
Sementara itu progres pembangunan Kantor dan gudang milik Arya telah selesai,rencananya pekan besok ia akan mengadakan peresmian kantornya itu. Ia meminta seluruh kerabat dan teman-temannya hadir,ia juga mengundang Diego yang telah berjasa dalam pembangunan gedung tersebut.
Malam itu sepulang dari mengecek gedung barunya,Arya mampir ke kontrakan Putri. Setiba di sana ia melihat Anin dan Putri yang baru pulang entah dari mana
"Hay...."
sapa Arya pada mereka
"Mas Arya,tumben kemari"
tanya Putri
"Iya nih gak ada kerjaan,kalian sibuk tidak?"
"Memangnya kenapa??"
"Kita makan malam di luar yuk"
"Suami aku belum pulang mas"
"Tungguin aja dulu sambil kalian siap-siap"
"Ya udah mas Arya masuk dulu"
ucap Anin
"Oh ya Nin,sabtu besok aku mau ajak kalian ke acara peresmian gedung baru aku"
"Boleh mas,kebetulan aku sih libur"
celetuk Putri
"Aku ke belakang dulu ya,mas Arya mau minum apa?"
"Air putih saja Nin"
Anin berjalan ke dapur sementara Putri dan Arya masih duduk di ruang tamu
"Mas Arya,kenapa sih gak coba utarakan perasaan mas ke Anin"
ucap Putri tiba-tiba
"Memangnya kenapa?"
"Mas Arya tuh serius tidak sih sama Anin,nanti kalau dia di tikung cowok lain baru tahu rasa"
"Udah itu gampang nanti"
"Mas Arya terlalu meremehkan deh"
gumam Putri kesal
Anin kembali dengan segelas air putih ia meletakkannya di meja dan pergi lagi
"Kamu mau kemana Nin?"
"Aku mau mandi dulu mas"
"Oh yasudah"
"Nin katanya mas Arya mau ikut"
teriak Putri yang berlari menuju kamarnya
"Heh gila kamu ya"
jawab Arya yang terkejut dengan ucapan Putri
Setelah selesai mandi Anin segera bersiap dan menghampiri Arya yang ada di ruang tamu,Arya yang memainkan ponselnya tersenyum melihat Anin yang begitu cantik.
__ADS_1
"Loh mas Putri kemana?"
"Di kamar,suaminya baru saja pulang"
"Oh,bagus deh jadi kita gak perlu menunggu lama-lama"
"Oh ya Nin,besok kamu di rumah kan?"
"Iya mas,kan aku juga belum dapat pekerjaan"
"Kalau begitu besok aku ke sini"
"Mau ngapain?"
"Kita ke butik buat nyari baju,sekalian aku mau nyari kemeja dan jas baru buat acara peresmian nanti"
"Iya deh,mas Arya mau jemput jam berapa?"
"Jam sepuluh gimana?"
"Okay"
"Cie yang berduaan"
celetuk Putri yang sudah ada di dekat mereka
"Put kamu udah siap?"
"Bentar nunggu mas Adit mandi,tidak sabaran sekali. Mau kencan ya?"
"Apaan sih Put"
"Mas Arya tadi budhe telfon"
"Ada apa?"
"Katanya lusa adik tiri mas Arya nikah"
"Budhe minta mas Arya pulang dan hadir di acara itu"
"Nggak"
"Tapi kan mas ini mama kamu sendiri kamu yang minta"
"Dia bukan mama aku setelah dia meninggalkan aku sepuluh tahun yang lalu demi laki-laki lain,ku kira papa yang jahat ternyata mama lebih jahat. Dia menelantarkan ku setelah menemukan suami baru,dan sekarang dia minta aku buat datang?"
"Hey mas,kok ngomongnya begitu? mau bagaimana pun dia tetap mama kamu."
"Nggak Nin,kamu gak tahu gimana rasanya saat aku lulus sekolah mama aku minta datang justru ia lebih memilih untuk datang ke acara kelulusan putri tirinya itu"
"Aku gak tahu mas gimana kehidupan kamu di masa lalu,tapi sekarang di masa depan aku tidak mau jika nantinya kamu akan menyesal karena terlalu menyalahkan mama kamu"
"Pliss Nin,jangan minta aku buat datang memenuhi undangannya"
"Kamu tidak rindu dengan mama kamu?"
Arya menatap Anin dan seketika ia menangis,kata-kata Anin yang bertanya soal kerinduannya pada sosok ibu membuatnya lemah,Anin mencoba menenangkan laki-laki di hadapannya itu dengan cara menepuk-nepuk punggungnya.
"Maaf jika perkataan ku menyinggung hati kamu"
"Nggak Nin,kamu benar. Aku rindu sekali sama dia,tetapi hubungan aku dengannya sudah tak lagi sama. Aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku katakan ketika bertemu dengannya nanti"
"Banyak mas,kamu bisa sekedar menanyakan kabar beliau"
"Okay aku akan datang asalkan kamu ikut"
"Tapi lusa kan kantor kamu sudah beroperasi,dan aku sudah bekerja."
"Aku pemilik kantor itu dan aku bisa memberi kamu izin kalau kamu mau"
__ADS_1
"E hemb,jadi mau curhat aja atau mau jalan?"
tanya Putri yang sudah siap dari tadi
"Oh iya hampir lupa,kita kan mau makan malam diluar. Kok malah jadi mellow gini sih"
"Kamu sih mas,gitu aja nangis"
Mereka akhirnya pergi makan malam bersama selama makan malam Putri dan Adit memperhatikan tingkah dua orang di hadapannya itu. Mereka baru sadar jika ada yang berbeda di antara keduanya,demi membuktikan kecurigaan nya itu setelah ini Putri akan mengajak mereka bermain ke sebuah mall.
"Habis makan kita ke mall yuk"
"Ke mall?mau ngapain Put?"
tanya Anin
"Yah bersenang-senang lah,jarang-jarang kan kita bisa keluar bareng gini. Apalagi mulai minggu depan kamu udah kerja"
"Oke deh,aku mau kalau mas Arya tidak keberatan"
"Ya sudah kita pergi"
ucap Arya
"Asyik"
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke mall sentral park,sesampai di sana Putri mengajak keduanya berfoto di foto both yang ada di mall tersebut.
"Eh lihat di depan itu ada event pasangan deh,kita ikut yuk"
"Enggak lah Put"
"Ayolah Nin,kita kan gak pernah ikut beginian. Apa salahnya kalau mencoba"
"Iya deh"
Saat hendak menuju ke sana tiba-tiba Arya berhenti di depan toko perhiasan,ia menatap ke salah satu etalase yang ada di sana.
"Kalian duluan ya,aku mau ke toilet dulu"
ucap Arya
"Oke jangan lama-lama"
Putri,Anin,dan Adit pergi menuju event tersebut namun Putri justru melihat pemandangan yang tidak menyenangkan,ya dia melihat tuan Faren sedang berjalan dengan seorang wanita di sebuah toko baju.
"Nin,itu bukannya pak Faren ya?"
"Mana sih Put?"
"Itu yang di dalam butik lantai dua"
"Kayaknya bukan deh"
"Coba deh kita ke sana kalau kamu tidak percaya"
"Buat apa sih Put,lagi pula gak penting juga kok"
"Udah ikut"
Putri menarik tangan Anin menuju lantai dua,ia berhenti di hadapan toko butik itu dan ternyata memang benar di sana ada tuan Faren bersama seorang wanita muda seusianya.
"Tuh kan Nin, apa aku bilang itu benar pak Faren"
"Ya terus apa hubungannya sama aku?"
"Ku kira kamu masih suka sama dia"
"Apaan sih,aku ke toilet dulu"
__ADS_1
ucap Anin yang mengalihkan pembicaraan dan segera pergi menuju toilet.