
Karena Jhon merasa kehilangan semangat nya lagi, sama seperti dulu ketika Cintanya itu belum di Terima sama Sinta.
tetapi kali ini bukan karena takut penolakan dari Sinta, namun dari keluarganya.
Jhon pun sangat rindu pada Sinta, biasanya dia selalu menyempatkan makan siang ke restaurant, karena berniat untuk menemuinya, namun beberapa hari ini mereka belum bisa bertemu lagi.
Sehingga Jhon berniat untuk menuju kampung halamannya, Namun Sinta sampai saat ini masih melarang nya, mengingat keadaan ibunya yang sedang sakit.
Jhon pun tidak ingin pergi ke kantor dan juga merasa malas untuk turun ke tempat dimana meja makan berada, sehingga membuat orang rumah panik dan mengira bahwa Jhon itu sedang sakit.
Kemudian bu merry mama nya Jhon pun mencari-cari nya, sehingga dia menghubungi nomor ponsel anaknya.
bu merry pikir Jhon sudah berangkat lebih awal, dan tanpa sepengetahuan dirinya. namun perkiraan mama nya itu semua salah.
bu merry mengambil benda tipis miliknya dan membuka layar depan ponsel , mencari nomor Jhon , kemudian menghubunginya.
Dreettttt... Dreeettt... Dreeettt.
phonsel Jhon bergetar, memang ponsel Jhon jarang di kasih nada tinggi, karena menurut dirinya jika sedang tertidur merasa terganggu dengan suara benda tipis itu.
kemudian Jhon melihat layar phonsel miliknya, Dia pikir yang menghubungi itu kekasih hati yang bernama Sinta, dan ternyata bukan itu, malah tertulis nama mama.
lalu Jhon menekan icon hijau dengan perasaan sedikit malasnya.
"Iya hallo mam".
Iya Jhon ini mama, kamu dimana?.
" Apakah kamu sudah berangkat ke kantor tadi Pagi-pagi sekali, sehingga mamah tidak melihat mu "?. ucap mama nya lagi
Tidak mah, Jhon masih ada di dalam kamar. Sahut Jhon dengan nada sedikit lemas.
" kamu masih di dalam kamar, benarkah itu".
Iya mam. Jhon saat ini memang masih di dalam kamar.
" Tumben, biasanya kamu setiap hari pagi-pagi sekali selalu saja sudah terpanpang rapi di meja makan".
Iya mam, tetapi hari ini Jhon seperti nya tidak ke kantor dulu deh.
__ADS_1
"memang nya kenapa, apa kamu tidak enak badan, sakit ya"?.
Tidak mam bukan begitu, Jhon baik-baik saja, Jhon hanya ingin di kamar saja.
" Yakin tidak ada apa-apa dan hanya ingin di dalam kamar saja.
Iya mam, Jhon tidak apa-apa.
"Ya sudah kalau begitu, nanti mama ke atas saja ingin melihat keadaan mu, mama tutup dulu telponnya ya"!.
Iya mam, Sahut Jhon dengan nada lemasnya.
Andai saja mama tahu, badan ku memang sehat mah tubuh ku juga sangat kuat, namun yang tidak enak dan yang sedang sakit itu adalah hati dan perasaan ku saja, gumam Jhon seorang diri di dalam kamarnya.
Kemudian di bawah ada bu merry yang merasa heran sama anak Bujang nya ini.
Ada apa sama Jhon ya, Tidak seperti biasanya dia seperti ini.
bahkan dia berkata tidak ingin berangkat ke kantor, padahal mengingat sebelumnya Jhon itu sangat rajin dan gigih, walaupun masih hidup sendiri tetapi Jhon tidak pernah mengeluh ataupun malas-malasan, dia selalu semangat setiap harinya.
Nanti setelah ini aku ke atas dulu deh melihat keadaan Jhon sambil membawakan sarapan untuknya.
Tadi katanya tidak sakit, tetapi suaranya sangat lemas seperti itu, Apa yang sebenarnya terjadi pada Jhon anak ku.
Tok.. Tok... Tok...
"Jhon ini mama", ucapnya.
Iya mah Masuk saja, pintu tidak di kunci ko. Sahut Jhon dengan nada lemasnya.
kemudian bu merry langsung saja masuk dan sambil memegangi nampan berisi nasi goreng untuk sarapan anak kesayangan nya itu.
" Kamu ini mengapa Jhon"?. ucap mamahnya dengan rasa penuh dengan kekhawatiran.
Aku.....baik-baik saja ko, coba mama lihat. memang nya ada yang sakit sama badan Jhon, Tidak ada kan.
"Iya memang badan kamu juga tidak panas".
bu merry sambil menempelkan tanganpada kening Jhon, karena mengira bahwa dia sedang demam. dan ternyata kenyataan tidak juga, badannya adem-adem saja seperti biasa.
__ADS_1
Iya memang badan ku sehat kan. sudah mama tidak usah khawatir, aku baik-baik saja ko.
kemudian bu merry berdiam termenung melihat anaknya yang aneh. kelihatan sakit tetapi tidak sakit.
"yakin Jhon, kamu baik-baik saja, lalu mengapa kamu tidak ingin sarapan tidak ingin ke kantor"?.
tidak apa-apa mam, Jhon hanya belum pingin saja, dan Jhon pingin istirahat dulu di rumah, nanti jika ada apa-apa di kantor pasti mereka menghubungi ku.
" Jhon mamah sudah bawakan sarapan untuk kamu, nih makan ya"?.ucap bu mama nya.
Maaf mah Jhon belum pingin, Nanti saja ya!. sahut Jhon masih dengan nada lemasnya
tidak mungkin bu merry memaksa Jhon supaya mau makan, lagi pula Jhon kan sudah dewasa, jika di suapin tidak mungkin mau.
" kalau begitu, sarapan nya mama taruh di atas meja saja ya, tetapi ingat jangan lupa nanti di makan ya"!.
Iya mh, Sahut Jhon dengan nada lembut nya.
Haduh mama bingung sama sikap kamu Jhon, lalu mamah harus bagaimana, mengapa kamu ini tiba-tiba seperti ini dan apa jangan-jangan Jhon sedang patah hati, apa karena dia saat ini sedang putus Cinta dengan perempuan yang waktu itu pernah di ceritain, gerutu bu merry di dalam benaknya.
tetapi ya ya sudah lah, nanti saja aku tanyakan nya, takutnya saat ini Jhon masih merasa sedih, aku yakin Jhon ini pasti gara-gara perempuan, soalnya sebelumnya tidak pernah seperti ini, bu merry terus saja bergumam karena melihat perilaku anaknya yang aneh.
namun Jhon tetap Diam saja tanpa bertanya sedikit pun pada mamanya ini, namun sesekali Jhon hanya melirik dengan sedikit ujung mata nya.
"Ya sudah kalau begitu, Mamah turun lagi ya Jhon, Mungkin sebentar lagi mamah hendak pergi ke restaurant yang dekat-dekat saja, jika ada apa-apa, atau kamu butuh sesuatu kamu minta saja ya pada bi minah, atau kamu bisa hubungin mama juga boleh ko ".
iya mam, sahut Jhon dengan singkat.
kemudian be merry keluar kamar Anak kesayangan dengan rasa penuh penasaran di dalam benaknya.
namun saat ini berusaha memendam nya , karena bu merry belum bisa menanyakan hal ini, takut Jhon tersinggung atau malah semakin lemah keadaannya.
.
.
.
Mohon dukungannya kakak-kakak semuanya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.
__ADS_1
Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, dan masih Amburadul kata-kata nya, harap di ma'lum ya karena masih tahap belajar.
TERIMA KASIH 🙏🙏🙏.