CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 23


__ADS_3

Sesampainya di rumah ternyata tuan Faren telah di tunggu oleh papinya di ruang kerja,hal itu di sampaikan oleh salah satu asisten rumah tangganya.


"Tuan,tuan Felix sudah menunggu anda di ruang kerja"


"Mm"


Faren menemui papinya yang duduk di kursi kerjanya sembari menyedot satu biji rokok milik Faren


"Ada apa pi?"


"Kamu sudah antar wanita itu?"


"Wanita itu? maksud papi Anin?"


"Ya"


"Sudah,papi bilang ada yang ingin di bicarakan?"


"Iya,papi hanya minta kamu berhati-hati dengan si Anin itu"


"Kenapa pi? bukankah tadi tidak ada masalah apapun?"


"Papi hanya merasa kalau dia dekati kamu dan juga Khloe karena ingin mengincar harta kamu saja"


"Pi,aku kenal Anin. Dia gak mungkin seperti itu"


"Ya kita mana tahu maksud orang,kamu lihat saja Bella mantan istri kamu itu. Awalnya kita juga ngira dia anak baik-baik tapi kenyataannya"


"Jangan karena wanita itu papi jadi berfikir kalau semua wanita itu semua sama saja"


"Realistis Ren,wanita mana yang gak suka pria berduit? dia bahkan rela memakai topeng hanya untuk mengait mangsanya"


"Papi gak bisa bilang gitu,jika seperti itu pemikiran papi lalu mami berarti gak ada bedanya dengan mereka"


"Mami mu itu berpendidikan,latar belakangnya jelas. Kalau seperti itu tentu saja dia beda,mami dari orang berada dan bahkan keluarganya juga keluarga terpandang seperti kita"


"Udah Pi,mau papi perbandingkan mami dengan siapapun jika pemikiran papi tetap seperti itu maka semuanya gak ada bedanya. Lagi pula aku lebih tahu Anin itu seperti apa ketimbang papi"


"Sampai kapanpun papi tidak akan setuju kalau dia menjadi pengganti Bella"


"Dan aku tidak pernah meminta persetujuan papi soal Anin"


ucap Faren yang kemudian keluar dari ruang kerjanya sembari membanting pintu


Nyonya Mega yang turun dari tangga begitu terkejut mendengarnya,melihat Faren yang sangat kesal dan terduduk lesu di ruang keluarga.


"Faren,ada apa?"


"Oh enggak kok mi"


"Tadi kamu banting pintu?"


"Iya,gak sengaja kok"


"Ya udah sekarang kamu mandi,terus istirahat ya"


"Khloe mana mi?"


"Dia tidur,capek mungkin"


"Ya udah mi,aku ke atas dulu ya"


"Iya Faren"


Faren pergi dengan muka yang kesal baru kali ini ada orang yang berani membuat suasana hatinya begitu buruk terlebih lagi itu adalah orang tuanya sendiri. Ia tak menyangka bahwa pikiran ayahnya masih se kolot itu membanding-bandingkan wanita yang ia cintai dengan wanita yang pernah menyakiti hatinya.


Malam itu gerimis di luar mengisi kekosongan waktu Anin,ia duduk di teras kost sembari menyeruput segelas jahe hangat. Tiba-tiba Diego menghampirinya dan duduk di depannya


"Tumben gak keluar"


ucap Diego memulai pembicaraan


"Lagi mager"

__ADS_1


"Gak ada yang jemput ya?"


"Siapa?"


"Ya siapa lagi kalau bukan bos kamu?"


"Kamu jeles?"


"Enggak,ngapain aku jeles?"


"Lah itu buktinya kamu tanya-tanya tuan Faren nggak jemput aku kenapa?"


"lagian cuma tanya doang kok"


"Kamu sendiri ngapain gak keluar?"


"Males gerimis"


"Kan pakai mobil"


"Kan di luar hujan,ketambahan di dalam mobil kena AC makin dingin"


"Kan di matiin bisa"


"Yah sayang banget,mobil bagus AC di matiin"


"Bilang aja gak ada gandengan"


"Ada kok"


"Siapa?"


"Kamu"


"Males bener aku,mending sekali-kali kamu ngajak nona Diana keluar deh"


"Diana?"


"Iya"


"Ya kan kalian temen kayaknya juga nona Diana seperti ada rasa ke kamu,kenapa gak nyoba aja ngajak dia jalan?"


"Low itu gak peka atau emang bodoh sih Nin?"


"Yeh malah ngatain aku bodoh lagi"


"Lagian low tahu kan,aku itu suka sama kamu dan kamu malah nyuruh aku jalan sama cewek lain"


"Apaan sih Diego kok jadi baper gini,tau lah mau masuk kamar aja aku"


"Eh Nin tunggu"


"Apalagi?"


"Low beneran gak ada rasa sama gua?"


"Diego,aku itu udah menganggap kamu kayak abang aku sendiri. Aku gak mau ya pertemanan kita rusak cuma karena masalah perasaan"


"Low gak mau gitu coba dulu?"


"Coba dulu gimana maksud kamu?"


"Ya coba dulu buat jalanin gitu,nanti kalau selama tiga kali kita jalan low masih gak ada rasa sama gua. Gua janji gak bakal ganggu low lagi"


"hah kamu gila ya Diego"


ucap Anin yang kemudian pergi menuju kamarnya


Sementara itu di meja makan keluarga tuan Felix sedang menikmati makan malamnya,Faren kali ini memilih diam dari pada harus memulai perdebatan lagi bersama papinya.


"Mi malam ini Khloe tidur sama mami ya?"


ucap Faren

__ADS_1


"Iya"


"Daddy mau kemana?"


"Daddy mau keluar sebentar"


"Kamu mau nyamperin wanita itu?"


celetuk tuan Felix


"Perempuan itu siapa pi?"


tanya nyonya Mega penasaran


"Yang tadi siang"


"Anin? memangnya kenapa? Anak kita udah besar terserah dia mau kemana"


"Pokoknya papi gak suka kamu ada hubungan dengan perempuan itu"


"Terserah papi,Faren sama sekali tidak meminta pendapat papi ataupun siapa"


"Faren,sudah berani kamu sama papi?"


"Pi,lagian kenapa sih dengan Anin? Dia baik kok pi"


bujuk nyonya Mega


"Papi cuma tidak mau kalau Faren di manfaatkan oleh dia"


"Mau dia manfaatkan aku atau tidak itu gak ada hubungannya sama papi,kali ini aku berhak nentuin pilihan aku pi. Jangan sampai kedua kali papi ikut campur masalah siapa yang akan mendampingi aku dan kedua kali juga aku harus merasakan sakit hati karena memilih hal yang salah"


ucap tuan Faren yang langsung pergi meninggalkan meja makan


"Oma,daddy sama Opa kenapa berantem?"


tanya Khloe


"Enggak sayang daddy sama Opa gak berantem kok,Khloe udah selesai makannya?"


"Udah oma"


"Kalau gitu sekarang kita cuci tangan yuk"


Nyonya Mega mencoba untuk menenangkan suasana,terlebih lagi Khloe sekarang sudah besar dan harus jaga sikap di hadapannya. Nyonya Mega bingung kenapa suaminya sampai begitu tidak suka terhadap Anin padahal ia baru bertemu tadi siang. Sepertinya memang ada hal yang aneh terhadap tuan Felix tersebut,namun karena tidak ingin merasa khawatir nyonya Mega memilih memendam ini semua dan membicarakannya nanti setelah situasinya tepat.


Sementara itu tuan Faren yang makin kesal dengan sikap papinya mencoba menenangkan diri dan pergi ke kost Anin. Saat itu jam menunjukkan pukul 20.00 Anin mendapatkan pesan kalau bosnya sekarang ada di depan pintu gerbang,Anin yang sedang bersantai sembari mendengarkan musik terkejut dan langsung turun ke bawah. Dan yang benar saja,tuan Faren sudah menunggunya padahal di luar sedang gerimis


"Tuan,ada apa tuan malam-malam kesini?"


"Temani saya"


"Temani kemana tuan?"


"Sudah kamu ikut saja"


"Tapi saya cuma pakai baju seperti ini"


"Udah tidak perlu di pikirkan"


Akhirnya tuan Faren dan Anin pergi ke sebuah cafe,di sana tuan Faren sudah memesan bir yang setiap ia datang selalu di suguhkan. Melihat Anin yang terus menutupi kakinya karena hanya memakai celana pendek membuat tuan Faren meletakkan jasnya di atas paha Anin.


"Tuan sebaiknya saya pulang saja ya?"


"Temani saya Anin,saya butuh kamu disini"


"Tapi tuan"


Tuan Faren menatap Anin,sekali lagi ia meyakinkan wanita di hadapannya itu jika malam ini ia tidak ingin sendiri, Anin hanya dapat tertunduk mengikuti perintah bosnya itu.


...Nyonya Mega...


__ADS_1


__ADS_2