
Pagi yang cerah. cuaca yang sangat sejuk, Rumput-rumput kecil yang penuh dengan embun pagi, dan matahari menyinari dunia dengan Sangat indah.
Sinta sangat suka dengan keindahan alam semesta, dia melihat dari jendela kecil kamarnya sambil melihat sinar matahari yang mulai memancar ke arah dimana dirinya berdiri.
Tiada kata yang paling indah selain kata Bersyukur yang dia ucapkannya, atas Nik'mat sehat yang sampai saat ini masih dirasakan oleh dirinya, Sinta pun berdo'a agar ibunya cepat sembuh dari sakitnya.
Setelah Sinta melihat keindahan alam semesta yang penuh dengan rasa suka cita di dalam lubuk hatinya.
Dia pun mulai berpindah tempat ke ruangan belakang, melihat keadaan di dapur apa yang bisa dia masak, namun setelah di lihat tidak ada yang bisa Sinta masak saat ini, mengingat ibunya yang sedang sakit dia tidak berbelanja ke pasar, dan yang mereka punya saat ini hanya bumbu-bumbu dapur saja yang terpanpan di rak kecilnya yang mungil.
kemudian Sinta berpikir, harus memasak apa untuk sarapan mereka bertiga.
setelah melihat keluar di jendela kaca dapurnya, matanya tertuju pada tanaman hijau yang ada di belakang rumah nya.
sebelum ibunya sakit, dia sangat rajin berkebun menanam sayur mayur di halaman belakang kemudian Sinta menghampiri tanaman hijau itu, dan Sinta mulai mendekatinya dengan perlahan.
dan ternyata itu tanaman sayur mayur milik ibu dan bapaknya.
Sinta mulai memetik sayuran itu, tangkai demi tangkai dan tidak terasa memenuhi telapak tangannya, karena Sinta tidak membawa keranjang ataupun tempat sayur lainnya, Sinta hanya dengan tangan kosong pergi kekebun belakang dapur rumahnya, dan setelah Sinta melihat di genggaman tangan nya sudah sangat penuh dan mengira ini sudah sangat cukup untuk dimasak.
lalu Sinta pun kembali lagi ke dapur untuk memasak.
setelah mencuci dan dan mulai memotong-motong sayuran yang dalam keadaan sangat segar, Sinta mulai memasaknya sehingga tidak lama kemudian sayuran nya itu sudah mulai matang, lalu menuangkan ke dalam mangkuk dan membawa ke tempat dimana ibunya sedang berbaring lemah.
"Selamat pagi ibu"? .
ucap Sinta sambil mencium tangan milik ibunya, dan di genggaman Sinta ada sebuah mangkuk berisi sayur masakan dirinya untuk sarapan.
Iya selamat pagi juga nak.
"Bagaimana keadaan ibu di pagi hari ini, apakah sudah lebih baik"?.
Alhamdulillah nak, ibu sudah sedikit lebih baik.
" Syukur Alhamdulillah jika keadaan ibu saat ini sudah membaik, Saya sangat bersyukur, Cepat sembuh ya bu"!.
iya nak, Terima kasih.
__ADS_1
"Kalau begitu, ibu sarapan dulu ya"?.
Tidak nak, ibu saat ini belum ingin makan, bibir ibu terasa kering, dan di bagian mulut ibu sangat lah terasa pahit.
" Ayo lah bu, sedikit saja, biar ibu cepat sembuh, setelah ibu sarapan nanti obatnya kan harus di minum lagi, agar kesehatan ibu cepat membaik lagi seperti sedia kala"!.
T-Tetapi nak, ibunya menolak tidak ingin makan namun Sinta tetap merayunya agar ibunya tetap ingin makan.
"Bu , tolong lah makan ya, walaupun cuman sedikit saja, biar ada asupan ke dalam tubuh ibu, jika ibu tidak ingin makan, tubuh ibu akan semakin lemah, dan lama akan sembuh kembali"!.
Sinta terus membujuk ibunya agar mau sarapan dan minum obatnya.
Iya nak, baiklah tetapi hanya sedikit saja ya.
" iya bu, tidak apa-apa asalkan ada benda putih masuk kedalam perut ibu"!.
kemudian Sinta mulai mengambil nasi dan sayur menggunakannya sendok di tangannya lalu menyodorkan tangan ke mulut ibunya.
"Aaaa... bu ayolah sedikit saja"!.
"Bu, ayo lah sedikit saja, jika ibu tidak mau makan Sinta sangat sedih melihat nya"
kemudian ibunya menganggukan kepalanya dan mulai membuka sedikit mulutnya untuk di masukan sedikit makanan.
"lagi ya bu, tidak usah banyak yang penting perut ibu ada asupan nya"!.
Iya nak Terima kasih, karena kamu sudah merawat ibu, maaf ibu sudah merepotkan mu.
"Iya bu, tidak apa-apa ini kan sudah kewajiban Sinta".
kemudian Sinta terus sedikit demi sedikit menyodorkan tangannya cantiknya untuk menyuapi ibunya, dan setelah selesai ibunya makan kemudian Sinta mengambil kotak obat dan memberikan pada ibunya, lalu membantu memegangin gelas untuk meminum kan obat.
dan setelah semuanya selesai Sinta pun mulai memijat-mijat sedikit bagian kaki ibunya.
"Cepat sembuh ya bu" ucap Sinta dengan penuh rasa kesedihan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, sehingga tidak dapat menyembunyikan lagi kesedihan nya itu, dan air matanya mulai terlihat di kelopak matanya.
iya nak, ibu juga pinginnya cepat sembuh mana mau sakit melulu, kan jika sehat lebih enak, kamu jangan sedih ya, karena ibunya melihat ada air mata di kelopak matanya Sinta. sehingga ibunya tahu bahwa Sinta sangat keadaan sedih.
__ADS_1
lalu air mata Sinta tidak dapat terbendung lagi, jatuh lah membasahi pipinya yang cantik nan putih, namun karena Sinta nangis wajahnya menjadi merah dan sedikit pink.
"Anak ibu yang cantik, jangn sedih dong, ibu juga kan jadi ikutan sedih, sudah tidak apa-apa ibu sakit yang penting bisa secepatnya sembuh kembali".
Iya bu, Sinta hanya tidak tega melihat keadaan ibu seperti ini, ibu cepat sembuh pokoknya, karena cuman ibu dan bapak yang Sinta miliki saat ini.
" Iya nak, makanya kamu cepat cari pendamping hidup, agar ada yang menemani mu di kala ibu dan bapakmu sudah tidak ada"!.
ibu... jangn bicara seperti itu, Sinta kan makin sedih, dan tidak terasa semakin mengalir deras air mata di pipi Sinta.
"Nak ibu hanya ingin melihat mu bahagia sebelum ibu dan bapakmu di panggil sama yang maha kuasa"!.
Ibu... tetapi bu..
" mengapa nak"
Sinta ingin sekali bercerita kepada ibunya bahwa dirinya itu sudah memiliki kekasih yang sangat baik dan sangat tampan, namun Sinta takut dan ragu menceritakan tentang hal ini pada ibunya, karena mengingat Jhon berbeda keyakinan dari keluarga Sinta.
Tidak bu tidak ada apa-apa ko.
"Apa kamu saat ini sudah memiliki kekasih nak, kamu kenalkan dong sama ibu"!.
B-begini bu...
ummmmz lebih baik ibu tidak usah tahu dulu lah soal hubungan ku dengan Jhon, mengingat kesehatan ibu yang sedang tidak baik, nanti saja jika ibu sudah sehat dan ada waktu yang lebih tepat lagi, takutnya nanti malah nanya-nanya dan semakin panjang terus tahu bahwa aku dan Jhon itu berbeda keyakinan.
nanti ibu malah Shock dan semakin buruk keadaan nya, tidak-tidak, pokoknya tidak boleh terjadi, aku tidak ingin melihat ibu sakitnya semakin parah dan sedih. gumam Sinta di lubuk hatinya yang paling dalam.
.
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, agar makin semangat up lagi, mohon maaf masih banyak kekurangan nya karena masih belajar,
TERIMA KASIH...
__ADS_1