
Ternyata Sejak awal Sinta berbicara di telepon ada yang mendengar kan dari dalam mobil mewah itu, dan dia pemilik dari perusahaan tempat aku bekerja dia adalah Rian, Iya Rian dia adalah bos ku.
Setelah aku selesai dan telepon nya sudah aku tutup, Ku langkah kan kedua kaki ini, berniat akan masuk ke dalam kantor, namun Tiba-tiba saja ada yang menggapai tangan ku dari belakang.
"Tunggu sebentar Sin.. "ujarnya pak Rian.
" Ada apa pak? " sahutku sambil menatap ke arah tangan yang di genggam oleh pak Rian.
"Maaf kan aku jika aku tidak sopan karena telah menarik tangan mu. " Ujar pak Rian sambil melepaskan genggaman tangannya membuat ku terkejut, aku pikir dia siapa.
"Iya Pak tidak apa-apa, hanya terkejut saja, saya pikir jambret hampir saja saya berteriak. "
Dia tersenyum kepada ku dengan senyuman yang biasa dia keluarkan, senyuman yang sangat manis, mungkin membuat kebanyakan perempuan akan tertarik jika melihat senyumannya, tetapi buat ku biasa saja karena tidak ada perasaan sedikitpun.
"Maaf Pak, Saya terburu-buru mungkin sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. "
"Oke baiklah, tetapi nanti sore boleh ya aku antar pulang. "
"Maaf Pak, tetapi masa saya pulang di antar bapak kan tidak enak, apa kata karyawan lain jika ada yang melihat kita pulang bersama dalam satu mobil. "
"Sudah tidak usah pikirkan itu, nanti pulang nya jika sudah mulai sepi saja, lagi pula mungkin mereka sudah tahu bahwa saya ini adalah sahabat dari kekasih mu." Ujarnya seraya tersenyum lagi.
"In'sha Allah Pak, Maaf saya tidak bisa menjanjikan dengan pasti. " sahut ku dengan sedikit membalas senyumannya.
"Kalau begitu saya pamit duluan ya pak, takut terlambat. "
"Iya." sahutnya sambil di ikuti dengan anggukan kecilnya.
Kemudian aku mulai melangkah kedua kaki ini dengan perasaan tidak enak hati, karena Sudah meninggalkan pak Rian seorang diri di parkiran, dan aku penasaran mengapa tiba-tiba saja dia ingin sekali mengantarkan aku pulang Hari ini, apa dia akan menasehati tentang hubungan ku dengan Jhon, entah lah ku tunggu nanti sore saja, karena percuma jika seharian aku memikirkan apa yang akan di lakukan pak Rian nanti, yang ada malah membuyarkan pikiran dan juga mengganggu pekerjaan ku hari ini.
Baru saja aku masuk selangkah dari pintu kantornya kini di kejutkan lagi dengan ka Alya, Iya dia orang yang paling baik yang ada di tempat kerja ini, dan dia sudah akulu anggap sebagai kakak kandung ku sendiri, karena dia sangat baik kepada ku.
"Hai Sinta, aku pikir kamu sudah ada di dalam
" ujarnya sambil tersenyum, entah itu ledekannya ka Alya atau cuman benaran bertanya.
__ADS_1
"Maaf kak, tadi ada pak Rian di parkiran dia menegorku, tidak enak jika aku tinggalkan begitu saja. "
"Iya aku juga tadi lihat ko. " sahutnya dengan penuh senyuman di bibir kak Alya
Duuh ternyata kak Alya melihat aku dengan pak Rian tadi , bagaimana jika kak Alya berpikiran yang tidak-tidak soal aku dan pak Rian, aah lebih baik cari alasan lain, dan aku jelaskan saja dari pada ada prasangka buruk di hatinya, entah itu fakta atau cuman perasaan aku saja, yang merasa tidak enak hati juga kepada kak Alya, Itu kan cuman gerutu bathinku saja.
"Iya kak, pak Rian kan sahabatnya Jhon, jadi mungkin dia sudah tahu siapa Jhon sebenarnya, namanya sahabat dia menanyakan kabarnya. " Maafkan aku kak, aku sudah berbohong sama kak Alya, sebenarnya pak Rian tidak menanyakan kabarnya Jhon, tetapi dia .... ya sudah lah tidak usah aku pikirkan lagi, mungkin kak Alya juga sudah percaya. Gumam bathin ku lagi.
"Ooh begitu, aku pikir dia mau ngajak kamu dinner heheee. " ujarnya soraya tersenyum kembali dan membuyarkan lamunan ku secara tiba-tiba.
"Tidak lah kak, mana mungkin lagi pula dia tahu bahwa aku sudah memiliki kekasih dan itu sahabatnya. "
"Iya juga sih, kamu benar. "
Aku balas dengan senyuman dan ku ajak kak Alya itu melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja.
"Kak kita kesana yuk, sebentar lagi bel pasti berbunyi. "
"Oke." sahutnya dengan Riang sepertinya hidup kak Alya ini tidak pernah mempunyai beban sedikitpun, setiap harinya dia selalu ceria, tidak seperti aku yang penuh dengan lika liku kehidupan, entah sampai kapan masalah ku selesai dengan Jhon, ternyata cinta berbeda keyakinan itu seperti ini, susah banget untuk bersatu, karena tidak dapat restu dari kedua keluarga, lalu sampai kapan hidupku akan seperti ini terus.
Karena aku terus meratapi kehidupan ini, sehingga ada cairan bening yang menggenang di kelopak mata tanpa aku sadari dan ternyata kak Alya melihatnya.
"Tidak ada apa-apa kak. " Sahut ku dengan Singkat.
"Kamu berbohong, wajah kamu itu hari ini berbeda dengan hari biasanya, aku perhatikan sejak tadi kamu itu seperti sedang banyak masalah. "
Aku hanya membalas dengan anggukkan kecil saja.
"Ya sudah nanti jika istirahat cerita ya sama Aku, siapa tahu kan aku bisa membantu, ya walaupun tidak bisa membantu setidaknya kan jika sudah di ceritakan beban kamu akan berkurang. "ujarnya kak Alya sambil menatap wajahku.
"Iya kak. " sahut ku dengan sangat pelan.
Padahal aku sudah berusaha tegar menyembunyikan ini semua dari orang yang ada di sekeliling ku, ternyata tetap saja ada yang curiga, mungkin karena dari paras wajahku yang berbeda tidak seperti biasanya, Argghhh.. seharusnya aku harus bisa profesional dalam bekerja tidak usah urusan pribadi di bawa-bawa kesini. Gumam bathinku.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, bel istirahat itu berbunyi, aku dan kak Alya seperti biasa menunaikan kewajiban terlebih dahulu baru kita makan dan beristirahat.
__ADS_1
Setelah itu kak Alya mulai bertanya tentang masalah ku dan aku jelaskan semuanya, karena dia sudah aku anggap sebagai kakak kandung ku, karena dia bukan sahabat biasa, dia sangat baik selalu ada di saat senang mau pun sedih.
"Ada apa? coba ceritakan yang sebenarnya, siapa tahu setelah ini perasaan kamu akan sedikit tenang. "ujarnya kak Alya dengan lembut dan pelan.
"Baiklah, begini kak dia Jhon kekasihku yang pernah aku ceritakan sama kakak, dia itu ingin segera melamarku dan dia ingin segera menikahiku."
"Bagus dong, waah ini kabar bahagia, tetapi mengapa wajahmu malah suram dan sedih seperti itu. "
"Kakak aku kan belum selesai bercerita, ah main potong saja. "ujarku merasa sedikit kesal karena kak Alya sudah memotong bicara ku.
"Ooh belum ya, Maaf habis kakak merasa senang karena kamu mau di lamar, coba terusin sekarang. "
"Iya kak, tetapi... "
"Iih tetapi apa sih, kabar bahagia ko sepertinya jadi sedih seperti itu. "ujarnya lagi.
"Bagaimana tidak sedih kak, hubungan kita tidak di restui oleh kedua orang tua kita. '' sahutku lirih.
" Lah kok bisa begitu, memangnya salah kalian apa, sehingga kedua orang tua kalian tidak ada yang merestui hubungan ini."
"Karena kita berbeda keyakinan kak. " Sahut ku lirih dan rasanya ingin menangis di pelukan kak Alya. "
Entah mengapa kak Alya tidak menjawab obrolan aku lagi , kini dia malah langsung memeluk dan berdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Namun setelah selang beberapa menit akhirnya kak Alya bersuara kembali.
"Astagfirullah Sin.. pantas saja mereka tidak ada yang setuju, ternyata ini alasannya, yang sabar ya, kakak baru tahu loh ternyata kalian itu.., jika kamu itu berhubungan dengan Jhon dan ternyata kalian berbeda keyakinan, kamu harus kuat menghadapi ini semua, Mudah-mudahan segera menemukan solusinya dan kalian bisa bersatu dalam ke adaan se iman. "
"Aamiin, iya kak sahutku masih ada di dalam pelukan kak Alya sambil menangis. "
"Maafkan Aku sin, aku pikir bukan seperti ini masalah nya, Aku kira cuman masalah biasa saja, ini sangat rumit dan masalah sangat besar, pokoknya kamu harus kuat tidak boleh lengah sedikit pun terus berdo'a ya, dan memohon petunjuk sama Allah SWT, jika memang dia jodoh mu Tolong mudahkan lah jalannya, tetapi jika dia memang bukan jodohmu, kamu harus ihklas jika harus berpisah dari dia, mungkin Allah sudah mempersiapkan jodoh yang lebih baik untuk kamu, karena manusia hanya bisa berencana, tetapi Allah SWT yang akan menentukan segala-galanya, kamu yang sabar ya, harus sabar dan kuat itu kunci utama dan selalu berdo'a meminta petunjuk yang terbaik." ujar kak Alya menasehati ku dengan panjang lebar.
"Iya kak, Terima kasih nasehatnya. " ujarku sambil melepaskan sedikit pelukannya.
Ternyata iya, seberat-beratnya masalah jika kita menceritakannya kepada orang yang tepat, pasti dia akan menasehatinya dengan sangat baik dan lembut.
.
__ADS_1
.
Seperti biasa jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar makin semangat up lagi ❤❤❤