Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Jhon jatuh cinta


__ADS_3

"Setelah jhon pergi, kini Rekan-rekannya itu lah yang menyerang kepada Sinta, mereka kepo banget, iya lah kepo, anak bos gitu nyariin karyawannya"?.


walaupun mereka semua sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya,namun mereka semua merasa begitu banyak ke janggalan.


"Ada apa sin, bukannya kamu itu baik-baik saja dan sudah sehat, tetapi aku lihat pak jhon sangat mengkhawatirkan kamu, lebih dari biasanya, dan pak jhon itu jarang sekali loh datang kesini, terkecuali ada hal yang sangat penting"?.


" tetapi hari ini dia kesini lagi, cuman mau tahu kabar kamu saja , kan aneh ucap rekan Sinta itu"?.


Sinta pun berdiam, " Apa benar jhon itu orang nya seperti itu, lalu mengapa sekarang jhon jadi begini, ah udah lah sin, mungkin ini hanya kebetulan saja, udah tidak usah memikirkan jhon lagi, mending semangat mikirin kerjaan", gerutu Sinta dalam benaknya.


masa iya sih pak jhon begitu orangnya, maaf ya saya kan tidak tahu apa-apa, lalu saya harus bagaimana, ucap Sinta pada rekannya.


" ya tidak usah bagaimana-bagaimana, hanya saja kita merasa aneh sama pak jhon, Apa dia suka kayanya sama kamu "?.


Sinta yang bingung dengan pertanyaan rekannya itu yang harus jawab apa, karena memang Sinta pun tidak tahu, karena yang Sinta tahu bahwa, jhon memang sangat mengkhawatirkannya, akan tetapi yang Sinta tahu jhon sangat khwatir keadaan Sinta karena menurut jhon itu memang saat ini tanggung jawab jhon, itu semua karena kecelakaan yang terjadi beberapa hari yang lalau.


Ah tidak mungkin pak jhon suka sama saya, kalian ini bisa saja menghibur saya, saya sama pak jhon begitu jauh perbedaannya mana mungkin dia suka sama saya, jadi kalian jangan mengada-ngada, sahut Sinta sambil tersenyum.


Sinta pun pura-pura focus sama kerjaannya itu, ya walaupun hatinya memang benar adanya, namun mana mungkin Sinta jujur sama orang lain, dia pun sangat ketakutan sama Rekan-rekannya jika mereka mengetahui perasaannya saat ini, jadi dia menyibukan diri saja.


jhon pun sudah sampai di kantornya, dia pun selalu melihat ponselnya, berharap ada chat dari Sinta.


namun Sinta belum juga chat , malahan Sinta melupakannya sejenak, karena Sinta merasa tidak enak, takutnya Sinta nanti chat duluan dan keterusan nanyain ini itu, nanti kerjaan Sinta malah terbengkalai dan nanti takut di ejek Rekan-rekannya.


namun sebaliknya dengan jhon, dia sangat gelisah menunggu kabar dari Sinta, kerja pun jadi tidak focus, tahu sendiri kan namanya orang lagi kasmaran, bawaannya ini itu jadi malas, yang ada dipikiran nya itu pasti seseorang yang dia sukai.


jhon pun bingung mengapa dia bisa suka sama yang bernama Sinta, perempuan begitu banyak yang dia kenal, karyawan kantornya pun cantik-cantik, teman-temannya juga tidak kalah cantik, namun tidak pernah ada satu pun yang menarik menurut jhon.


sangat berbeda dengan Sinta, baru pertama kali bertemu saja sudah sangat mengagumi nya, dan teringat terus, laki-laki tampan yang bernama jhon, Sinta selalu berusaha melupakan malah makin dalam ingatannya itu.


Dan kini tidak hanya Sinta yang mengagumi jhon, namum sebaliknya.


jhon pun berpikir.


"Apa aku beneran suka sama Sinta kali ya, mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta", begitu gerutu jhon dalam benaknya.


karena memang jhon belum pernah punya pacar sama sekali sebelumnya, karena di pikiran jhon biasanya hanyalah karier, berpikir bisa hidup mapan, kerja dan kerja, tidak pernah memikirkan soal perempuan ataupun berumah tangga, mungkin kali ini jhon baru merasakannya dan memikirkan ini.


"Jhon pun berpikir jadi begini ya yang di namakan jatuh cinta itu, ngapa-ngapain tidak focus, tidur tidak nyenyak, makan pun tidak enak karena selalu memikirkan dia.


Sebentar-sebentar yang dia lihat saat ini hanya lah ponsel, karena masih menunggu kabar dari Sinta.


kini hari pun sudah sore, dan jhon pun siap-siap pulang ke rumah.

__ADS_1


di perjalanan pun yang dia pikirkan hanya lah Sinta, mengendarai mobil pun dia tidak begitu focus, terus saja begitu dan selalu begitu, sesampainya di rumah jhon yang selalu membunyikan klakson mobilnya itu jika hendak masuk, kali ini jhon pun tidak membunyikannya.


jhon masuk begitu saja, yang biasanya pulang langsung makan malam bersama mamahnya kini dia malah langsung masuk kamar, mamahnya pun tidak tahu kepulangan jhon ke rumah.


jhon langsung berbaring di tempat tidur, tetapi bukan untuk tidur namun menunggu chat dari perempuan yang dia sukai itu.


"mmmm jhon -jhon kamu ini mau sampai kapan menunggu Sinta yang belum juga kasih kabar sama kamu"?. ucap jhon


kemudian mamahnya mencari-cari jhon, dan berkata, tumben jhon jam segini belum pulang belum sampai rumah, dan mamahnya pun menanyakan nya pada bi minah, namun bi minah pun tidak tahu.


bu merry pun langsung menyuruh bi minah ke depan untuk melihat mobilnya jhon, sudah pulang ataupun belum.


kemudian bi minah pergi ke garasi dan disitu sudah ada mobil jhon.


bi minah pun sangat terkejut karena melihat mobilnya pak jhon sudah terpangpang rapi di garasi, kapan masuknya ko saya tidak mendengar suara klakson mobilnya tadi, ucap bi minah.


lalu bi minah pun masuk dan menceritakan ini semua kepada bu merry.


"Ibu-ibu maaf bu, bi minah pun sambil gugup, pak jhon ternyata sudah pulang, saya barusan ke garasi dan ternyata mobil pak jhon sudah ada di garasi.


masa iya bi, jhon sudah pulang tetapi mengapa jhon tidak terlihat dan tidak mencari saya sperti biasanya.


" Maaf Bu, saya tidak tahu kalau soal ini, ibu lebih baik tanyakan langsung saja kepada pak jhon"?. ucap bi minah.


iya juga ya bi, iya deh kalau begitu saya mau ke kamar jhon dulu ya, barang kali benar bahwa jhon sudah ada di kamar.


Jhon-jhon, ini mamah jhon teriak mamahnya yang begitu khwatir karena memang jhon sebelumnya tidak pernah seperti ini.


jhon pun membukakan pintu kamarnya, lalu berkata, "Ada apa mah, mengapa mamah seperti nya sangat khwatir begitu"?.


Apa jhon, kamu bilang ada apa sama mamah, kamu ini sebenarnya jhon anak mamah apa bukan sih, ucap Mamahnya Saking kesal karena tidak biasanya jhon bersikap seperti ini.


"mah sebenarnya ini ada apa"? .


Jhon kamu ini lagi-lagi nanya balik ke mamah, begini jhon, " justru mamah yang mau nanya sama kamu, Sebenarnya Ada apa sama kamu ini, tidak biasanya kamu pulang kantor langsung masuk kamar"?.


Ooh itu mah, tidak ada apa-apa mah jhon hanya saja hari ini sangat lelah dan pingin langsung masuk kamar dan istirahat.


"kamu benar jhon, biasanya selelah dan secape apapun kamu, pasti kamu kalau pulang itu teriak-teriak nyariin mamah"?.


iya mah benar, maaf ya mah, ucap jhon, sambil merasa bersalah karena memang benar adanya.


" Ya sudah kalau begitu, tetapi kalau ada apa-apa kasih tahu mamah ya jhon, mamah kan sangat khwatir sama kamu"?.

__ADS_1


iya mah, maaf lain kali tidak begini lagi deh, sahut jhon sambil tersenyum.


kemudian mamahnya pun meninggal kan jhon lagi seorang diri di kamarnya.


mmm untung saja mamah tidak menanyakan soal Sinta, kalau sampai mamah nanyain, aku bingung harus Jawab apa, nanti malah takut keceplosan kalau aku sedang memikirkan Sinta, ucap jhon dalam benaknya.


jhon kini melihat ponselnya lagi.


dan jhon pun berkata, mengapa Sinta belum juga kasih kabar, belum juga chat aku.


Jhon yang cu'ek itu kini jhon begitu simpati kepada Sinta, yang baru saja dia kenal dalam waktu beberapa hari ini.


namun jhon tidak menyerah begitu saja. walaupun jam sudah menunjukan pukul 22:00.


Akan tetapi tidak lama kemudian ada chat masuk dari nomor baru.


"Hai jhon, ini saya sinta".


jhon pun langsung tersenyum, Dan berkata Akhirnya yang di tunggu-tunggu seharian ini chat juga.


" iya sin, kamu kemana saja, mengapa kamu baru chat sekarang.


tadi kan saya sibuk bekerja, lagi pula saya tidak enak mana mungkin saya sibuk dengan ponsel, dan tadi hari pertama saya bekerja lagi, sahut Sinta.


"Ia juga ya, maaf deh tidak Bermaksud begitu sin, hanya saja tadi saya teringat kamu terus, karena saya sangat menunggu kabar dari mu"?.


ummmz ,Sinta pun makin senyum-senyum sendiri.


"memang mengapa, ko sebegitunya nunggu kabar dari saya, memang saya penting ya buat kamu, ucap Sinta"?.


Sambil tersenyum, karena Sinta pun penasaran sama jhon, maksudnya jhon itu apa, bicara seperti itu, suka sama Sinta, atau kah mulai jatuh cinta, apakah cuman iseng saja.


"Iya sin, jujur ya saya entah mengapa begitu khawatir sama kamu, dan di pikiran ku hanya ada kamu, kamu dan kamu terus"?. ucap jhon.


Sinta yang begitu sangat mengharapkan jhon mengutarakan isi hatinya, namun kini Sinta malah ketakutan, jika jhon beneran suka sama dirinya, karena Sinta mengingat kalau mereka itu sangat lah berbeda.


bukan hanya dari kehidupan materi saja yang sangat jauh berbeda, namun mereka pun berbeda keyakinan.


"Sinta pun lalu Teringat kata-kata ibunya.


jika kamu suatu saat menemukan pasangan, tidak usah ganteng ataupun kaya, asalkan dia baik sama kamu dan satu lagi, dia harus se iman"?., itulah pesan ibunya Sinta, sebelum Sinta berangkat merantau.


Sinta pun kini hanya bisa termenung dan bingung harus bagaimana dan harus berbuat apa jika memang jhon menyatakan cinta padanya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2