
Arya yang melihat situasi itu mencoba mengajak Anin berbicara
"Kamu tahu gak Nin,selama perjalanan ke tempat kamu kemarin mereka selalu begitu. Aku di depan sudah seperti sopir mereka"
Anin tersenyum geli
"Yee lagian sudah sah jadi bebas dong,kalian pasti iri ya? makanya nikah"
"Apaan sih Put"
balas Anin
Mereka menempuh hampir setengah perjalanan,Arya menghentikan mobilnya di sebuah rest area untuk makan.
"Duh capeknya"
ucap Putri
"Gak nyopir aja capek kamu "
sahut Arya
"Apaan sih mas,lagi pula ini ide kamu ya"
ucap Putri yang menghilang menuju meja makan
Mereka menikmati makan siang dengan view jalan tol yang lumayan ramai,setelah selesai makan Anin ijin ke toilet untuk membasuh mukanya. Begitu kembali dari toilet ia tidak melihat yang lainnya di meja makan,hal itu membuat Anin kebingungan dan langsung menuju kasir.
"Permisi mbak mau bayar pesanan meja 14"
"Oh sudah di bayar tadi kak"
"Oh makasih mbak"
"Sama-sama"
Anin berjalan menuju parkiran,saat hendak masuk ke dalam mobil mereka di kejutkan dengan adegan Putri dan Adit yang kembali bercumbu.
"Astaga"
teriak Anin sembari menutup kembali pintunya
Namun rasa terkejut Anin teralihkan ketika melihat Arya keluar dari mushola dan masih mengenakan peci di kepalanya,ia berjalan ke arah Anin sembari tersenyum. Anin yang berdiri di depan mobil tidak bisa mengalihkan pandangannya hingga tak sadar jika Putri dan Adit sudah berada di belakangnya.
"Subhanallah ganteng banget ya Nin?"
__ADS_1
tanya Putri yang menggoda Anin
"Iya Put,benar-benar calon imam idaman"
ucap Anin secara tak sadar
"Astagfirullah ukhti bukan muhrim dosa jika terus di lihat"
teriak Putri yang membuat Anin terbangun dari lamunannya
"Astaga Put tadi aku bilang apa?"
"Kamu bilang kalau mas Arya benar-benar calon imam idaman"
teriak Putri lagi yang membuat Arya tersenyum
Anin salah tingkah dan menutupi wajahnya dengan tas
"Sudah selesai bro?"
tanya Adit
"Oh sudah,mau lanjut sekarang?"
"Okay"
Anin yang masih salah tingkah langsung masuk dan duduk di kursi depan sementara Adit yang ada di sampingnya melongo melihat Anin yang ada di sampingnya.
"Nin...."
"Loh mas Adit,Putri mana?"
Adit menunjuk kaca jendela yang ada di samping Anin,ia melihat Putri yang masih berdiri di luar
"Put,kamu ngapain di luar? kita udah mau jalan ini"
"Dan kamu ngapain duduk di samping suami aku?"
teriak Putri kesal
"Lah bukannya kalian duduk di belakang?"
"Mas Arya capek,jadi mas Adit gantikan dia"
"Terus aku duduk di belakang?"
__ADS_1
"Nggak Nin,kamu duduk di atas pakai bangku tadi"
Anin langsung turun dari mobil dan duduk di belakang,sekarang tidak ada sekat di antara mereka berdua. Anin duduk mepet ke samping pintu dan membuat Arya tersenyum heran
"Nin aku ini jinak,gak bakal gigit kok"
ucapnya
"Em memangnya kenapa?"
"Kamu duduk terlalu ke pinggir nanti kalau di jalan jelek kepala kamu bisa menghantam pintu"
"Gak apa-apa kok aku bisa jaga diri"
"Ya sudah terserah kamu"
Adit dan Putri yang melihat mereka berdua duduk jauh-jauh an merasa pusing,dan pas di depan ada tikungan tajam Adit dan Putri sepakat menjahili mereka berdua. Adit sengaja menikung tajam dan membuat Anin terpental jatuh menuju pangkuan Arya.
"Www"
teriak Anin
"Kamu gak apa-apa?"
tanya Arya panik
"Enggak cuma kaget aja kok"
"Adit tolong hati-hati"
"Sorry mas,tadi emang jalannya gitu"
"Maaf mas Arya"
ucap Anin sambil membenarkan posisi duduknya
"Tidak apa-apa,kamu duduknya jangan terlalu ke tepi takutnya ada tikungan tajam ke kiri malah nanti kepala kamu kena kaca"
"Iya mas"
Hari semakin siang,matahari berada tepat di atas kepala Anin yang sedari subuh sudah bangun dan sibuk di dapur sekarang di serang kantuk. Ia mencoba menahannya namun tetap saja matanya ingin terlelap hingga akhirnya kantuk itupun mengalahkannya.
Anin tertidur dengan posisi kepala menyender ke jendela,melihat hal itu Arya merasa kasihan dan memindahkan kepala Anin ke bahunya. Putri dan Adit yang melihat itu tersenyum kegirangan,akhirnya momen gengsian mereka berakhir dan berubah menjadi suasana romantis.
Arya juga memberikan jaketnya untuk menutupi tubuh bagian depan Anin,mereka terlelap bersama hingga tak sadar mobil berhenti di tepi pantai.
__ADS_1