CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 44


__ADS_3

Putri melihat Anin yang begitu kecewa dengan saudaranya,meski hubungan mereka yang baru terjalin beberapa hari ini harus kandas akan kenyataan pahit tentang masa lalu Arya. Hari ini Anin memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya,karena sudah tidak ada lagi alasan untuknya berada di Jakarta. Kini hanya menunggu waktu hingga polisi memberikan hukuman ke Arya dan semua janji Anin kepada Tasya akan terbayar lunas.


Anin sendiri bingung harus menjawab apa jika nanti bibinya bertanya perihal Arya,namun sebisa mungkin Anin tidak ingin terlihat sedih hanya karena masalah ini. Sebelum berangkat ke kantor Adit dan Putri mengantarkan Anin ke stasiun,mereka berpisah lagi kali ini,Putri menangisi kepergian sahabatnya itu kali ini mungkin ia akan jarang bertemu untuk waktu yang lama setelah sepupunya menyakiti hati Anin begitu dalam.


"Kamu jaga diri ya disana,semoga usaha kamu makin sukses"


ucap Putri sembari terisak


"Kamu juga jaga diri di sini,sekarang kamu sudah bukan single lagi tetapi sudah istri orang. Kedepannya jika kita di izinkan bertemu kembali,aku ingin di pelukan kamu itu sudah ada bayi mungil"


"Do'akan saja Nin,aku akan sering-sering telfon kamu"


"Mas Adit,aku titip Putri ya. Jaga dia baik-baik jangan di sakiti ya"


"Aman Nin,kalau begitu kita duluan ya Nin aku harus segera kirim barang ni"


"Oke mas,makasih ya sekali lagi kalian sudah repot-repot mengantarkan aku"


Putri dan Adit meninggalkan stasiun sementara Anin menunggu di sebuah bangku yang tak jauh dari loket,tiba-tiba datang dua orang pemuda tak di kenal dan duduk di samping Anin. Ia menodongkan pisau ke arah perut kanan Anin sambil membisikkan sesuatu.


"Ikut saya jika kamu tidak ingin terluka,dan jangan coba-coba untuk berteriak atau pisau ini akan menembus tubuh kamu"


Anin takut sekaligus panik,ia mencoba lari dari kekecewaannya namun justru ia masuk ke dalam masalah baru. Karena tidak ingi terluka akhirnya ia memutuskan mengikuti kemauan dua orang pemuda itu,Anin di bawa masuk ke dalam mobil yang kira-kira ada satu orang lainnya di sana.


Saat mereka lengah Anin mencoba mengambil ponselnya dan mengirim share live lokasi pada Putri,ia mencoba meminta pertolongan dan memberitahukan posisinya sekarang. Tak lupa Anin mengirimkan pesan bahwa sekarang dirinya di culik oleh seseorang yang tak ia kenal.


Putri baru menyadari ada pesan dari Anin ketika dirinya selesai membuat kopi di pantry,ia terkejut mengetahui sahabatnya dalam bahaya. Putri langsung menghubungi suaminya dan meminta agar dia membantunya mencari Anin,Adit segera pergi mengikuti gps Anin . Sementara Putri memiliki ide untuk meminta bantuan kepada tuan Faren karena merasa dirinya sudah tidak tahu bagaimana lagi cara untuk mengatasi ini.


Putri datang ke kantor tuan Faren,sesampainya di sana ia bertemu dengan receptionis dan meminta menunjukkan ruangan tuan Faren.


"Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu?"


"Saya perlu bertemu dengan tuan Faren"


"Apakah anda sudah membuat janji sebelumnya"


"Tidak,ini penting saya harus bertemu dengannya sekarang"


"Tapi nona anda harus membuat janji terlebih dahulu"


"Janji,janji apa sih ini penting sekali. Ini soal Anin"


"Tapi saya tidak bisa begitu saja mengizinkan sembarang orang untuk bertemu dengan tuan Faren nona"


Untung saja Diego yang baru keluar dari lift menghampiri Putri


"Loh,kamu Putri kan sahabatnya Anin?"


"Iya benar,kamu teman Anin yang waktu itu?"


"Iya benar sekali,ada apa kamu disini?"


"Aku harus bertemu dengan tuan Faren karena ini sangat penting,tapi dia justru memintaku untuk membuat izin terlebih dahulu"


"Oh begitu,baiklah aku akan mengantarkan mu ke ruangannya"

__ADS_1


"Terima kasih"


"Oh ya mbak,ini tamu tuan Faren jadi biar saya yang mengantarkannya"


ucap Diego pada receptionis


"Baik tuan"


Di dalam lift rasa gelisah Putri tidak dapat di sembunyikan,ia terus melihat ponselnya dan memantau keberadaan Anin,Diego yang melihat itu merasa penasaran dan ikut gelisah.


"Sebenarnya ada apa kalau boleh saya tahu,sepertinya kamu terlihat begitu gelisah"


"Anin"


"Ada apa dengan Anin?"


"Tadi dia mengirim pesan padaku yang mengatakan bahwa dirinya di culik oleh orang tak di kenal"


"Apa kamu bilang,Anin di culik?"


"Iya,dan dia mengirim share live location padaku. Aku sudah meminta suamiku untuk mengikutinya tetapi aku rasa dia sendiri tidak akan bisa semudah itu menemukan Anin,jadi aku ke sini untuk meminta bantuan tuan Faren"


"Kenapa tidak bilang dari tadi?"


ucap Diego yang ikut panik


Setelah lift berhenti Diego dan Putri segera berlari menuju ruangan tuan Faren,saat itu ia sedang meeting bersama Diana membahas soal project baru mereka. Kedua orang itu masuk dan membuat tuan Faren dan Diana terkejut


"Diego...."


"Ada apa Die?"


"Ren,Anin Ren"


"Ada apa dengan Anin"


"Ini teman Anin si Putri yang nikah waktu itu,dia memberitahu kalau sekarang Anin di culik"


"Apaaa??? di culik???"


"Benar tuan,Anin mengirimkan saya pesan dan share live location"


"Coba saya lihat"


ucap tuan Faren sembari mengambil ponsel Putri


"Die,ini lokasi dekat dengan bangunan yang sempat tertunda milik PT.Adipati. Sekarang kita kesana,kamu sama Diana ikuti share lokasi ini sedangkan aku dan Putri lewat alternatif lain"


"Oke Ren"


Mereka berempat langsung bergerak menuju gedung terbengkalai itu,namun saat turun di lobby tuan Faren justru bertemu dengan Tasya.


"Kamu ngapain disini?"


"Tuan,Aryo menculik Anin dia baru saja menghubungiku memintaku untuk mengirimkan semua bukti-bukti yang kita punya ke taman cendana sekarang. Jika tidak ia akan membunuh Anin"

__ADS_1


"Aku sudah menduga bahwa dia yang telah menculik Anin,sekarang kamu tidak perlu khawatir. Die rencana kita berubah,kamu dan Diana antarkan Tasya ke taman Cendana,kamu pantau siapa yang datang menemuinya. Biar aku dan Putri yang mengikuti share locatiannya"


"Tapi Ren jika mereka menyiapkan pasukan disana bagaimana?"


"Kamu lupa siapa aku?"


"Okey"


Tuan Faren segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan sangat cepat,ia juga menghubungi kepala genk di ibu kota untuk membantunya.Sementara itu di saat situasi yang tegang Putri justru mendapatkan telfon dari Marwan.


"Halo pak"


"Kamu dimana saja Putri? kamu dan Adit benar-benar kelewatan ya,di jam kantor seperti ini kalian justru sibuk berkencan"


"Saya dan mas Adit sedang ada urusan penting pak"


penting"


"Kalian benar-benar kelewatan ya,sekarang kalian kembali ke kantor"


"Maaf pak saya ada sesuatu yang lebih penting"


"Jadi kamu mau saya pecat?"


Tuan Faren yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka meminta Putri untuk menyalakan laudspickernya


"Itu Marwan?"


"Benar tuan"


"Kamu nyalakan laodspickernya,saya mau bicara"


"Baik tuan"


"Tuan Marwan..."


"Siapa ini???"


"Saya Faren"


"Tu tuan Faren...."


"Saya harap anda mengizinkan jika saat ini saya perlu meminjam Putri dan suaminya,ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan bersama mereka"


"Ba baik tuan,silahkan saya tidak akan keberatan"


"Tapi saya mau anda menarik perkataan untuk memecat mereka,anda sudah tahu kan kemana dan alasan apa mereka pergi"


"Baik tuan,saya tidak akan memecat mereka. Maafkan saya tuan"


"Oke kalau begitu terima kasih"


"Sama-sama tuan"


ucap Marwan yang terdengar ketakutan

__ADS_1


__ADS_2