
Kini hari pun semakin siang, matahari menyinari dunia dengan sangat sempurna, karena jam pun sudah menunjukkan pukul 12:00.
Sinta dan juga bi Minah masih saja mengerjakan pekerjaan di dapur, hampir saja selesai dan mereka pun berniat akan beristirahat setelah ini, dan selain itu karena akan melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim.
Allahuakbar, Allahuakbar suara adzan dzuhur pun berkumandang saling bersahutan di setiap masjid-masjid yang ada di sekitar nya, Sinta begitu pun bi Minah sudah bersiap hendak beristirahat namun belum juga mereka menaruh alat tempurnya, lalu datang lah kedua rekan bi Minah itu yang baru saja menyelesaikan pekerjaan di tempat nya masing-masing.
"Eh ada bi Minah, kapan pulang bi.? tanya salah satu rekannya.
"Sudah lumayan lama , ada kali 4 jam an mah, tadi kira-kira pukul delapan pagi bibi sampai ya neng." Sahut bi Minah sambil melirik ke arah Sinta.
"Iya bi. " sahut Sinta sambil menganggukan kepalanya.
"Ini siapa bi? punya teman baru ko bibi tidak memperkenalkan nya dengan kita? " tanya nya lagi.
"Ooh iya hampir bibi lupa! perkenalkan ini neng Sinta! " sahut bi Minah.
"Hallo neng, perkenalkan nama saya Mimin dan yang ini namanya Mumun, walaupun kita namanya hampir sama tetapi kita tidak kembar neng, hanya kebetulan saja! " Ucap bi Mimin sambil tertawa.
"Iya bi, perkenalkan nama saya Sinta! " ucap Sinta dengan penuh perasaan tidak enak.
Haduuh bagaimana ini, pasti mereka pikir aku adalah asisten baru disini, kan malu, seru sih tinggal disini, tetapi tidak mungkin bisa bekerja bareng mereka, lalu bagaimana dengan Jhon jika aku bekerja disini, mana mungkin juga di perbolehkan tinggal satu atap dengan kekasihnya, ya walaupun tidak berbuat apa-apa, tetap saja tidak baik dan nantinya akan menimbulkan fitnah, gumam bathinnya Sinta.
"Asyik kita punya teman baru. " Ucap bi Mimin membuyarkan lamunannya Sinta.
"Iya kita punya teman baru ya bi, cantik banget ini mah, tidak cocok jadi asisten seharusnya neng Sinta ini jadi majikan kita." Ucap bi Mumun sambil melirik ke arah bi Minah.
"Husssttt kalian ini, lain kali kalau ada orang baru itu harus sedikit lebih sopan dan santun jika berbicara! " ucap bi Minah sambil menatap tajam kepada bi Mumun dan bi Mimin.
Mereka berdua pun sangat kebingungan apa yang di maksud dengan ucapan bi Minah tadi, mengapa bi Minah itu seperti nya marah besar dengan ucapan bi Mumun, padahal bi Minah biasanya tidak pernah marah sampai mengeluarkan kata-kata seperti itu, kemudian bi Mumun dan bi Mimin pun meminta maaf kepada bi Minah.
__ADS_1
"Maaf bibi, saya tadi kan cuman bercanda saking bahagianya, karena memiliki teman baru, dan neng Sinta memang cantik banget kita tidak munafik walaupun sesama perempuan tetapi kita juga bisa melihat dan membedakan nya? " Ucap bi Mumun
"Sini kalian berdua, saya tidak marah kepada kalian tetapi tolong hargai tamu kita ini. " ucap bi Minah dengan lembut.
"Tamu!. Maksud bibi apa? jika memang dia tamu mengapa dia mengerjakan pekerjaan rumah dan membantu bibi layaknya seperti asisten dan seperti kita-kita ini.?
"Karena neng Sinta ini walaupun dia cantik tetapi orang nya sangat rajin dan baik hati! " ucap bi Minah.
"Kalau neng Sinta ini bukan calon asisten di rumah ini, lalu dia datang kesini sebagai tamu begitu? " tanya bi Mumun lagi.
"Kalian pasti semua belum tahu ya siapa sebenarnya neng Sinta? " bukannya menjawab pertanyaan bi mumun bi Minah ini eh malah berputar memberi pertanyaan lagi.
"Sudah bi, tidak apa-apa tidak usah di jelaskan kepada mereka! " ucap Sinta sambil berbisik-bisik ke telinga bi Minah dengan raut wajah tersipu malu.
"Tidak apa-apa neng biarkan mereka tahu yang sebenarnya, ngapain juga harus di sembunyikan toh nanti juga mereka bakalan mengetahui nya. " sahut bi Minah dengan lembut.
Mendengar percakapan bi Minah dengan Sinta, bi Mumun dan bi Mimin pun di buat semakin penasaran di dalam bathinnya.
"Kalian pasti penasaran kan siapa neng Sinta ini? " ucap bi Minah membuyarkan lamunannya.
"Iya bi Siapa sebenarnya neng Sinta ini, jika dia bukan asisten baru di rumah ini? " tanya bi mumun lagi karena semakin penasaran di bathin nya.
"Neng Sinta ini adalah kekasih tuan muda Jhon, Bagaimana kalian puas kan dengan jawaban saya! " Ucap bi Minah sambil tersenyum.
Mereka berdua pun sontak saja terkejut ketika mendengar kata kekasih tuan muda, mereka berdua menjadi gugup dan menundukan kepalanya karena malu sama ucapan nya tadi yang sempat berkata punya teman baru dan calon asisten, lalu mereka berdua pun meminta maaf kepada Sinta.
"N-neng, m-mohon maaf ya? karena tadi bibi lancang berkata seperti itu, karena bibi belum tahu, habis tadi neng mengerjakan pekerjaan bu Minah sih, makanya bibi pikir neng asisten baru di rumah ini, sekali lagi tolong maafin kita ya neng? " ucap mereka berdua dalam keadaan gugup dan mati kutu di buatnya.
"Iya tidak apa-apa bi, saya tidak marah, kita semua sama ko! " sahut Sinta dengan lembut.
__ADS_1
"Tuh makanya lain kali, kalian ini jika ada orang baru, bertanya dengan sopan ya? " untung saja neng Sinta mah baik orang nya tidak sombong, ya neng, Ucap bi Minah sambil melirik ke arah Sinta.
" Terima kasih ya neng, sekali lagi kita mohon maaf? " ucapnya.
"Sudah tidak apa-apa, kita sama ko. " Sahut Sinta sambil tersenyum manis.
Pantas saja dia itu cantik mulus jauh banget di banding kita mah bagaikan langit dan bumi.
ternyata dia itu kekasih tuan muda, jadi malu di buatnya, saya pikir dia calon asisten di rumah ini, habis nya tadi dia sedang memegangi alat tempur bi Minah, maafkan kita ya, yang tidak tahu jika neng Sinta ini adalah kekasih anak boss kita, bathinnya mereka bergumam kembali.
"Tuh kan untung neng Sinta mah baik orang nya, mau memaafkan kalian, coba jika kalian yang di katain seperti itu belum tentu mau memaafkan nya! " ucap bi Minah lagi sambil menatap ke arah bi Mimin dan bi Mumun dan membuyarkan lamunan nya.
"Iya bi, Maafkan kita. " mereka mengulang mohon maaf nya kembali karena merasa tidak enak hati soal yang tadi dia sempat berucap seperti itu.
"Iya tidak apa-apa, lagi pula neng Sinta sudah memaafkan kalian kan, sudah sini mari kita bergabung dan kita makan siang dulu bersama ya, setelah ini kita bersihkan badan dan menunaikan shalat dzuhur dan setelah itu kita istirahat deh! " ucap bi Minah menghibur dan mencairkan kembali hati mereka yang sedang beku.
kemudian mereka berempat makan siang bersama dan setelah mereka selesai makan siang lalu membersihkan badannya masing-masing dan menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim, lalu mereka beristirahat.
.
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya.
Mohon maaf masih banyak kekurangan nya.
Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.
__ADS_1
******* TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 *******