CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 57


__ADS_3

Perempuan bernama Gendhis itu akhirnya pergi,Anin menghela nafas lega karena kepergiannya. Ia juga tidak habis pikir jika mantan bosnya bisa secepat itu terkenal di desanya,karena yang di berikan Gendhis tidak tahu apa isinya. Maka mau tidak mau Anin harus segera mengantarkannya karena takut jika di dalamnya adalah makanan maka akan segera basi.


Dengan berjalan kaki ia menuju ke penginapan pak RT yang berjarak dua ratus meter dari rumahnya,sesampai disana ia melihat tuan Faren akan masuk ke dalam kamarnya. Dengan segera Anin memanggilnya


"Tuan Faren"


Tuan Faren menengok ke arah Anin namun langsung membuang muka dan masuk ke dalam kamarnya


"Tuan tunggu...."


ucap Anin yang berlari menuju pintu


Anin mengetok pintu tuan Faren namun tak ada jawabnya,sampai akhirnya ia putus asa dan meletakkan bingkisan itu di atas kursi depan kamar dan memutuskan untuk pulang. Namun saat Anin akan melangkah pintu tuan Faren terbuka dan ia langsung menyahut pergelangan tangan Anin serta membawanya masuk ke dalam kamar.


"Tuan...."


"Mau apa kamu???"


"Saya hanya mau mengantarkan titipan dari mbak Gendhis anaknya pak kades"


"Oh"


"Kalau begitu saya permisi tuan"


Anin akan melangkah pergi namun lagi-lagi tuan Faren menariknya dan menghimpitnya di balik pintu,sekarang mata tuan Faren sedang menatabnya


"Tu tuannn"


"Sebenarnya saya bingung sama kamu? mau sampai kapan kamu terus menggangtungkan perasaan saya seperti ini"


"Maafkan saya tuan,saya...."


Belum selesai Anin berbicara mulutnya langsung di tutup oleh bibir tuan Faren,mata Anin membelalak dan tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.


Namun Anin justru menikmati hal itu dan membanting tubuh Anin ke atas tempat tidur sambil terus ******* bibirnya,tetapi saat Anin telah menikmati hal itu tuan Faren justru menghentikannya dan bangun dari atas tubuh Anin. Anin sendiri kebingungan karena takut berbuat salah,tuan Faren langsung membuka pintu


"Sebaiknya sekarang kamu pulang,tidak baik juga perempuan ada di dalam kamar laki-laki malam-malam begini"


Anin terkejut karena ternyata tuan Faren mengusirnya,dengan putus asa Anin bangkit dan keluar dari kamar itu. Terdengar tuan Faren menutup pintu dan tak mempedulikannya,Anin berjalan sambil memegangi bibirnya. Nampak baru tadi ia merasakan ciuman bersama tuan Faren,namun satu menit barusan ia di usir dengan cara seperti itu.


Tuan Faren menyenderkan bahunya ke dinding sembari menatap kosong ke arahnya,ia memikirkan apa yang akan dia katakan kepada orang tuanya jika memang benar-benar ia gagal membawa Anin kembali ke Jakarta.


Keesokan paginya tuan Faren meninjau lokasi pembangunan masjid yang di kerjakan oleh proyek dari perusahaannya,di dampingi pak RT,Kades,dan lurah mereka bersama-sama membantu dan saling gotong royong. Tak ketinggalan putri pak kades yaitu Gendhis ikut berada di sana sembari mendekati tuan Faren,ia selalu bertanya tentang apa lagi yang akan tuan Faren kerjakan selama disini. Karena jalan di lalui banyak kendaraan proyek membuat tekstur tanahnya sedikit licin,Gendhis yang tidak berhati-hati terpleset namun untung saja tuan Faren gesit dan menangkapnya. Ia menarik pergelangan tangan Gendhis sehingga jatuh ke dalam pelukannya,Anin yang baru saja datang mengantarkan makanan untuk para warga menyaksikan hal itu.


Ia menatap tuan Faren yang masih menahan Gendhis di pelukannya,tiba-tiba suara pak RT membuyarkan mereka.


"Ayo-ayo istirahat dulu,makanannya sudah datang"


ucap pak RT


Tuan Faren menengok ke samping dan melihat Anin yang menatapnya penuh diam,seketika tuan Faren langsung melepaskan Gendhis dan berpura-pura merapikan pakaiannya.

__ADS_1


Anin hanya diam dan setelah selesai melakukan tugasnya ia segera pergi tanpa menghiraukan tuan Faren yang masih berada di sana


"Nin tunggu...."


teriak tuan Faren sambil bergegas mengejarnya


Namun Gendhis menahannya sehingga hal itu membuat Anin semakin merasa kecewa,ia pergi meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah. Andrew yang melihatnya bertanya-tanya tidak biasanya Anin memasang wajah muram seperti sekarang.


Di susul tuan Faren yang datang dan segera menghampiri Andrew yang sedang menata kontainer di dalam mobil


"Ndrew,kamu lihat Anin?"


"Oh ada di dalam pak"


"Terima kasih"


Tuan Faren segera masuk ke dalam,namun seperti biasa rumah bagian depan selalu sepi. Bibi Anin dan para karyawannya sibuk di belakang memasak untuk pesanan bisnis mereka,tuan Faren yang masuk ke dapur membuat para pekerja yang rata-rata perempuan melongo melihatnya


"Nak Faren,ada apa?"


tanya bibi Anin


"Tante,lihat Anin tidak?"


"Itu di belakang sedang mencuci cabai"


Tuan Faren segera menghampirinya,ia melihat Anin dan satu orang lainnya sedang sibuk memilah dan membersihkan cabai


Anin menengok dan berpura-pura tak terjadi apa-apa


"Ada apa tuan? kenapa tuan kemari? di sini kotor"


"Aku ingin bertemu sama kamu"


"Untuk apa?"


"Kamu marah sama aku?"


"Marah? saya tidak punya alasan untuk marah pada tuan"


"Tapi tadi,saat kamu lihat saya sedang menolong anak pak kades kamu justru langsung pergi tanpa menyapa saya terlebih dahulu"


"Tuan Faren kan sibuk,jadi mana mungkin saya akan mengganggu anda tuan"


"Sudah nin Stop untuk menghindari perasaan kamu,saya tahu kalau kamu tadi cemburu melihat saya bersama perempuan lain"


"Tuan,sebaiknya anda keluar dari sini. Di sini kotor dan bukan tempat tuan,jadi silahkan keluar biar saya bisa melanjutkan semua pekerjaan ini"


"Saya mau ngomong sama kamu empat mata"


ucap tuan Faren sembari menarik pergelangan tangan Anin dan membawanya ke belakang rumah.

__ADS_1


Para ibu-ibu tersenyum dan berdehem melihat keduanya yang begitu serius


"Ada apa lagi tuan?"


"Nin,mau sampai kapan kamu terus menutupi perasaan kamu ke saya?"


"Sampai rasa ini benar-benar hilang mungkin"


ucap Anin yang asal bicara


"Jadi kamu benar-benar tidak mau memberikan saya kesempatan?"


"Semalam saya sudah memberikannya pada anda,tetapi anda justru meminta saya pergi. Saya kira tuan benar-benar dengan perkataan tempo hari namun ternyata semuanya hanya bohongan"


"Maksud kamu?"


"Apa maksud tuan mencium saya semalam jika akhirnya tuan sendiri yang meminta saya untuk pergi,apa waktu semalam anda melakukannya itu karena sedang membayangkan orang lain bukan saya?"


"Saya tidak tahu maksud kamu,orang lain siapa Nin?"


"Putri pak kades mungkin"


"Astaga? dia tadi hanya terpeleset dan aku mencoba untuk menolongya"


"Ya baguslah,jadi dapat pelukan gratis"


"Kamu cemburu?"


"Enggak,buat apa?"


"Coba bilang sama saya,sebenarnya mau kamu itu bagaimana?"


"Tidak ada sih,saya harap tuan bisa bahagia entah dengan siapapun atau dengan cara apapun"


"Saya akan bahagia jika berhasil mendapatkan mu"


"Oh ya?"


"Ya"


"Apa buktinya?"


"Kamu mau bukti?"


"Tentu"


"Baiklah,nanti malam saya akan jemput kamu. Saya akan buktikan omongan saya ini"


"Okay"


Anin pun pergi meninggalkan tuan Faren yang masih berdiri di tempatnya sambil memperhatikan Anin,setelah itu ia berpamitan pulang dan kembali ke penginapan.

__ADS_1


__ADS_2