
"makanya jhon kamu itu cepat punya pacar, terus kamu itu menikah biar tidak sendirian terus begitu, setidaknya kamu itu punya pacar dulu jhon, mau sampai kapan hidup kamu seperti ini terus"?.ucap mamahnya.
iya-iya mah nanti jhon pikirkan soal ini, kalau jhon sudah menemukan perempuan yang cocok di hati jhon, perempuan sangat banyak mah, tetapi belum ada yang pas di hati, sahut jhon.
" kemudian kamu cari yang bagaimana setiap mamah tanya kapan kamu menikah, selalu jawaban kamu seperti itu, ok begini saja jhon kamu mau tidak kalau nanti mamah kenalkan sama anak temannya mamah, siapa tahu kalian berdua cocok, lagi pula anak teman mamah juga katanya belum punya pacar ko"?.
tidak mah tidak, maaf mah jhon tidak pingin kalau pasangan jhon itu dapat perjodohan, jhon hanya pingin murni dapet jhon sendiri yang menemukan nya, karena kalau urusan hati tidak bisa di paksakan, jika tidak cocok kan nanti nya juga tidak bakalan bagus untuk kedepan nya, makanya mamah sabar saja ya, mungkin kalau sudah saatnya nanti juga jhon pasti bawa ke rumah dan di kenalkan sama mamah, ucap jhon.
"Ok baik lah, mamah tunggu ya jhon, sebenarnya mamah juga tidak pingin menjodohkan anak, hanya saja mamah merasa kasihan melihat kamu sampai saat ini ko kamu ini belum juga punya pacar, padahal kamu ini kurang apa jhon, kamu itu ganteng, karier kamu juga bagus, tetapi kamu ini kenapa begini terus, mamah kasihan melihat kamu sendirian tanpa pasangan, sedangkan usia kamu sudah cukup untuk menikah.
Mamah tidak muluk-muluk jhon apapun pilihan kamu nanti, mamah akan pasti Terima dan menyetujuinya, asalkan kamu bahagia, dan menemukan pasangan yang cocok menurut kamu"?. ucap mamahnya.
bener ya mah, kalau seandainya suatu saat aku menemukan pasangan yang aku sukai mamah jangan marah jangan pernah membanding-bandingkan dengan kehidupan kita, pokoknya mamah harus setuju, siapapun dia dan dari manapun dia berasal.
karena mamahnya sangat ingin melihat jhon bahagia, jadi apapun itu asal perempuan itu pilihan jhon, baik menurut jhon, Mamahnya akan menyetujui hubungan mereka, dan walaupun itu berbeda keyakinan sekalipun.
"iya jhon, karena mamah pingin kamu bahagia, seharusnya umur segini kamu itu sudah harus menikah, sudah punya anak, akan tetapi boro-boro kamu menikah, punya pacar saja kamu belum"?.
jhon pun tersenyum.
iya mah jhon mulai sekarang akan memikirkan hal itu, mungkin Kemarin-kemarin jhon sangat sibuk sama pekerjaan kantor, dan cu'ek sama urusan ini, tetapi sekarang akan berusaha mendekati perempuan yang jhon suka.
"memang sekarang kamu sudah menemukan perempuan itu, apa kamu sudah mengenalnya siapa dia, dan kamu sudah tahu keluarganya"?. ucap mamahnya jhon.
belum mam, hanya saja jhon akan berusaha jika ada perempuan yang suka sama jhon, jhon pun akan mendekatinya asalkan jhon bisa menyukainya juga.
__ADS_1
" Ooh mamah pikir kamu sudah menemukannya dan lagi dekat dengan perempuan"?.
jhon pun terdiam dan sambil tersenyum.
"Oh ia jhon, bagaimana keadaan Sinta sekarang, kamu kan tadi menjenguk Sinta, terus bagaimana dia"?. tanya mamahnya.
Sinta baik- baik saja mah, lah mamah ko jadi nanyain bagaimana dia, ya Sinta begitu saja, tadi jhon ajak dia ke taman lalu jhon ajak makan siang, kasihan dia mah kelihatannya sangat murung, ini semua salah jhon, karena kejadian beberapa hari yang lalu, mungkin dia bosan kali ya mah, soalnya biasa dia bekerja sekarang berdiam diri di kost-kostannya, ucap jhon.
"OO syukur lah kalau begitu, mamah senang dengarnya, itu artinya kamu bertanggung jawab atas perbuatan kamu, lagian Sinta juga anak yang baik kalau menurut mamah.
jhon pun makin senyum-senyum, jhon pikir mamahnya bicara begitu, karena sudah tahu dan mengerti perasaan jhon saat ini, akan tetapi mamahnya memang bicara apa adanya saja, sesuai yang mamahnya tahu tentang Sinta, jika dia sedang bekerja di restaurant.
lalu mamahnya melihat jhon yang makin senyum-senyum sendiri, " kamu mengapa jhon dari tadi mamah bicara ini itu, ko kamu itu senyum-senyum saja, biasanya kamu kan marah kalau di tanayain soal pacar atau pasangan dan pernikahan, hari ini ko kamu beda sekali ya"?.
tidak mam tidak ada apa-apa, jhon hanya memikirkan apa yang mamah katakan barusan, mamah ada benarnya juga, mungkin sudah saatnya jhon memikirkan pasangan hidup,
"lah kamu senang pasti ada sebabnya apa gitu, masa tiba-tiba merasa senang,kamu sedang dekat dengan seseorang ya"?. ucap mamahnya sambil bercandain jhon.
tidak mam, belum ada , jhon belum menemukan perempuan yang cocok di hati jhon sampai saat ini.
" ya sudah kalau begitu mamah tidak akan memaksa kamu menikah sekarang-sekarang ini, mamah hanya pingin melihat kamu mempunyai pasangan hidup nantinya, yang bisa membuat kamu bahagia"?.
padahal jhon sedang ingat seseorang yang bernama Sinta, kali ini jhon merasakan perasaan yang sangat berbeda kepada sinta.
namun jhon enggan mengucapkan nya karena jhon masih takut dan belum berani, jhon hanya memendam perasaan nya seorang diri saja.
__ADS_1
setelah mereka ngobrol, lalu mereka makan malam, Lagi-lagi jhon bukannya makan malah melamun memikirkan Sinta.
lalu bu merry pun mencurigai sikap jhon ini, dan bu merry bertanya.
"jhon mamah mau tanya deh, kamu kan hari ini bersama Sinta terus kan itu kata kamu tadi, kalian jalan-jalan ke taman dan makan siang, terus mamah merasa ada yang aneh sama sikap kamu ini, jangan-jangan kamu suka ya sama Sinta"?.
" ooh itu mam, jhon pun mengelak, tidak mam mana mungkin jhon bisa suka sama Sinta jhon baru mengenal dia beberapa hari ini saja, masa aku sudah suka sama dia.
"iya misalnya kamu suka sama Sinta mamah akan dukung ko, mamah tidak akan membeda-bedakan siapapun perempuan pilihan kamu.
"iya kan mamah kira begitu, habis dari tadi mamah perhatikan ko kamu itu senyum-senyum sendiri, padahal di rumah tidak ada yang aneh, biasa-biasa saja, ya sudah lah kalau begitu, setelah makan kamu langsung istirahat ya"?.
iya mah, jhon setelah selesai makan langsung Masuk kamar ko, dan nanti jhon lngsung istirahat.
tidak lama kemudian jhon pun masuk ke dalam kamarnya, bukannya tidur malah membayangkan Sinta terus.
jhon pun tidak mengerti dengan perasaannya ini, jhon mungkin Masih bisa membohongi mamahnya, namun jhon pun Tidak bisa membohongi dirinya sendiri.
kemudian jhon berpikir bulak balik, apa yang membuat jhon seperti ini, jhon pun berkata pada dirinya sendiri, apa mungkin aku ini beneran suka sama Sinta, ah tetapi tidak mungkin lah, masa iya sih aku jatuh cinta sama perempuan itu, gerutu jhon dalam hati.
malam semakin larut namun jhon tidak bisa tidur, karena jhon tidak henti-hentinya memikirkan Sinta.
berarti memang betul kali ini jhon itu sedang jatuh cinta.
.
__ADS_1
.