CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 36


__ADS_3

Sore hari setelah menyelesaikan pekerjaannya Anin mengajak Putri dan yang lainnya pergi jalan-jalan ke tempat yang ramai di kunjungi di desanya. Mereka pergi ke pasar kuliner dan mencoba berbagai macam makanan yang ada,tak lupa Putri mengabadikan momen mereka dan mengunggahnya di sosial media. Tanpa sengaja Diego melihat foto tersebut karena Putri menandai Anin dalam postingannya,ia langsung memberitahukan hal tersebut pada Diana.


"Na,jadi ini kekasih Anin?"


"Kamu dapat dari mana?"


"Temannya mengunggah foto ini ke sosial media,dan tidak sengaja aku melihatnya"


"Tunggu bukannya dia Putri"


"Ya memang,dan laki-laki yang ada di samping Anin itu adalah klienku"


"Sungguh?"


"Ya,dia adalah putra pemilik perkebunan sawit di Kalimantan,dia sekarang sedang membangun kantor dan gudang baru di Jakarta dan aku yang menghandle nya"


"Astaga Diego,kenapa dunia ini begitu sempit sedangkan waktu itu ketika kita mencari Anin sama sekali sangat sulit di temukan"


"Lalu menurutmu,apakah mereka memang berpacaran"


"Apa boleh buat jika Anin sendiri yang mengatakannya waktu itu"


"Aku masih penasaran bagaimana bisa Anin mengenalnya"


"Apa sebaiknya kita beri tahu hal ini pada Faren?"


"Jangan,kamu sudah gila? biarkan Anin bahagia dengan pilihannya,lagi pula bagi perempuan sebaik dan selembut Anin kata-kata tuan Felix begitu menyakitkan. Wajar bagi dia jika menolak Faren"


"Aku sungguh tidak tega melihat Faren yang terus menerus berusaha menghancurkan dirinya sendiri"


"Bukan hanya kamu Die,dia sudah seperti kakak bagiku bahkan aku bingung bagaimana cara menyadarkan nya"


"Sudahlah Na,kita sebagai sahabat hanya bisa mensupport saja"


Malam sudah larut,mereka berempat memutuskan untuk kembali ke rumah. Putri dan Adit lebih dulu menuju penginapan sedangkan Arya mengantarkan Anin terlebih dahulu.


"Makasih ya mas udah di antar"


"Sama-sama"


"Kalau begitu aku masuk dulu"


"Tunggu Nin"


"Ada apa mas?"


"Ada yang ingin aku tanyakan sama kamu"

__ADS_1


"Soal?"


"Soal kita"


"Kita?"


"Apa selama ini kamu tidak merasa ada yang berbeda saat kita bersama"


"Aku benar-benar tidak mengerti maksud kamu,coba kamu katakan dengan sejelas-jelasnya biar aku tidak salah mengartikannya"


"Ya selama dua bulan ini kita saling komunikasi,saling memberi kabar saling bertanya kesibukan masing-masing bahkan hampir setiap malam kita video call. Apa kamu tidak merasakan sesuatu yang berbeda ke aku"


"Jangan bilang ini soal perasaan?"


"Iya Nin,ini memang soal perasaan. Soal perasaan kamu ke aku bagaimana?"


"Boleh aku beri saran?"


"Apa itu?"


"Sebaiknya sekarang mas Arya pulang lalu istirahat,sepertinya mas Arya kecapekan"


"Nin aku serius,aku tidak mau memendam ini terlalu lama. Sudah saat pertama aku bertemu denganmu aku langsung jatuh hati,apa aku salah jika memiliki perasaan semacam ini ke kamu?"


"Salah mas,jelas ini salah"


"Dimana letak salahnya? kamu jelaskan ke aku biar aku tahu bagian mana yang perlu di perbaiki"


"Okay aku akan pulang,tapi aku ingin kamu jawab pertanyaan ku ini besok"


ucap Arya yang kemudian masuk ke dalam mobilnya


Anin melihat Arya yang pergi,seketika Anin lemas dan tidak tahu bagaimana cara menghadapinya besok. Ia tidak menyangka bahwa secepat ini Arya akan mengatakan hal yang seharusnya tidak perlu ia dengar.


Keesokan harinya setelah selesai membantu para karyawan bersiap mengirim pesanan,Anin segera mandi dan prepare ia mengepak beberapa pakaiannya yang akan ia bawa ke Jakarta besok. Meski agak bimbang karena kejadian semalam namun Anin melakukan ini semua semata-mata demi masa depannya nanti, tepat pukul 10.00 Putri dan yang lainnya datang. Bibi Anin menyambut mereka dengan senang,mereka di suguhi berbagai macam makanan yang tadi pagi ia olah bersama Anin.


"Jadi anak-anak ini mau berangkat hari ini?"


"Iya bulek,lagi pula kerjaan sudah menunggu jadi tidak enak jika terlalu lama"


"Baiklah,hati-hati di jalan bulek titip Anin ya nak Putri"


"Iya bulek,pasti Anin baik-baik saja di jaga sama mas Arya"


"Mas Arya?"


"Iya bulek,mas Arya ini calon pacar Anin"

__ADS_1


"Syukurlah jika akhirnya nak Arya yang akan menjadi calon suami untuk Anin.Jujur bulek sendiri khawatir kalau Anin itu tidak mau punya hubungan dengan laki-laki manapun. Karena selama ia mengenal dunia kerja ia hampir setiap hari menghabiskan waktunya untuk mencari uang,anak itu memang sangat gila kerja tapi di usianya sekarang bulek harap dia sudah menemukan laki-laki yang tepat"


"Saya mohon restunya untuk memenangkan hati keponakan bulek,saya juga merasa kalau perjuangan saya akan sia-sia melihat Anin seperti tidak pernah respect kepada lawan jenisnya"


"Yang sabar ya nak Arya,Anin memang orang yang susah untuk membuka hati ataupun jatuh cinta. Obsesinya untuk mengejar karir demi masa depannya tak terbendung,semoga saja nak Arya dapat memenangkan hatinya suatu saat nanti. Bulek akan merestui siapapun pilihan Anin asalkan dia mau menerima segala kekurangannya karena selama ini ia minder jika di dekati oleh laki-laki karena dia adalah yatim piatu"


"Iya bulek terima kasih,saya janji akan menerima segala kekurangan Anin dan menjadikannya sebagai kelebihan saya"


Tiba-tiba Anin keluar dan berusaha tidak mendengar apapun meski kenyataannya ia mendengar segala percakapan antara Arya dan bibinya itu.


"Put kita mau berangkat jam berapa?"


tanya Anin


"Kamu sudah selesai?"


"Sudah"


"Ya sudah sekarang saja"


Anin menatap bibinya dan seketika air matanya jatuh


"Bulek Anin berangkat dulu ya,do'akan Anin semoga kerjaannya lancar selalu. Bulek jaga kesehatan di sini,Anin juga titip adik-adik kalau ada apa-apa langsung kabarin Anin ya bulek"


"Iya ndok,kamu juga hati-hati ya di sana. Jaga diri jangan lupa makan,kamu jangan terlalu sering kirim-kirim ke kampung,sudah cukup selama ini kamu bantu bulek dan adik-adik kamu. Lebih baik kam tabung buat masa depan"


"Enggak bulek,Anin kerja juga buat membahagiakan bulek dan adik-adik"


"Iya,tetapi sekarang sudah waktunya kamu memikirkan kebahagiaan kamu sendiri. Nak Arya,Putri,Adit bulek titip Anin ya"


"Iya bulek"


Arya memasukkan koper Anin ke dalam bagasi,namun saat Anin hendak masuk ke dalam mobil pasangan suami istri itu justru sudah lebih dulu dan menempati kursi belakang. Anin yang membuka pintu merasa bingung dengan hal ini


"Loh Nin kamu mau ngapain?"


Tanya Putri terheran


"Bukannya aku duduk di belakang sama kamu?"


"Duh Nin,jok depan tuh kosong kalau kamu di belakang siapa yang menemani Arya di depan"


"Iya,kamu kira Arya itu sopir kita?"


celetuk Adit


"Jadi aku duduk di depan"

__ADS_1


"Lha dimana lagi,mau di bagasi? atau di atap?"


Arya yang mendengar itu tersenyum kecil,mau tak mau Anin duduk di samping Arya. Merasa masih tidak enak dengan pertanyaan semalam Anin memilih diam sepanjang perjalanan,hanya alunan musik yang mengisi suasana sunyi itu sedangkan Adit dan Putri justru sibuk saling cumbu di belakang.


__ADS_2