CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 17


__ADS_3

Hari ini Diana menghubungi Anin atas perintah tuan Faren untuk tidak pergi ke kantor dulu hari ini,mengingat kondisi Anin yang baru saja pulih tuan Faren tidak ingin mengambil resiko apapun. Anin terpaksa mengikuti perintah atasannya dan berdiam diri di dalam kamar,ia merasa bosan karena tidak ada teman untuk sekedar ngobrol ataupun bercanda.


Akhirnya Anin memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke taman menghirup udara segar,baru saja Anin duduk di kursi taman tiba-tiba saja ada kejadian mengejutkan di hadapannya.


Tak sengaja seorang pengendara sepeda menyenggol seorang anak kecil hingga membuatnya terjatuh,Anin menghampiri dan berusaha menolong anak laki-laki yang tengah menangis akibat kejadian tersebut.


"Hay sayang,kamu gak apa-apa?"


Anak kecil itu hanya menangis sembari memegangi lututnya yang terluka,Anin berusaha untuk membantunya dengan meniup luka tersebut. Untung saja Anin membawa sebuah tissue dan menuangkan sedikit air minumnya untuk membasahi tissue tersebut kemudian membasuh kan pada luka anak tersebut.


"Aduh sakit tante"


ucap anak itu sambil merengek


"Tahan sebentar ya biar tante bersihkan,nanti kalau gak di bersihkan kumannya pada nempel di kaki kamu"


Tak berselang lama laki-laki yang menabraknya tadi datang membawakan plester dan alkohol


"Maaf kak saya sungguh tidak sengaja"


ucap laki-laki itu


"Its okay,lain kali lebih berhati-hati jika naik sepeda di taman"


"Baik kak,apa ada yang bisa saya lakukan lagi"


"Oh tidak perlu,anak ini biar saya yang urus"


Setelah selesai membersihkan luka dan membalutnya dengan plester anak itu berhenti menangis,pipinya yang chubby dan menggemaskan membuat Anin begitu senang.


"Siapa nama kamu sayang?"


"My name Khael"


"Khael? that good name"


"Thank you"


Tiba-tiba seorang suster dan pengawal datang menghampiri Anin dan anak tersebut,mereka terlihat cemas ketika mendapati luka di kaki Khael


"Ya ampun den Khael,apa yang terjadi sama aden?"


"Tadi dia gak sengaja kesenggol pengendara sepeda mbak,tapi gak apa-apa kok sudah saya obati"


"Terima kasih banyak ya mbak,saya gak tahu kalau nggak ada mbak pasti saya akan kena masalah besar"


"Iya sama-sama"


"Den Khael udah bilang makasih sama kakaknya?"


"Thank you sister"


"You are welcome honey"


"Mbak sekali lagi saya makasih banyak,dan saya permisi dulu"


"Iya hati-hati"


Khloe melambaikan tangannya pada Anin sebagai tanda perpisahan sebelum ia masuk ke dalam mobil dan pergi,Anin merasa senang bertemu dengan anak laki-laki sepintar dan menggemaskan Khael.


Tak terasa hari sudah menjelang petang,Anin memutuskan untuk pulang kembali ke kost sebelum malam. Sebelum sampai di kost Anin menyempatkan diri untuk beli makan malam,namun siapa sangka ia justru bertemu dengan Diego yang baru saja kembali dari kantor. Ia berhenti dan memarkirkan mobilnya,kemudian menghampiri Anin yang sedang menunggu satenya selesai di buat

__ADS_1


"Anin,kamu ngapain disini?"


tanya Diego yang membuat Anin terkejut


"Diego, kamu ngapain kesini?"


"Tadi aku lihat kamu dan aku berhenti buat menghampiri kamu"


Anin merasa ada yang aneh pada Diego belakangan ini,ia merasa tak nyaman jika terlalu dekat dengannya apalagi setelah ia mengungkapan perasaannya beberapa kali kepada Anin. Penjual sate memberikan pesanan Anin dan ia segera pergi dari situ


"Die,aku duluan ya"


"Ya udah bareng aku aja"


"Nggak usah kok,aku jalan kaki aja lagian deket juga kan"


"Udah gak apa,lagipula kita kan searah"


"Ah enggak usah Die,serius gua mau jalan aja"


"Nin,kamu gak lagi berusaha menghindar dari aku kan?"


"Em enggaklah buat apa coba?"


"Terus? sepulang kamu dari rumah sakit sepertinya kamu terus menghindar deh dari aku"


"Perasaan kamu aja kali"


"Jadi itu cuma perasaan aku aja ya? syukurlah deh kalau gitu"


"Ya udah ya Die aku jalan dulu?"


"Enggak gak usah,makasih"


Anin berjalan secepat mungkin agar Diego tidak mengejarnya,ia merasa harus sebisa mungkin menghindar dari Diego untuk kedepannya. Sikap Diego yang terlalu tiba-tiba membuat Anin sedikit ilfill dan mulai menjaga jarak.


Sesampainya di kost Anin segera masuk ke kamar dan membersihkan diri,rencananya Anin akan tidur lebih awal agar Diego tak menyambanginya ke kamarnya lagi.


Keesokan harinya ketika akan berangkat ke kantor,Anin mengendap-endap seperti orang yang ingin mencuri mangga. Ia melakukan itu semua agar tidak berjumpa dengan Diego lagi,untung saja misinya berhasil dan tiba di kantor dengan perasaan tenang. Para karyawan yang berpapasan dengan nya selalu menanyakan keadaan Anin perihal pasca tragedi lift kemarin,Anin merasa senang karena banyak orang dan teman-temannya yang masih sangat peduli padanya.


Tiba-tiba saja reception dan scurity menghampiri Anin dengan membawa sebuah buket mawar putih yang cukup besar.


"Mbak Anin ini ada titipan untuk anda"


"Ha? buat saya?"


"Iya mbak"


"Dari siapa?"


"Tuan Faren"


"Tuan Faren? ngapain tuan Faren ngasih buket bunga begini?"


"saya tidak tahu mbak,tadi tuan Faren hanya berpesan jika ada kiriman buket mawar putih tolong di berikan kepada mbak Anin"


Anin akhirnya menerima buket itu meski banyak tanda tanya di dalam benaknya tentang maksud tuan Faren memberikan mawar putih kepadanya. Anin menjadi sorotan pada karyawan bahkan gosip tentang kedekatannya dengan tuan Faren makin menyebar luas.


Tak mau ambil pusing Anin segera naik lift menuju ruangannya,namun kali ini ia meminta scurity untuk mengantarkannya karena takut hal seperti kemarin terjadi kembali. Setelah sampai di ruangannya Anin meletakkan bunga itu di meja dan segera memulai bekerja,beberapa dokumen menumpuk karena kemarin ia sempat cuti karena tragedi lift.


Fina yang heboh dengan gosip Anin dan tuan Faren menyambanginya

__ADS_1


"Hay Nin,gimana ? udah baikan?"


"Hay Fik,udah kok lagian cuma luka kecil"


"Luka kecil yang membawa perubahan besar dong pastinya"


"Apaan sih Fik maksud kamu?"


"Aku dengar-dengar tuan Faren sama kamu ada sesuatu ya"


"Sesuatu apaan sih Fik"


"Ya kayak yang anak-anak omongin"


"Emang apa yang di omongin?"


"Mereka bilang kalau antara kamu dan tuan Faren ada sesuatu yang spesial bukan hanya sekedar atasan dan bawahan tetapi lebih"


"Alah itu cuma gosip"


"Kalaupun nyata aku sih setuju aja,dibandingkan mantan istri tuan Faren masih mending kamu jauh tau"


"Loh,tuan Faren memangnya udah bercerai kok kamu nyebut mantan istri?"


"Iya,udah lama sekitar dua tahunan"


"Kok bisa?"


"Ceritanya itu panjang,pokoknya mantan istri tuan Faren itu cuma ngabisin duit aja bahkan anak mereka aja gak di urus. Sampai pada suatu hari saat tuan Faren perjalanan bisnis ke luar negeri eh sempat-sempatnya loh istrinya selingkuh di rumah padahal anaknya lagi sakit"


"Masak segitu jahatnya sih Fin?"


"Kamu gak percaya? tanya aja sama anak-anak lain. Hal kek gini udah bukan rahasia lagi"


"Terus sekarang anaknya ikut tuan Faren atau istrinya?"


"Untuk sekarang sih ikut mantan istrinya karena dia masih kecil dan butuh sosok ibu,tapi perjanjiannya kalau umur anaknya udah menginjak delapan tahun hak asuh akan otomatis jatuh ke tangan tuan Faren"


"Ribet ya ternyata masalah orang kaya"


"Uh itu sih gak seberapa belum lagi masalah harta gono gini yang di tuntut mantan istrinya,pokoknya amit-amit deh"


"Udah deh Fin kenapa jadi ghibah gini sih?"


"Iya lupa,padahal aku kesini mau ngasih ini ke kamu"


"Apa itu?"


"Ini dokumen penting yang harus segera tuan Faren tanda tangani"


"Taruh aja disitu nanti kalau tuan Faren datang biar aku minta tanda tangannya"


"Oke deh,semangat ya memperjuangkan tuan Faren"


"Apaan sih Fina"


Fina pergi keluar dari ruangan Anin sembari tersenyum mengejek,kayaknya seluruh karyawan mendukung kedekatan Anin dengan tuan Faren kecuali satu yaitu Diego. Begitu mendengar bahwa Anin pagi tadi mendapat kiriman bunga membuat Diego begitu kesal,ia tak ingin kalah dan memesan buket lily putih untuk di hantarkan ke ruangan Anin.


...Mikhael ...


__ADS_1


__ADS_2