
Saatnya makan malam tiba.
Jhon yang sudah menunggu sejak tadi di sofa yang tidak jauh dari tanggga menuju lantai bawah dan juga berdekatan dengan meja makan.
kemudian ada bi minah yang lalu lalang membawa masakannya dan menyusunnya di meja makan dengan sangat rapi, tidak lama kemudian akhirnya makan malam sudah siap untuk di santap.
dan tidak lama kemudian, lalu bu merry pun turun menuju meja makan yang sudah di siapkan oleh bi minah.
Bu merry sebelumnya tidak melihat Jhon, Dia berniat menanyakannya kepada bi minah,
supaya cepat di panggilkan, supaya bisa makan malam bersama, namun tiba-tiba saja sudut matanya melirik ke arah kanan dan disitu ada dia.
"Hai Jhon, ada kamu disitu, cepat sini mari kita makan malam bersama"! , apa masih malas makan ledeknya dengan kata yang lembut sambil sedikit melenggokan lehernya.
Iya mam Nanti Jhon makan, sahutnya dengan sangat pelan.
" Kamu ini, mengapa sih, sepertinya lemas banget , Sebenarnya mama juga hari ini lumayan cape, Restaurant sedang rame, dan lagi kekurangan karyawan, Coba kamu cari informasi di kantor kamu, siapa tahu mereka punya saudara yang mau bekerja di restaurant mama!."
Iya mam nanti Jhon tanyakan kepada mereka.
"Sebenarnya sih biasanya kalau ada Sinta di restaurant, udah pas, tetapi dia sekarang lagi pulang kampung, kamu masih ingat kan dengan yang namanya Sinta?. "
iya mam Jhon tahu, Malah bukan kenal lagi Sama dia mah, bahkan lebih dari itu.
"Apa Jhon, Maksud kamu lebih dari itu bagaimana?." tanya bu merry dengan sedikit terkejut.
Jhon yang tidak sengaja berkata itu membuat mamanya semakin penasaran, haduh kenapa sih aku ini sampai keceplosan begini, gawat ini harus cepat-cepat cari alasan lain.
Iya mam, Jhon sama Sinta kan sudah kenal, bahkan lebih dari itu, kan semenjak kejadian itu Jhon sering menjenguk dia, pernah ngajak dia jalan-jalan, karena waktu itu Sinta sepertinya sedih banget makanya pernah di ajak ke luar pergi ke taman.
"Ooh begitu, Bu merry sambil menghela nafasnya dalam-dalam, Mama pikir tadi kamu bicara lebih kenal dari itu , kamu pacaran sama dia.
Tetapi tidak apa-apa jika kalian pacaran juga, Sinta cantik baik, bahkan kecantikan nya tidak kalah sama orang kota, ucap mamanya
Masa sih mam, iya juga sih mam setahu Jhon juga dia begitu, Sinta cantik dan baik.
tetapi dia pura-pura tidak ingin mengakui Bahwa Sinta adalah kekasihnya, padahal di dalam bathinnya terus saja bergerutu soal dia.
"Kamu ada perasaan tidak sama Sinta?. "
__ADS_1
mama apa-apaan sih, mama mau jodohkan Jhon dengan Sinta, begitu maksudnya?.
Tidak Jhon, mama hanya bertanya saja, kamu suka tidak sama dia, Habis menunggu kamu mengenalkan perempuan yang pernah di ceritain waktu itu, tidak kunjung datang juga.
" Lalu bagaimana keadaan dia sekarang ?."
Dia Baik-baik saja mam, sahut Jhon sambil sedikit kesal sama mamanya yang terus menggoda dirinya.
"Kapan mau di kenalin sama mama?."tanya bu merry.
Nanti mam kalau dia sudah balik lagi kesini.
" Lah memang sekarang dia lagi dimana?."
lagi pulang kampung mam, Jhon sontak saja menjawab pertanyaan mamanya tanpa berpikir dahulu.
" Maksud kamu, ko dia sedang pulang kampung ?. Memang orang mana?. memang dia masih punya saudara di kampung halamannya?. "
Begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan bu merry untuk Jhon, mengenai kekasihnya yang sedang pulang kampung.
Jhon pun Akhirnya sadar dan memegang keningnya sambil tersipuh malu.
Haduh lagi-lagi aku keceplosan, kenapa sih tidak bisa meredam emosi, Tidak bisa menahan rindu, mau sampai kapan aku seperti ini, kalau begini terus bisa-bisa mama semakin curiga sama perkataan ku tentang Sinta, kemudian Jhon menghela nafas sangat dalam dan lalu mengeluarkan nya dengan perlahan -lahan.
Kemudian pembicaraannya itu terdengar oleh Asisten rumah tangganya yang bernama bi minah.
Bi minah yang sudah kepo sejak tadi, di tambah lagi mendengar cerita keduanya, maka semakin yakin bahwa Sinta adalah orang spesial , dan bi minah yakinkan bahwa itu adalah kekasih tuan mudanya.
"Ooh berarti benar, kekasih tuan muda itu yang bernama Sinta, Dia kan yang pernah di ceritakan ibu, bahwa pernah keserempet mobil sama tuan muda, lalu sering bertemu dan jatuh cinta deh, yaaah berarti dia sekarang sudah menjadi kekasihnya, beruntung ya, gara-gara ketabrak mobil sekarang jadi kekasihnya , Tuan muda kan selain tampan dan gagah, dia juga CEO ternama di jakarta, beruntung banget deh itu yang bernama Sinta."
tetapi Kata-kata ini cuman gumaman bi minh saja di dalam benaknya, karena jika di ucapkan nanti bisa terdengar lagi oleh tuan mudanya, bisa rame.
Jhon yang masih merasa Tidak enak hati pada mamanya tentang Sinta, sesekali dia melirik wajahnya.
kemudian kebetulan Jhon melirik ke arah mamanya, dan begitu pun sebaliknya.
"Ada apa Jhon?."ucap mamanya
Tidak ada mam. sahut Jhon.
__ADS_1
" Yakin tidak ada apa-apa ?. "
Iya Yakin, Sahutnya dengan singkat.
"Makan yang banyak?. "
Jhon hanya membalas dengan menganggukan kepalanya saja.
"Kamu tadi pagi mengapa tidak mau sarapan, dan pasti tidak makan siang juga ya"?.
Tidak apa-apa mam, Jhon hanya lagi malas saja.
" Makan ko ada aturan malas, kalau bekerja malas wajar lah"?.
Jhon hanya membalas mamanya dengan senyuman.
"Udah dong mah, kamu ini ngeledekin Jhon terus bisanya kalau lagi kumpul tuh, mengapa Sih"?. ucap papanya Jhon.
Akhirnya papahnya Jhon ikut bicara juga, karena kesal melihat tingkah ibu dan anak saling melempar pertanyaan.
Tidak apa-apa pah, Jhon habisnya kaya begitu, mama kan gemas di buatnya.
" Ya sudah lah, namanya anak memang begitu semua juga, tinggal kitanya yang harus sabar!."
Iya pah, maaf deh.
"Tau tuh mama, Jhon kan sudah dewasa, malu lah di ledekin terus menerus." Sahut Jhon.
Iya anak mama, maaf ya, kan cuman ingin menghibur kamu saja, biar kamu tidak lemas lagi, Heheeee sambil melebarkan bibir manisnya sedikit tertawa.
Jhon memang sedikit kesal, namun Jhon tidak ingin bicara panjang lebar, takut semakin terbuka tentang rahasianya.
.
.
.
Mohon dukungannya, Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, Supaya makin semangat up lagi.
__ADS_1
Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, dan masih acak-acakan, Harap di mak'lum, Karena masih belajar...
***** TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 *****