
Di kantor Rian padahal karyawan nya begitu banyak dan ini perusahaan yang sangat besar mungkin bisa di katakan seperti itu, karena aku belum tahu banget namanya juga baru, hanya kira-kira saja, namun walaupun karyawan nya sangat banyak tetapi mereka sumua sangat di siplin, tidak ada obrolan atau pun kegaduhan semuanya tenang dan focus hanya untuk bekerja saja.
Memang sesekali terdengar ada suara kecil, namun seperti nya itu hanya tanya Jawab saja jika ada kepentingan, tetapi jika untuk mengobrol-ngobrol dan bercerita seperti nya tidak ada.
Tetapi kak Alya sesekali bertanya kepada ku dengan suara yang sangat pelan, bisa di bilang berbisik-bisik , agar suaranya tidak terdengar oleh yang lainnya, mungkin bisa di katakan seperti itu.
"Maaf kalau boleh tanya, sebelumnya Sinta bekerja dimana? "
"Ooh iya maaf ku memanggil nama, usia mu berapa tahun saat ini?" Ujar kak Alya mungkin ingin tahu agar tidak salah memanggil nama biar terkesan sopan.
"Saya bekerja di restaurant kak, dan usiaku masih antara 18 atau 19 tahunan mungkin jika dua puluh masih kurang juga. "
"Berarti tidak salah ya, aku panggil nama saja. "
"Iya kak tidak apa-apa? "
"Kalau usia ku sudah lebih 20, mungkin bisa di bilang 22 , 23 lah kurang lebihnya segitu. " ujarnya kak Arya menceritakan sendiri tanpa aku tanya pula.
Untung saja aku tidak memanggil kak Alya dengan sebutan nama, ternyata benar bahwa dia sudah lebih dewasa dari pada aku, coba kalau aku memanggil nama bisa malu, dan mau di taruh dimana wajahku ini, gumam bathinnya Sinta.
" Hai, ko diam saja. " ujar kak Alya membuyarkan lamunan ku.
"Iya kak, maaf soalnya lagi mengerjakan yang ini , maaf tadi lagi kurang focus ? " sahut ku agar tidak curiga bahwa aku memikirkan kak Alya.
"Ooh , tidak apa-apa lanjutkan saja jika sedang mengerjakan pekerjaan yang belum selesai. "
"Baik kak, akan saya lanjutkan kembali. "
"Oke! Ooh iya nanti makan siang bareng yuk! "
"Baik kak, Terima kasih ajakannya, lagi pula saya kan baru jadi belum tahu tempat-tempat disini. "
"Iya tidak apa-apa, nanti biar kakak yang memberi tahukan semuanya, sambil makan siang. "
__ADS_1
"Iya kak, Terima kasih. " Ucap ku kepada kak Alya.
Alhamdulillah akhirnya aku menemukan orang baik lagi, tak lupa ku ucapkan rasa Syukur kepada Allah SWT, yang selalu memberikan kenikmatan , karena aku Selalu di pertemukan dengan orang-orang yang sangat baik.
Ting. Tanda Bel berbunyi bahwa sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12:00 saatnya istirahat dan makan Siang, namun sebelum aku makan siang tak lupa ku tunaikan dulu kewajiban ku sebagai umat muslim.
"Alhamdulillah akhirnya waktu istirahat tiba, yuk kita keluar. " Ajak kak Alya.
"Iya kak ayo, tetapi Mushola nya sebelah mana ya, soalnya saya kan baru, maaf ya kak jika saya banyak bertanya. "
" Tidak apa-apa, peribahasa mengatakan, malu bertanya sesat di jalan, Ayo ikutin saya saja, kita sama-sama ke mushola. " ujar kak Alya sambil tersenyum manis menatap ke arah wajah ku.
"Iya kak, Terima kasih. " Sahut ku sambil membalas senyuman kak Alya.
Tak lupa selalu ku ucapkan rasa Syukur kepada Allah SWT. Alhamdulillah ternyata masih banyak banget orang-orang baik yang ada di dekat ku, Setiap langkah kemana pun aku pergi, selalu saja pasti salah satu ada yang baik kepada ku, memang tidak semuanya suka sama aku, tidak jarang juga yang membenci ku, namun tidak usah di bahas karena akan menyayat hati ini, lebih baik ceritakan yang baik-baik saja.
Kemudian aku bersama kak Alya melangkah kan kedua kaki ini mengikuti setiap langkah nya karena dia yang mengajak ku ke mushola ketika aku bertanya di mana mushola. dan ternyata kak Alya juga orang yang sangat baik dan khusu dalam beribadah, ketika menunaikan kewajiban nya.
Setelah semuanya selesai, kak Alya pun mengajak ku makan siang.
"Iya kak ayo. " sahut ku dengan rasa bahagia di dalam dada dan bathin ku, karena hari pertama bekerja dan Alhamdulillah sudah di pertemukan lagi dengan orang baik, setiap tempat ada aja orang yang perduli sama aku.
Dan Akhirnya menemukan makanan yang enak itu menurut kak Alya karena aku belum mencoba dan belum mencicipinya.
"Nih disini tempat kakak makan siang, ini enak-enak loh makanan nya, tinggal kita pilih saja, walaupun tidak semewah yang seperti di cerita orang-orang, namun rasanya tidak kalah enak ko. " ujar kak Alya sambil menunjukkan semua makanan kesukaannya.
"Iya kak, dimana pun kita makan tidak perlu mewah yang penting halal dan bisa mengenyangkan dan di Terima oleh perut kita, " sahut ku sambil tersenyum kepada kak Alya.
Kemudian ku ucapkan Bismillah lalu ku coba menyodorkan setiap sendok yang telah berisi makanan itu, lalu ku kunyah dengan lembut dan turun dengan sendirinya, terus dan terus sampai selesai dan tidak tersisa sedikit pun.
Kita makan bersama dan duduk berdampingan satu meja berdua, ternyata makanan nya benar-benar enak dan lezat, benar apa yang di katakan kak Alya, sudah enak harganya pun terjangkau, cocok di perut dan pas di kantong, heheee.
Alhamdulillah akhirnya makan siang pun selesai, tetapi aku bersama kak Alya belum beranjak dari tempat itu, kita beristirahat dan sesekali sambil mengobrol tentang hal-hal terkecil dulu, karena aku tidak berani menanyakan banyak hal, walaupun rasa ingin tahu itu banyak di benakku tentang kak Alya, namun takut dia tidak suka dengan semua pertanyaan ku, makanya semua itu ku simpan baik-baik dan rapat-rapat, karena nanti takut di kata, baru kenal ko sudah kepo.
__ADS_1
Tidak usah ingin tahu terlalu banyak tentang kak Alya dia sudah berbuat baik kepada ku, itu pun sudah lebih dari cukup, karena mencari orang baik itu sangat lah sulit, apa lagi mengingat jaman sekarang itu banyak modus.
Namun Alhamdulillah selama ini aku masih di pertemukan dengan orang-orang yang sangat baik dan menyayangiku apa adanya, bukan karena ada apanya.
Ketika bekerja di restaurant ada Lani yang selalu baik dan membantu ku ketika kesusahan, dia lah yang menemani dan membantu ku ketika sakit, apa lagi waktu itu ketika pertama kali bertemu dengan Jhon, dan dengan tidak sengaja dia menabrak ku sehingga kedua kaki ku tersungkur ke aspal lalu terluka.
Dan dari situ lah awal mulai bertemu dengan Jhon dan sampai saat ini dia masih sangat baik, bahkan aku saat ini menjalin hubungan dengan nya bahkan dia sekarang sudah menjadi kekasih ku.
Awalnya memang tidak tahu bahwa Jhon adalah anak dari pemilik restaurant tempat ku bekerja, namun dengan berjalan nya waktu, setelah aku sembuh dan kembali lagi bekerja di restaurant itu, ternyata aku tahu bahwa Jhon adalah anak dari pemilik restaurant itu.
Namun entah mengapa saat itu tidak memperdulikan siapa Jhon, dan dari mana dia berasal, mungkin karena dia sangat tampan sehingga menarik hati, heheee.
Namun ada perasaan aneh di hati rasanya tidak karuan sungguh aneh tidak seperti biasanya, sejak awal berjumpa ku sudah merasa dag dig dug , bahkan merasa jatung ini berdetak kencang dan semakin gugup, apa itu yang di namakan jatuh Cinta.
Yang kedua, setelah aku pulang kampung karena ibu ku sakit waktu itu, dan bapak ku menyuruh agar aku secepatnya pulang karena ibu selalu manggil-manggil nama ku, perasaan sangat cemas tidak karuan, karena sangat sayang kepada ibu , dan setelah beberapa hari di kampung halaman rasanya ku sudah mulai beradaptasi kembali dengan kampung halaman yang sejuk nan indah tidak ada lagi pikiran untuk kembali ke jakarta, namun tiba-tiba saja ada telepon masuk, dan ternyata telepon itu dari bu merry, tahu kan siapa dia, dia adalah mamahnya Jhon.
Mengapa bu merry tiba-tiba menghubungi ku, iya saat itu aku pun sangat terkejut, aku pikir dia akan menyuruh ku kembali bekerja di restaurant miliknya, namun dugaan ku salah, ternyata dia meminta aku segera kembali ke jakarta Karena Jhon anaknya itu sakit, saat itu bu merry tidak mengatakan bahwa Jhon sakit akibat kecelakaan.
Namun setelah aku bertemu dengan bi Minah dia menceritakan bahwa Jhon itu bukan sakit biasa, tetapi mengalami luka-luka akibat kecelakaan dan disitu lah aku jadi tahu ternyata Jhon itu kecelakaan namun entah mengapa bu merry tidak mengatakan bahwa Jhon kecelakaan namun dia hanya berkata bahwa Jhon sakit dan memanggil-manggil nama ku.
Ini dia orang baik nomor dua, ya itu bi Minah, dia sangat baik dan sayang kepada ku, entah mengapa dia begitu baik, bahkan kebaikan nya itu membuat ku sedih ketika berpisah kembali dengan nya, saat aku pergi meninggalkan nya, bi Minah itu seperti sedih banget entah apa yang membuat dia sayang kepada ku, padahal baru mengenalnya, namun pelukannya itu begitu hangat bak ibu kandung sendiri, walaupun kasih sayang orang tua tidak ada duanya tetapi entah mengapa bi Minah pun orang yang paling baik yang aku kenal, seperti nya ku semakin merindukan bi Minah yang baik hati ini.
Dan yang ketiga, hari ini hari pertama aku bekerja di kantonya Rian, iya Rian dia adalah sahabat nya Jhon, entah apa yang ada di dalam otak dan pikiran nya Jhon saat itu, Dia mencarikan aku pekerjaan, namun dia malah meminta bantuan sahabatnya ini, Iya Rian ini adalah sahabat nya Jhon, mungkin dia sangat akrab sehingga dia percaya menitipkan aku kepadanya dan meminta agar aku bekerja di perusahaan nya Rian.
Dan Alhamdulillah di sini aku bisa bertemu dengan orang yang sangat baik lagi yaitu kak Alya, baru beberapa jam saja aku mengenalnya tetapi dia sudah mengajarkan ku banyak hal, Terima kasih Lani. Terima kasih bi Minah hikss sedih rasanya jika mengingatnya, dan sekarang Terima kasih kak Alya, karena kakak juga sangat baik kepada ku Terima kasih semuanya, iya semuanya yang sangat baik dan sudah bersedia menerimaku sebagai sahabat ataupun orang baik yang menyayangiku ketika aku jauh dari orang-orang terdekat ku.
.
.
Mohon dukungannya, seperti biasa tidak lupa agar meninggal kan jejak like dan komentarnya.
Terima kasih kepada seluruh readers setia ku, karena kalian yang telah menyemangati sampai saat ini, walaupun sempat putus asa dan ingin berhenti tidak melanjutkan cerita ini lagi, namun penyemangat kalian lah yang sampai saat ini masih bisa melanjutkan cerita ini, hingga Sampai 100 episode, walaupun masih acak-acakan dan banyak kekurangannya, mohon maaf sebesar-besarnya karena masih banyak salah dan kurangnya.
__ADS_1
saya ucap kan Terima kasih kepada semuanya.
Salam hangat dan Peluk🤗 Cium 😘 dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.