
Sementara itu menuju launching pembukaan kantor baru milik Arya,diam-diam tuan Faren mencari tahu seluk beluk keluarga laki-laki itu. Ia masih tidak rela jika Anin menjadi milik orang lain,berbagai cara ia lakukan sampai hal kotor pun akan ia tempuh agar Anin kembali dalam pelukannya. Rencana itu pun di ketahui oleh Diana,sebagai sahabat sekaligus adik angkat ia tidak ingin kakaknya salah jalan dan brutal.
"Tuan,bukankah rencana anda terlalu berlebihan. Bukan hanya menjatuhkan usaha orang saja anda juga akan membuat nona Anin merasa benci terhadap perbuatan anda ini"
"Saya tidak perduli,apapun akan saya lakukan asalkan Anin kembali di kehidupan ku"
Akhirnya tiba di acara peresmian gedung baru Arya,Anin tampak cantik menggunakan gaun hitam yang ia beli bersama Arya kemarin. Ia naik ke panggung bersama dengan Arya di sampingnya,namun siapa sangka ada tragedi yang mengejutkan para tamu saat seorang wanita hadir dalam acara tersebut dan berteriak memaki-maki Arya.
"Daniel turun kamu"
teriak wanita itu
Meski scurity sudah mencoba menahannya namun wanita itu tetap memaksa masuk
"Dia siapa mas?"
"Saya tidak tahu Nin,bahkan dia menyebut nama siapa?"
"Kalian jangan tertipu dengan laki-laki sok baik sok suci macam dia,dia laki-laki yang sudah merusak hidup saya"
Arya nampak tegang dan meminta scurity menyingkirkannya
"Maaf ada sedikit kendala disini,lebih baik kita mulai acara sekarang"
ucapan Arya mencoba mengalihkan keadaan
Namun karena merasa tidak tega dan ada yang aneh dari Arya ia mencoba mencari tahu siapa perempuan itu setelah acara selesai nanti,begitu acara pemotongan pita sebagai tanda peresmian telah usai Anin segera pergi keluar aula gedung. Ia mencari scurity yang tadi membawa wanita tersebut
"Pak,wanita tadi dimana ya?"
"Maaf,nona ini siapanya?"
"Saya kerabatnya,tadi memang ada kesalahpahaman sedikit antara saya dan dia"
"Sekarang wanita itu kami bawa ke pos untuk di amankan sampai acara selesai nona"
__ADS_1
"Bisa saya bertemu"
"Maaf nona tidak bisa"
"Tapi mas Arya yang meminta saya untuk memastikan kondisinya"
"Baik nona,kalau memang itu perintah dari tuan Arya"
Anin bersama scurity itu pergi menuju pos,wanita itu duduk di sebuah kursi dengan keadaan tangan yang di ikat,Anin mencoba mendekatinya meski wanita itu menangis terus menerus memohon untuk di bebaskan.
"Hay..."
sapa Anin
"Tolong lepaskan saya,saya tidak bersalah saya ingin menuntut keadilan laki-laki itu"
Anin meminta agar scurity melepaskan ikatan tersebut,meski sempat cek cok karena takut Arya marah namun akhirnya dengan Anin menjamin jika ia akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.
"Perkenalkan aku Anin"
"Saya Tasya"
"Boleh saya tahu maksud kedatangan kamu kesini???"
"Saya ingin meminta Daniel bertanggung jawab atas perbuatannya,hanya itu saja"
"Perbuatan apa maksud kamu? dan siapa Daniel?"
"Daniel adalah laki-laki yang berdiri di sebelah kamu tadi"
"Maksud kamu Arya?"
"Ya,dia adalah Daniel Arya Winata"
"Maaf karena aku selama ini tidak tahu nama panjangnya"
__ADS_1
"Aku adalah teman kuliah Daniel di luar negeri,kami menjalin hubungan layaknya suami istri. Aku tinggal bareng dengannya di apartemen,masak bareng bahkan kita juga melakukan hal-hal yang di lakukan selayaknya pasangan suami istri"
"Maksud kamu hubungan badan juga?"
"Iya,dan sampai pada akhirnya aku hamil sedangkan posisi saat itu aku sedang kuliah dan akan wisuda. Setelah Daniel mengetahui itu semua dia seperti menghindar dariku,sampai akhirnya kami wisuda dan aku dalam keadaan hamil tiga bulan"
"Lalu apa tindakan Arya selama kamu hamil? apa kamu tidak membicarakan itu semua lebih lanjut? atau kamu minta pertanggung jawaban dia?"
"Aku sudah berulang kali menghubunginya,namun Daniel seperti menghindar bahkan setelah pertemuan kami di acara wisuda ia masih tetap diam sampai akhirnya aku kembali ke Indonesia. Aku menghampirinya dan mencoba membicarakan semua ini tetapi dia masih tetap tidak mau bertanggung jawab karena dia mengira ini bayi yang ada di kandungan aku bukanlah anaknya,aku bahkan mengancam mengadukan semua ini kepada orang tuanya namun dia sama sekali tidak takut"
"Astaga,aku bahkan tidak menyangka Arya yang aku kenal begitu baik,sopan,dan taat agama bisa melakukan itu semua"
"Tidak,kamu tertipu dengan ucapan-ucapan manis seperti yang ia katakan padaku. Mungkin kamu akan paham jika aku menceritakan ini semua padamu,untung saja aku bisa bertemu denganmu. Aku mohon tolong bantu aku untuk membuat Daniel bertanggung jawab atas perbuatannya"
"Tapi dia melamar ku kemarin"
"Kamu tidak tahu karena aku lebih tahu semua tentang Daniel,aku mengenalnya lebih dari tiga tahun tetapi dia mencampakkan aku begitu saja. Dia tidak beda dengan orang tuanya,papanya meminta aku untuk menggugurkan kandungan itu namun saat aku menolak mereka justru mengancam akan membunuhku"
"Tidak mungkin"
"Aku tidak membual tentang semua ini Nin,aku mengatakan yang sebenarnya. Bahkan ini kedua kalinya aku nekat membongkar kebusukan Daniel di acara peresmian kantornya,dulu pertama waktu dia di angkat menjadi direktur utama di kantor papanya,namun mereka menangkap ku dan membawaku ke rumah sakit untuk aborsi padahal usia kehamilanku saat itu sudah menginjak lima bulan"
"Lalu? mereka berhasil?"
"Ya,bayiku harus di lahir kan secara paksa dan meninggal seketika itu. Aku merasa hidupku telah hancur karena anak itu adalah satu-satunya cara agar aku bisa meminta Daniel bertanggung jawab"
"Ya Allah aku tidak percaya dia berbuat seperti itu"
ucap Anin sambil meneteskan air mata
"Tak sampai disitu ia juga membawaku ke rumah sakit jiwa agar tidak menghantui kehidupannya,selama dua tahun aku berada di sana karena merasa terbuang oleh keluarga ku maupun oleh Daniel. Hingga akhirnya kemarin ada seseorang yang begitu baik dan mengerti aku,membantu aku mengeluarkan dari penjara itu selama dua tahun. Dia memintaku membongkar semua kebusukan Daniel di depan umum dan membuatnya bertanggung jawab atas semua ini,namun lagi-lagi keberuntungan tidak berpihak padaku. Aku sekarang justru ada di sini menangisi nasib tanpa mendapatkan sedikit belas kasihan ataupun pertanggung jawabannya"
Melihat Tasya menangis membuat Anin sedikit yakin bahwa apa yang ia dengar barusan memanglah nyata
"Kamu jangan khawatir,jika memang Arya melakukan semua itu ke kamu,aku akan bantu kamu mendapatkan pertanggung jawaban darinya"
__ADS_1
Tiba-tiba Putri,Adit,Arya dan beberapa scurity masuk,muka Arya begitu terkejut melihat Anin yang sudah bersama Tasya. Ia mencoba mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan siapa dan apa maksud kedatangan wanita di samping Anin itu.