
Setelah sebulan lebih berada di rumah sakit akhirnya Anin hari ini di nyatakan sembuh dan boleh pulang,Andrew dan bibi Anin begitu senang karena mereka bisa kembali lagi ke kampung halaman. Pagi itu Anin dan keluarganya di antarkan ke stasiun oleh Putri dan Adit,namun sebelum berangkat Anin seperti mencari-cari sesuatu
"Kamu nyari apa Nin?"
tanya Andrew
"Put,tuan Faren tidak kesini ya?"
"Aku tidak tahu Nin,memang nya dari kemarin tidak mengunjungi kamu?"
"Kemarin sih tidak,tapi sebelum-sebelumnya datang kok"
"Mungkin sedang sibuk di kantor,sudah sebaiknya kita segera berangkat dari pada nanti kamu ketinggalan kereta"
"Iya Nin,kamu tidak kasihan sama ibu sudah kelelahan ngurusin kamu di sini"
sahut Andrew
"Ya sudah ya sudah sekarang kita pulang ya ndok"
ajak bibi Anin
"Iya bulek"
Akhirnya Anin terpaksa kembali ke kampung halamannya tanpa bertemu dengan tuan Faren terlebih dahulu,bahkan ia tidak bisa menghubunginya karena ponsel Anin rusak karena kejadian Arya dulu.
Setelah Anin dan keluarganya berangkat Putri dan Adit segera kembali ke kantor,di dalam mobil mereka membicarkan tentang kakak Anin.
"Sayang,kamu merasa tidak sih kalau kakaknya Anin itu seperti tidak suka sama tuan Faren"
"Ku kira perasaan aku saja Put"
"Dari cara bicaranya,dari tatapannya bahkan saat Anin di operasi sikap dia itu seperti dendam dan marah ke tuan Faren. Padahal kan harusnya dia berterima kasih,kalau tidak ada tuan Faren pasti Anin susah di temukan,terlebih lagi biaya operasi dan perawatan Anin kemarin terbilang tidak murah"
"Kamu benar,sepertinya banyak sekali ujian asmara mereka. Untung saja kisah cinta kita mulus-mulus saja"
"Harusnya kamu itu bersyukur punya istri yang memiliki keluarga utuh,coba seperti Anin aku tidak bisa bayangkan betapa perjuangan yang hebat bisa sampai di titik ini"
Setelah turun dari pesawat,tuan Faren segera menghubungi Diana untuk memesankan sebuah buket mawar putih untuk ia bawa menemui Anin. Saat itu tuan Faren yang baru kembali dari Bali untuk mengecek proyek pembangunan resort miliknya tidak tahu kalau hari ini Anin sudah keluar dari rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit,tuan Faren terkejut karena kamar tempat Anin di rawat kosong. Ia segera berlari ke pos jagadan bertanya dimana Anin berada
"Sus,saya mau tanya"
"Iya tuan silahkan"
"Pasien di ruang VVIP 1 A kemana ya?"
"Oh atas nama nona Anin ya tuan?"
"Iya benar"
__ADS_1
"Pasien sudah pulang tuan,tadi pagi keluarganya sudah menandatangani surat selesai perawatan"
"Pulang? kenapa tidak ada konfirmasi dari pihak rumah sakit ke saya?"
"Pihak keluarga pasien meminta agar tidak memberitahukan hal ini kepada siapapun kecuali keluarga inti pasien"
"Kalau begitu terima kasih"
"Sama-sama tuan"
Tuan Faren duduk sejenak di kursi tunggu,ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Putri.
"Halo tuan Faren"
"Halo Put,kamu tahu kalau hari ini Anin sudah keluar rumah sakit?"
"Iya tuan,tadi saya mengantarkan Anin dan keluarganya ke stasiun"
"Kenapa Anin tidak menghubungi ku?"
"Loh bagaimana caranya? sedangkan ponsel Anin kan rusak saat Arya menculiknya"
"Oh iya saya lupa,Anin tidak berpesan apapun ke kamu?"
"Tidak tuan,hanya saja tadi dia menanyakan kenapa tuan dari kemarin tidak mendatanginya"
"Astaga saya lupa,kemarin saya ada masalah dan membuat saya harus segera terbang ke Bali. Dan itu mendadak sekali jadi saya tidak sempat menjenguknya,kamu bisa beri saya nomer ponsel kakaknya?"
"Saya tidak punya tuan,saya saja bingung bagaimana cara menghubungi Anin nanti"
"Baik tuan"
Tuan Faren segera mengakhiri telfonnya dan meminta Diana menyiapkan tiket pesawat dengan tujuan kampung halaman Anin. Ia juga meminta agar Diana mengatur supaya salah satu mobil milik tuan Faren bisa ikut di angkut ke sana.
"Halo Na"
"Iya tuan"
"Dulu kalau tidak salah kamu pernah cerita kalau Anin punya bisnis di kampung halamannya"
"Iya benar tuan"
"Kalau boleh saya tahu bisnis apa ya?"
"Catering tuan,dia membuka bisnis itu bersama bibinya"
"Tolong kamu pergi ke dealer sekarang,kamu beli mobil yang biasanya di pakai untuk bisnis itu. Oh ya dan satu lagi,peralatan yang di gunakan dalam bisnis Anin,kalau sudah kamu kirimkan ke alamat yang saya kirim itu"
"Baik tuan"
"Dan satu lagi Na,kamu tolong handel beberapa pekerjaan kantor selama beberapa hari ke depan karena saya akan menyusul Anin ke kampungya"
__ADS_1
"Baik tuan"
Tuan Faren segera pergi ke bandara begitu mendapatkan tiket yang Diana pesan,tak lupa ia juga membawa salah satu mobilnya untuk di angkut menuju rumah Anin. Tak berselang lama setelah Anin sampai di rumah,ia baru saja istirahat dan tiba-tiba tuan Faren sudah berada di depan rumahnya. Andrew yang baru keluar dari pintu heran bagaimana bisa tuan Faren tahu kalau Anin sudah ia bawa pulang.
"Mau ngapain anda di sini?"
tanya Andrew dengan nada tinggi
"Saya mau bertemu dengan Anin"
"Anin sedang istirahat dan tidak bisa di ganggu"
"Kalau begitu saya akan mengunggunya"
"Sebaiknya anda pulang,saya rasa cukup di sini hubungan anda dan adik saya"
"Sepertinya anda tidak begitu suka dengan saya,kalau boleh tahu apa saya ada salah dengan anda?"
"Tidak dengan saya,tetapi saya rasa hidup adik saya selalu dalam bahaya semenjak mengenal anda. Cukup anda membuat adik saya seperti kemarin dan sekarang tolong tinggalkan dia"
"Saya tidak akan meninggalkan Anin apapun yang terjadi,saya cinta dengannya. Saya janji akan selalu berada di sampingnya dan menjaganya"
"Tidak perlu,saya tahu mana yang baik dan mana yang bukan untuk adik saya. Dan saya tidak suka laki-laki kota mendekati dan berhubungan dengan Anin apapun alasannya"
"Alasan anda itu tidak masuk akal hanya sekedar untuk membuat saya meninggalkan Anin,saya lihat anda tidak begitu welcome setelah kejadian kemarin"
"Anda tidak bisa berpikir? gara-gara anda Anin hampir mati bahkan semua itu karena laki-laki dengan ego luar biasa seperti kalian. Meski Anin bukan adik kandung saya tetapi saya sudah menyayangi nya seperti saudara kandung sendiri"
"Dan karena kalian bukan saudara kandung maka anda berusaha untuk menutupi perasaan anda kepada Anin di balik kata saudara"
"Apa maksud kamu?"
"Sudahlah tidak perlu di tutup-tutupi lagi,saya tahu anda dan Anin bukanlah sedarah. Anin adalah anak angkat dari teman ibu anda,bukan adik ibu anda. Dan diam-diam anda menyimpan perasaan terhadap Anin lebih dari sekedar adik"
"Bagaimana kamu tahu kalau Anin bukanlah anak dari adik ibuku?"
"Saya tahu semua tentang Anin,bahkan dia sendiri tidak tahu jika ibunya bukanlah keluarga kalian"
Andrew terdiam dan benar-benar tidak menyangka jika tuan Faren bisa sejauh ini mencari tahu tentang keluarganya. Tiba-tiba bibi Anin yang kembali dari swayalan datang
"Loh nak Faren,kok bisa ada di sini"
"Iya bu,saya langsung terbang kemari saat menengar Anin sudah di bawa pulang"
"Astaga,bukankah ibu sudah berpesan kepada perawat yang jaga agar nak Faren tidak begitu cemas dengan kondisi Anin"
"Pesan?"
"Iya,tadi saat saya menandatangani surat kepulangan Anin saya menitip pesan kepada salah satu perawat jaga"
"Oh mungkin tadi saya tidak bertemu dengannya bu"
__ADS_1
"Kalau begitu mari masuk"
"Iya bu"