
Bu merry sangat terpuruk dan sangat sedih, karena melihat ke adaan Jhon belum juga sadarkan diri, namun Jhon sudah bisa memanggil-manggil nama Sinta, walaupun dengan kata terbata-bata dalam mengucapkan nya.
"Bagaimana ini pah, saya tidak sanggup jika harus melihat ke adaan anak kita seperti ini!. "
Ucap bu merry kepada suaminya.
Iya yang sabar mah, yang penting kita sudah berusaha dan berdo'a, papa juga sangat sedih, melihat keadaan Jhon seperti ini, sahut pak Tio.
"Tetapi pah, mengapa Jhon dia memanggil-manggil nama Sinta terus, hanya nama itu yang bisa dia ucapkan, papa tahu kan Sinta itu adalah salah satu karyawan mama di restaurant!. "
kemudian pak Tio mengangguakan kepalanya.
Iya saya masih ingat, yang waktu itu pernah mama ceritain kan, yang kecelakaan akibat kesempatan sama mobil Jhon.
"Iya pap itu dia, tetapi mengapa Jhon menyebut nama Sinta terus ya, Apa jangan-jangan mereka..
belum juga bu merry selesai pak Tio kemudian memotong pembicaraan nya.
Jangan-jangan kenapa, ya sudah mama tinggal hubungi dia , lalu dia suruh datang kesini, bila perlu kita jemput itu yang namanya Sinta.
" Masalah nya pah, dia itu tidak ada disini."
Lalu ada dimana, bukannya dia karyawan mama di restaurant.
"Itu dia pah , kemarin-kemarin memang Sinta bekerja di restaurant, tetapi sudah lama dia pulang ke kampung halamannya, karena ibunya sedang sakit!. "
Haduh repot kalau begitu, lalu bagaimana sama anak kita, jika ingin bertemu dengan Sinta tetapi Sinta nya sedang di kampung.
"Iya pap, itu dia yang mama bingung, Ooh iya mama baru teringat pah, mama tadi kan sudah minta nomor ponsel Sinta dari Dila, apa mama hubungin dia saja ya, barang kali ibunya sudah sehat dan dia bisa kembali lagi ke Jakarta!. "
Ya sudah jika nomor nya ada, cepat-cepat hubungi dia sekarang jangan di tunda-tunda lagi demi anak kita mah, jika memang Jhon suka sama Sinta, tidak usah dia bekerja lagi di restaurant, jika dia berkenan, lebih baik untuk saat ini menemani Jhon saja di rumah sakit.
" Iya juga ya , karena percuma kita punya segalanya, tetapi ke adaan anak kita seperti ini, kita harus rela berkorban demi kebahagiaan anak kita. ".
Iya mah cepat hubungi dia, Ucap pak Tio yang semakin mengkhawatirkan keadaan anaknya.
" Iya pah, maaf dari tadi mama terlalu panik sehingga lupa menghubungi Sinta."
__ADS_1
Kemudian bu merry, merogoh-rogoh dalam tas, mencari benda tipis miliknya, karena mau menghubungi Sinta, dan Tidak lama kemudian dia menemukan nya, lalu mencari nomor Sinta yang sudah di berikan Dila tadi.
Sembari menghubungi Sinta bu merry pun sangat bingung dan dia pun melamun .
Apa benar di antara mereka itu mempunyai hubungan yang sepesial? Sinta dan Jhon itu berpacaran ? saya masih belum percaya sama semua ini, tetapi mengapa Jhon saat ini selalu saja memanggil-manggil nama Sinta, jika mereka tidak ada hubungan apa-apa kan tidak mungkin, Jhon menyebut nama itu.
gerutu bu merry di dalam lubuk hatinya.
Bu merry memang bisa saja masih tidak percaya sama semua ini, namun hanya Jhon yang bisa merasakan nya, walaupun di saat tidak sadarkan diri.
kemudian tersambung Suara ponsel nya bu merry dengan nomor ponselnya Sinta yang jauh di sana, dan Sinta membuyarkan lamunan bu merry.
"Hallo selamat Sore bu."
Sinta memanggil nama ibu karena di layar ponsel Sinta muncul nomor ponsel bu merry, karena waktu itu Sinta sudah pernah menyimpan di dalam kontak ponsel miliknya.
Iya Sinta , ini saya bu merry.
"Iya bu, kalau boleh tahu ada apa ya?.Sebelumnya saya minta maaf karena saya belum bisa kembali bekerja ke restaurant ibu.! "
"Iya bu Alhamdulillah ibu saya sudah sehat. "
Sahut Sinta dengan rasa ingin tahunya, mengapa bu merry menghubungi dirinya, sedangkan Jhon sudah beberapa hari ini tidak ada kabar sama sekali, di kirim pesan Chat saja cuman hanya Ceklis satu, jangan kan ada balasan , Sinta semakin bingung di buatnya.
Apa jangan-jangan bu merry mau marahin aku, karena mereka sudah mengetahui hubungan antara aku dan Jhon, haduuh bagai mana ini, gumam Sinta di dalam benaknya.
Kemudian di sebelah sana ada bu merry yang memanggil-manggil nama dirinya.
"Hallo Sinta , apa kamu mendengar suara saya.? "
bu merry membuyarkan lamunan Sinta juga.
Iya bu maaf, mak'lum signal di kampung lagi kurang bagus karena cuaca.
Alasan Sinta karena sedari tadi dia memang memikirkan tentang bu merry mengapa menghubungi dirinya dan takut sudah ketahuan tentang hubungan dengan anaknya.
"Ooh begitu ya, Begini Sinta maaf jika sebelumnya saya mengganggu, dan saya hanya ingin tahu saja, Apa benar kamu punya hubungan dengan anak saya yang bernama Jhon?. "
__ADS_1
Deghhhh... Jantung Sinta berdebar kencang tidak karuan rasanya, ternyata yang tadi dia pikirkan , tentang bu merry yang sudah mengetahui hubungan dengan Jhon kini benar adanya.
kemudian Sinta sangat Bingung harus menjawab apa, jujur takut karena belum siap di ketahui bu merry tentang hubungan nya, Jika berbohong takut bu merry sudah tahu dari Jhon, dan anehnya mengapa bu merry menanyakan soal hubungan, berarti bu merry sudah mengetahui nya.
Kemudian bu merry meneruskan pembicaraan nya itu.
"Sinta tolong jawab dengan jujur, kamu tidak usah takut ataupun malu, saya hanya butuh kepastian saja dari kamu, apa kamu mempunyai hubungan spesial dengan Jhon?. "
I-iya bu, s-saya memang punya hubungan dengan anak ibu.
Sahut Sinta dengan suara terbata-bata karena sangat gugup dan ketakutan.
"Saya hanya memastikan itu saja, kalau begitu jika ibu mu sudah sehat bisa dong kamu secepatnya kembali ke jakarta?. "
Sinta sangat kebingungan harus bagaimana dan harus pilih jawaban apa, bahkan Sinta berniat di dalam hatinya mengurungakn niatnya itu untuk kembali lagi ke Jakarta, karena sekarang bu merry sudah mengetahui tentang hubungan nya dengan Jhon anak bu merry dan bos di tempat bekerja nya.
kemudian bu merry membujuk Sinta dan berulang kali mengucapkan permohonan nya, supaya Sinta mau datang ke jakarta.
"Sinta saya mohon Tolong kamu datang ke jakarta lagi, apa pun yang kamu mau akan saya berikan asalkan kamu mau kembali ke jakarta!. "
T-tetapi bu, s-saya takut dan malu sama ibu, Sahut Sinta dengan gemetar.
"Mengapa kamu harus takut dan malu, saya tidak marah karena mengetahui tentang hubungan kalian, Cepat lah kembali saya mohon Sinta, bila perlu akan saya jemput, nanti akan saya kirimkan seorang supir untuk menjemput kamu, bila kamu tidak percaya nanti supir itu biar di temani oleh bi minah, dia asisten rumah tangga yang bekerja di rumah saya.
Sinta semakin bingung di buatnya, dan harus memilih mana, diam di rumah atau kembali ke jakarta.
BERSAMBUNG...
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.
Mohon maaf masih banyak kekurangan, harap di mak'lum karena masih tahap belajar.
**** TERIMA KASIH *****
__ADS_1