CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 22


__ADS_3

Anin terdiam dan takut salah kata jika nanti kedua orang tua tuan Faren bertanya yang bukan-bukan,ia memilih diam dan memperhatikan situasi yang ada.


"Oh ya Anin kamu tinggal dimana?"


"Saya kost di dekat kantor tante"


"Kost? bukannya kantor punya fasilitas mes karyawan? apa Faren tidak memberikan kamu fasilitas karyawan?"


"Mungkin karena saya masih baru tante,saya bekerja di kantor tuan Faren belum ada sebulan"


"Belum ada sebulan tapi Khael kayak udah kenal kamu lama"


"Padahal saya dan Khael tidak sedekat itu,hanya saja beberapa hari terakhir ini saya dan Khloe sering menghabiskan waktu bersama"


"Oh ya? ngapain saja kalian?"


"Ya kadang tuan Faren membawa Khloe ke kantor dan kami bertemu serta bermain bersama selagi menunggu tuan Faren selesai rapat"


"Biasanya Khael tidak bisa sedekat itu dengan orang asing,bahkan dengan Diana ia mau mendekat setelah satu tahun dia menjadi asisten Faren"


"Kalau soal itu saya kurang paham tante,saya hanya menjalankan tugas sebagaimana seorang asisten"


"Tapi baguslah kalau Khael cepat beradaptasi dengan kamu,apalagi kan Khael hanya di asuh oleh baby sister di rumah pasti ia sangat kurang kasih sayang"


"Kalau boleh saya tahu,apakah mamanya Khael tidak pernah mengunjunginya tante?"


"Perempuan itu,bahkan jika ia memohon untuk menemui cucu saya,tidak akan pernah saya ijinkan. Wanita mana yang tega menelantarkan anaknya dan justru sibuk mengurus laki-laki yang bukan suaminya"


"Maaf tante sebelumnya,mau bagaimanapun juga Khael butuh kasih sayang seorang ibu"


"Saya tahu,hanya saja sampai kapanpun saya tidak akan rela jika ia menemui dan datang kembali di hidup cucu ataupun anak saya"


"Mungkin keegoisan memang menyangkan untuk hati yang tersakiti tetapi tanpa kita berpikir panjang ada lain hati yang merasa lebih sakit karena keegoisan tersebut"


"Saya sudah berulang kali meminta Faren untuk membuka hati dan menemukan pengganti dia,tapi dia selalu saja sembunyi di balik pekerjaan. Saya salut dengan kerja kerasnya selama ini tapi saya juga kasihan dengan dia yang sudah hampir tiga tahun ini mengurus apa-apa sendiri termasuk soal Khael"


"Suatu hari nanti pasti ada wanita yang bisa membuat tuan Faren kembali jatuh cinta tante,dan saya berharap wanita itu bukan hanya mencintai tuan Faren tetapi juga menyayangi Khloe seperti anak sendiri"


"Ya,kamu benar.Mungkin sudah waktunya juga saya ikut turun tangan dalam hal ini"


"Mi,Pi kalian udah makan?"


ucap tuan Faren yang tiba-tiba muncul di ruang tamu


"Udah tadi waktu mau terbang"


"Kita lunch bareng yuk Mi,Pi"


"Asyik Khloe mau"


"Okay kita mau makan apa sayang?"


tanya nyonya Mega kepada cucunya itu


"Aku mau chicken yang waktu itu kita makan bareng aunty Anin dad"


"Oh okay,kita take away atau makan Di sana"


"Makan di sana aja,Khael sekalian mau main"


"Ada maunya ternyata anak daddy"


"Ya sudah kalau gitu kita berangkat saja sekarang,Anin kamu pasti belum makan juga kan"


"Belum tante,tapi saya nanti makan di kantor saja"


"Sudah ikut saja sekalian"


"Iya Nin,sekalian nanti aku antar kamu pulang"


"Oh yasudah kalau begitu tuan"

__ADS_1


Mereka berlima akhirnya berangkat menuju mall yang sudah di pilih,setelah selesai makan Anin menemani Khael ke zona bermain. Sementara itu nyonya Mega dan tuan Felix berbicara soal bisnis bersama Faren


"Jadi gimana Ren,kantor lancar?"


"Lancar Pi,kantor papi gimana?"


"Ya masih sama"


"Oh ya pi,projek yang di Bandung sudah papi handel?"


"Sudah sih,papi minta Tio yang menjalankan proyeknya"


"Tio anak om Ardi?"


"Iya"


"Sekarang dia join di kantor papi?"


"Iya,papi senang dengan semangat kerjanya yang sama kayak kamu. Anaknya itu cekatan dan juga sopan sekali"


"Makanya Faren kamu itu ada baiknya gabung di kantor papi kamu biar sekalian kamu yang ngurus,toh penerusnya hanya kamu"


"Mi kantor aku aja kadang gak keurus,proyek-proyek besar semuanya karyawan yang menghandle jadi aku terima beres. Ada baiknya papi gitu juga"


"Tapi nyari orang yang bisa di percaya itu gak mudah"


"Mami lihat-lihat kayaknya Khael itu sangat dekat dengan Anin,bahkan ternyata mereka belum ada sebulan bertemu"


"Mami tahu dari mana?"


"Tadi mami tanya ke Anin,dia anaknya baik ternyata sopan juga dan pikirannya dewasa sekali loh Ren"


"Memang Anin anaknya seperti itu mi,dia suka dengan anak kecil"


"Baguslah kala begitu,jadi Khael tidak perlu pendekatan terlebih dahulu"


"Maksud mami?"


"Mami ini apaan,baru juga bertemu berapa jam sudah main jodohkan saja.Lagi pula kita belum tahu latar belakang perempuan itu seperti apa,keluarganya bagaimana?"


sahut tuan Felix


"Tanpa kita lihat latar belakangnya pun sudah bisa di pastikan kalau dia dari keluarga baik-baik"


"Mami gak ingat dulu Bella dan keluarganya seperti apa? sekarang kita baru tahu kalau dia datang ke kita hanya demi uang"


"Pi jangan samakan semua orang,kalau perempuan kayak Bella itu perempuan gak tahu diri,manja,gak bisa apa-apa kerjanya ngabisin duit saja"


"Terus yang ini mami yakin dia gak akan seperti itu"


"Mi,Pi udah deh kalian itu kenapa sih.Lagian Faren belum kepikiran buat membina rumah tangga lagi"


Akhirnya mereka menghentikan perdebatan itu sementara Anin dan Khael kembali ke meja makan.


"Udah selesai mainnya?"


tanya Nyonya Mega


"Udah oma,asyik banget aunty Anin sampai kecapekan"


"Kalau begitu sekarang kita pulang ya?"


"Iya daddy"


"Pi,Mi kalian sama Khael pulang di antar sopir. Biar saya antarkan Anin"


"Kamu tadi manggil sopir"


tanya tuan Felix dengan nada sedikit terkejut


"Iya Pi"

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu,kamu cepetan pulang dan gak usah mampir kemana-mana ada yang ingin papi bicarakan sama kamu"


"Iya pi"


Nyonya Mega,tuan Felix dan Khael pergi pulang bersama sopir sementara Tuan Faren mengantarkan Anin kembali ke kosnya. Sesampai di kos Anin pun turun dan tak lupa mengucapkan terima kasih,namun siapa sangka Diego melihat mereka yang tengah berdiri di depan gerbang kost.


"Terima kasih tuan atas makan siangnya"


"Saya juga terima kasih karena kamu sudah mau menemani saya di acara Khael dan menemani dia bermain tadi"


"Sama-sama pak,kalau begitu saya permisi masuk ke dalam"


"Ya"


Tuan Faren pun pergi setelah melihat Anin masuk ke dalam kostnya,sementara Diego merasa kesal karena lagi-lagi ia selangkah lebih lamban di belakang Faren.


Sementara itu di meja makan keluarga tuan Felix sedang menikmati makan malamnya,Faren kali ini memilih diam dari pada harus memulai perdebatan lagi bersama papinya.


"Mi malam ini Khael tidur sama mami ya?"


ucap Faren


"Iya"


"Daddy mau kemana?"


"Daddy mau keluar sebentar"


"Kamu mau nyamperin wanita itu?"


celetuk tuan Felix


"Perempuan itu siapa pi?"


tanya nyonya Mega penasaran


"Yang tadi siang"


"Anin? memangnya kenapa? Anak kita udah besar terserah dia mau kemana"


"Pokoknya papi gak suka kamu ada hubungan dengan perempuan itu"


"Terserah papi,Faren sama sekali tidak meminta pendapat papi ataupun siapa"


"Faren,sudah berani kamu sama papi?"


"Pi,lagian kenapa sih dengan Anin? Dia baik kok pi"


bujuk nyonya Mega


"Papi cuma tidak mau kalau Faren di manfaatkan oleh dia"


"Mau dia manfaatkan aku atau tidak itu gak ada hubungannya sama papi,kali ini aku berhak nentuin pilihan aku pi. Jangan sampai kedua kali papi ikut campur masalah siapa yang akan mendampingi aku dan kedua kali juga aku harus merasakan sakit hati karena memilih hal yang salah"


ucap tuan Faren yang langsung pergi meninggalkan meja makan


"Oma,daddy sama Opa kenapa berantem?"


tanya Khloe


"Enggak sayang daddy sama Opa gak berantem kok,Khloe udah selesai makannya?"


"Udah oma"


"Kalau gitu sekarang kita cuci tangan yuk"


Nyonya Mega mencoba untuk menenangkan suasana,terlebih lagi Khloe sekarang sudah besar dan harus jaga sikap di hadapannya. Nyonya Mega bingung kenapa suaminya sampai begitu tidak suka terhadap Anin padahal ia baru bertemu tadi siang. Sepertinya memang ada hal yang aneh terhadap tuan Felix tersebut,namun karena tidak ingin merasa khawatir nyonya Mega memilih memendam ini semua dan membicarakannya nanti setelah situasinya tepat.


...Tuan Felix...


__ADS_1


__ADS_2