
di saat sinta masih ke adaan tertidur pulas, kost-kostan sudah sepi karena semua teman-temannya sudah berangkat bekerja, tidak lama kemudian ada yang mengetuk pintu.
tok.. tok.. tok..
"permisi"
"permisi" ucap jhon.
lalu sinta pun terbangun dari tidurnya yang lelap itu, karena mendengar suara yang mengetuk pintu berulang kali, dan Sinta pun spontan mengiyakan, "tunggu sebentar,"
Sahut Sinta dengan suara seraknya karena baru saja terbangun dari tidurnya, Sinta pun membuka sedikit gorden untuk melihat siapa yang datang.
dan ternyata yang datang itu adalah jhon, yang Sinta bayangkan semalam penuh, Sampai-sampai Sinta pun tidak bisa memejamkan matanya sampai pagi.
Sinta bukannya memikirkan luka dan pekerjaannya malah memikirkan laki-laki tampan yang menabrak nya kemarin siang.
kan aneh.
Sinta yang masih dalam ke adaan terluka itu berjalan sangat pelan, Namun Sinta sangat senang setelah tahu yang datang itu adalah laki-laki tampan yang menabraknya kemarin.
lalu Sinta pun membuka pintu dan menemui di teras kost-kostan, karena kost-kostan sepi jadi mereka pun ngobrol di luar saja, untuk menjauhi hal-hal yang tidak di inginkan dan juga fitnah.
"Apa kabar sinta, Bagaimana keadaan mu, Apa luka mu sudah lebih baik? " tanya jhon.
"Alhamdulillah sudah lebih baik Pak," sahut sinta.
"syukur lah kalau begitu, saya pikir kamu kenapa-kenapa soalnya saya teringat kamu terus, saya sangat mengkhawatirkan ke adaan mu, takut kamu itu kenapa-kenapa".
Jhon yang berbicara apa adanya itu, bukan jhon polos atau bagaimana memang jhon berkata jujur, tetapi jhon berkata begitu belum sampai ke hati, jhon hanya merasa bersalah saja dan bertanggung jawab atas musibah yang terjadi kemarin.
"ummmz, tidak pak, saya sudah lebih baik kokh tidak usah di khwatir kan lagi," sahut Sinta sambil tersenyum.
padahal hati sinta sangat senang dengar jhon berkata seperti itu, Sinta langsung salah tingkah, karena dia berpikir jhon sudah mulai suka sama Sinta, tetapi jhon berkata seperti itu bicara yang sebenarnya apa yang terjadi, karena saat ini Sinta masih ada dalam tanggung jawab jhon, selama Sinta belum sembuh lukanya.
tapi tidak dengan pikiran Sinta, sinta pikir jhon khwatir karena dia suka.
jhon datang kesana membawakan makanan dan buah-buahan untuk sinta.
jhon menyuruh sinta untuk memakannya, tetapi sinta merasa malu dan masih sangat grogi sekali, jika makan di depannya jhon,
nanti bukannya makan, tetapi malah melongo menatap wajah jhon terus.
"maaf ya pak, nanti saja saya makannya karena sekarang saya belum kepingin makan," sahut Sinta canggung.
tetapi jhon terus membujuk nya sehingga jhon
__ADS_1
"kalau kamu tidak mau makan sekarang, berarti kamu tidak suka sama makanan yang saya bawa."
Sinta pun mulai bingung harus bagaimana,
ia merasa kurang percaya diri, karena baru bangun tidur langsung ada tamu yang dia ingat terus, dalam ke adaan Sinta belum mandi pula.
Sinta yang semakin salah tingkah itupun akhirnya mengangguk pasrah, "baik lah makanan ini akan saya makan sekarang pak, sebelum nya saya ucapkan Terima kasih banyak, karena bapak sudah mau repot-repot jenguk saya kesini."
"iya sama-sama, saya tidak merasa di repotkan kok, kan kamu juga begini karena kesalahan saya kemarin, jadi kamu tidak usah berterima kasih." ucapnya lembut.
"mungkin kalau kamu tidak keserempet sama saya, saya juga tidak mungkin datang kesini." ucap jhon sambil tersenyum, sedikit menghibur Sinta, supaya Sinta mau makan.
lalu Sinta pun mulai mencicipi makanan yang dibawakan oleh jhon,
dan sinta pun hanya memakannya sedikit, lalu kembali meletakkan nya dengan alasan ia belum merasa lapar, karena jhon terus membujuknya supaya mau makan.
"teman kamu yang kemarin kemana kok dari tadi tidak kelihatan lagi"?
"siapa ya?" Sahut sinta.
"itu teman kamu yang kemarin"?
"oh itu lani, lani kemarin kan cuman off saja, itu pun kan cuman sehari, jadi dia hari ini masuk kerja lagi," sahut Sinta.
Sinta pun menganggukan kepalanya.
"hmmm kamu ko makannya cuman sedikit, apa kamu tidak suka sama makanannya,
apa kamu kepingin makan di tempat yang kemaren lagi"?.ucap jhon.
"Tidak pak, tidak usah, Saya hanya saja belum kepingin makan bukannya tidak suka makanannya, makanannya enak kok pak." sahut Sinta sambil tersenyum karena Sinta takut tidak mau makan di Retaurant itu tempat dia bekerja.
"ya sudah kalau begitu, nanti makanannya jangan lupa di habiskan. dan jangan lupa minum obatnya yang teratur ya, Supaya kamu cepet pulih dan kamu pun bisa beraktivitas kembali eperti biasanya." ucap Jhon.
Sinta pun mengiyakan perkataan jhon.
"Saya pamit ya, karena saya harus berangkat ke kantor, inget ya sin kalau ada apa-apa jangan segan-segan hubungi saya, karena kamu saat ini masih tanggung jawab saya, selama kamu belum sembuh," ucap jhon sambil berpamitan.
jhon yang cu'ek yang tidak pernah peka, yang ngomong hanya seperlunya saja.
kini dia tiba-tiba telah bener-bener berubah drastis sebegitu nya, jauh banget perbedaannya sama jhon yang sebelumnya.
jhon memang baik orangnya kepada siapapun, namun kalau urusan cewek dia sangat tidak peka.
Sinta pun tersenyum sambil mengucapkan banyak-banyak Terima kasih pada jhon.
__ADS_1
lalu jhon pun pulang, melambaikan tangannya, Sambil tersenyum.
jhon tidak menyadari dengan dirinya itu yang kini mulai terlihat aneh.
tetapi jhon belum merasakan apa yang di rasakan Sinta saat ini.
setelah jhon pulang, Sinta yang semalaman gak bisa tidur karena teringat jhon terus menerus pun Akhirnya merasa senang dan bahagia karena bisa bertemu lagi dengan jhon.
Alih-Alih Sinta pun semakin salah tingkah, meski jhon kini tak lagi berada dihadapannya.
merasa di perhatiin sama jhon, pokonya baper banget.
tetapi bagi jhon biasa aja, jhon belum menyadari sampai sejauh itu.
jhon pun mulai melajukan kendaraannya menuju kantor, Jhon pun merasa lega sudah bertemu sama Sinta hari ini, tetapi jhon belum sampai ke hati memikirkan Sinta, dia teringat Sinta hanya sebatas khawatir saja akibat kecelakaan kemarin.
baru saja setengah perjalanan menuju kantor,
dretttt...
drettt...
dretttt...
bunyi ponsel jhon, dan ternyata yang menelpon itu mamahnya jhon.
"Hallo jhon kamu masih bersama gadis itu tidak, bagaimana mana ke adaan dia sekarang?" ucap mamahnya jhon,
mamahnya jhon yang biasanya cuek ketika jhon mengalami hal yang sama, berkata, yang penting kamu harus bertanggung jawab, tidak boleh lari dari masalah.
kali ini sangatlah berbeda dari biasanya, ikut khawatir juga, bahkan ingin menjenguk dan ingin bertemu dengan gadis yang jhon tabrak.
lalu jhon pun menjelaskannya, bahwa jhon sudah tidak bersama gadis itu, tetapi jhon bilang gadis itu sudah lebih baik dari kemarin.
"syukur lah kalau begitu mamah senang mendengarnya, semoga dia cepet sembuh ya jhon," ucap mamahnya itu pada jhon.
jhon pun mengiyakannya dan mengucapkan Terima kasih pada mamanya, jhon pun bilang bahwa jhon sedang perjalanan menuju kantor.
"Oke, mamah pikir kamu masih bersama dia, ya sudah kalau begitu, kamu harus lebih berhati-hati lagi kalau lagi mengendarai mobil," ucap mamahnya jhon sambil menutup telponnya,
lalu jhon pun mengiyakan semua ucapan mamahnya.
.
.
__ADS_1