ke sesepuh"


"oh ya tuan,sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan pada anda"


"Soal apa?"


"Bisa kalau kita bicarakan di tempat lain?"


"Kamu mau bicara dimana?"


Anin mengajak tuan Faren ke sebuah cafe sederhana yang ada di desanya,meski agak canggung karena para pengunjung dan beberapa karyawan memperhatikan mereka. Namun tempat ini lebih baik dari pada harus terlihat berduaan di tempat yang tidak sepantasnya.


Setelah memesan beberapa menu,Anin segera membuka pembicaraan


"Sebenarnya apa tujuan tuan datang kemari?"


"Tentu untuk menemui kamu Nin"


"Lalu kenapa mendadak tuan bekerja sama dengan perangkat desa untuk merencanakan pembangunan di desa ini?"


"Saya rasa desa kamu ini memang pantas untuk maju,selain para penduduknya yang punya keinginan dan semangat yang besar juga mereka bingung Nin mau di mulai dari mana. Karena tidak ada orang yang mau menjamin ataupun mendanai semuanya,anggaran pemerintah katanya juga sulit untuk turun"


"Saya menghargai niat baik tuan,tetapi saya rasa ini terlalu berlebihan. Selain itu tuan akan sering bolak balik kemari untuk mengurus ini dan itu"


"Bagus donk,jadi saya akan sering bertemu dengan kamu"


"Lalu pekerjaan tuan di Jakarta?"


"Kan ada Diana dan Diego,sekarang Diego aku naikkan pangkat bukan lagi kontraktor di lapangan tetapi cukup menyetujui dan menandatangani nya dari kantor saja. Kamu sepertinya tidak suka jika saya ada di sini?"


"Bukan begitu maksud saya tuan"


"Lantas? oh ya mengenai pertanyaan aku kemarin. Pagi ini saya sudah bicara dengan kakak kamu dan dia setuju jika saya mendekati adiknya"


"Jadi tuan sudah bilang ke mas Andrew?"


"Iya"


"Tapi bagaimana semudah itu mas Andrew menyetujuinya"

__ADS_1


"Entah"


Anin terdiam dan tak habis pikir kenapa kakaknya begitu mudah memberikan restunya,sementara kemarin saat Anin baru keluar dari rumah sakit ia adalah orang pertama yang menentang hubungan Anin dan tuan Faren.


"Kamu kenapa Nin"


"Oh tidak tuan"


"Ya sudah kalau begitu kamu buruan makan itu"


"Iya tuan,rencana kapan tuan akan kembali ke Jakarta?"


"Entah,saya juga masih ingin lama-lama di sini,udaranya sejuk dan saya suka"


"Bukannya kemarin tuan sempat demam ya gara-gara masuk angin"


"Mungkin penyesuaian lingkungan"


"Haaa.....????"


Tuan Faren tersenyum melihat Anin yang begitu terkejut akan keputusannya,ini pertama kalinya ia bisa senyaman ini bersama Anin setelah lika liku yang ia alami.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi,dan itu adalah panggilan dari maminya. Tuan Faren segera menjawabnya di hadapan Anin juga


"Halo daddy"


"Hay sayang,how are you?"


"I'm fine dad,daddy kapan pulang?"


"Uhumb"


"Kalau sama yang ini Khael kangen juga tidak?"


tuan Faren mengarahkan layar ponselnya kepada Anin


"Aunty Anin"


teriaknya


"Tuan kenapa malah di hadapkan ke saya"


"Tidak apa-apa,coba kamu sapa dia"


"Halo Khael"


"Halo Aunty Anin,aunty lagi sama daddy ya?"


"Iya sayang,kamu apa kabar?"


"Khael baik aunty,aunty Anin sendiri bagaimana?"


"Seperti yang kamu lihat aunty juga sehat sayang"


"Aunty lagi sama daddy ya?"


"Iya"

__ADS_1


"Dimana?"


"Emb dimana ya?"


"Aunty kapan main ke rumah lagi? Khael kangen main sama aunty"


"Iya maaf ya sayang,kan aunty baru pulang"


"aunty sudah sembuh?"


"Alhamdulillah sudah sayang"


Tiba-tiba nyonya Mega ikut bergabung dengan mereka


"Anin...."


"Tante,apa kabar"


"Kabar tante baik,kamu sudah sembuh?"


"Alhamdulillah tante"


"Jangan lupa untuk sering kontrol"


"Iya tante,sudah kontrol di rumah sakit sini"


"Oh ya kapan kamu mau ke Jakarta lagi??"


"Belum tahu tante,memangnya ada apa ya?"


"Ini loh opanya Khael tanya terus,katanya Faren mau jemput kamu tapi sampai sekarang tidak pulang-pulang"


"Oh gitu ya tante"


"Ya semoga saja hubungan kalian baik-baik saja ya,om dan tante berharap kalian secepatnya kembali ke Jakarta dan menentukan langkah selanjutnya"


"Hehe iya tante"


"Kalau begitu tante tutup ya Anin,salam buat keluarga kamu"


"Baik tante"


Anin mengembalikan ponsel tuan Faren dan melihat tuan Faren yang sedikit canggung


"Jadi tuan bilang ke orang tua kalau mau menjemput saya?"


"Tadinya memang begitu,tetapi kenyataannya butuh perjuangan lebih supaya kamu mau"


"Bukannya saya tidak mau tuan"


"Lalu apa Nin? masalah restu lagi? saya sudah membicarakan hal itu kepada kakak kamu dan dia menyetujuinya,sekarang tinggal kepada bibi kamu. Jika kamu mau maka secepatnya saya akan meminta izin pada beliau"


Anin terdiam,ia bingung harus menjawab apa sedangkan perasaannya sekarang masih terbayang-bayang dengan Arya.Ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi meski tuan Faren tidak akan mungkin melakukan hal senekat itu


"Sebaiknya kita pulang Nin,ada beberapa hal yang harus saya urus. Saya harap kamu memikirkan matang-matang perkataan saya tadi,ini terakhir kalinya saya meminta sama kamu. Jika kamu menolaknya lagi dan beralasan apalah itu maka saya akan berhenti untuk mengejar kamu"


Di dalam mobil Anin dan tuan Faren tidak berbicara sedikitpun,mereka hanya terpaku pada jalan karena akhir dari pembicaraan nya sudah selesai. Sesampainya di depan rumah Anin mengucapkan terima kasih dan segera masuk ke dalam rumah,sementara itu Andrew yang baru pulang dari mengambil perangkat catering mellihat mobil tuan Faren yang baru keluar dari halamannya.

__ADS_1


__ADS_2