Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Rumah


__ADS_3

Kemudian mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan nya, dan bi Minah pun masih kepo di bathinnya soal awal pertama bertemu Sinta dengan pak Jhon tuanya.


"Ayo neng cerita, bibi kan pingin tahu. " ucap bi Minah.


Sinta pun terpaksa menceritakan nya karena tidak enak jika berdiam diri terus, nanti takut di kiranya sombong.


"Begini bi, awal mula saya dekat dengan pak Jhon itu, ketika saya hendak berangkat bekerja ke restaurant, saya berjalan kaki dari kost-kostan, dengan santai nya saya melangkah kan kedua kaki dengan berhati-hati dan sangat pelan, namun tiba-tiba ada mobil yang melaju begitu kencang ke arah saya, dan pada akhirnya mobil itu menyerempet saya, walaupun mobil itu sempat bunyi berdecit karena rem mendadak nya, namun tetap saja saya tersungkur oleh mobil itu!" ucap Sinta dengan panjang lebar menjelaskan nya bagaikan gerbong kereta api, heheee.


"Ooh begitu ya neng, lalu setelah kejadian itu?" tanya bi Minah lagi.


"Sudah lah bi tidak usah tahu seditail mungkin, yang pasti awalnya begitu ya neng, dan sekarang bisa dekat deh dengan pak Jhon?" Ucap pak sopir.


Bi Minah merasa kesal, karena pembicaraan nya di potong sama pak sopir.


"Ah pak Roni ini, ikut campur saja, saya kan penasaran pak! " ucap bi Minah sahutin pak Roni, nama sopirnya bu merry itu sebut saja pak Roni.


"Habis bibi ini kepo banget sih." ucap pak Roni lagi.


"Tidak apa-apa ya neng, bibi mah memang begini orangnya!. ucap bi minah lagi.


" Iya bi tidak apa-apa. " Sahut Sinta.


"Bibi mh kepo ah. " ledek pak sopir lagi.


"Ih pak Roni mah ngiri saja orangnya, padahal pak Roni juga kepo kan, cuman malu saja untuk bertanya sama neng Sinta. " sahut bi Minah.

__ADS_1


Mereka bertiga ini keliatan begitu akrab padahal mereka baru beberapa hari saja saling mengenal, mereka pun begitu asyik menikmati perjalanan nya, walaupun mereka kurang istirahat dan begitu kelelahan karena kurang tidur, namun mereka bertiga tetap gembira riang bercanda tawa di dalam mobil itu dan waktu pun tidak terasa akhirnya mereka pun sampai pada rumah yang di tujunya, yaitu rumah bu merry.


"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga, Ayo neng kita keluar. " Ucap bi Minah sambil memegangi pintu mobil.


kemudian Sinta pun keluar dan turun dari mobil yang di tumpangi nya itu, lalu masuk mengikuti langkah kaki bi Minah.


Lalu bi Minah memegangi kedua hendel pintunya, lalu membukanya dengan seksama.


Ini benar rumahnya Jhon, Subhanallah besar banget seperti istana, berasa mimpi aku bisa masuk kedalam rumah seperti ini, jadi malu dan tidak percaya diri lagi, karena tidak pantas jika harus bersanding bersama dia, sedangkan kehidupan ku tidak sebanding dengan nya, lalu sekarang aku harus bagaimana, seperti nya aku tidak cocok punya hubungan dengan dia, Gumam Sinta di dalam bathinnya.


Sinta pun menjadi minder dan tidak percaya diri setelah tahu keadaan rumah Jhon Cristian yang begitu besar nan mewah bak istana serba ada, penuh dengan pernak pernik hiasan di dindingnya.


"Ayo neng masuk, neng nanti istirahat di kamar tamu ya? " ucap bi Minah.


Sinta pun terkejut ketika bi Minah memanggil namanya dan lamunan nya pun buyar begitu saja.


"Iya, neng kan tamu di rumah ini, mari saya tunjukkan kamarnya! " ucap bi Minah sambil berjalan menuju kamar yang di tujunya itu.


"ini dia, neng Sinta tidur di kamar ini ya? " ucap bi Minah sambil memagi hendel pintu kamar lalu mendorongnya dan terlihat lah isi kamarnya.


Ya Allah, ini isi kamar tamunya, bagaimana kamar pribadi nya, tidak-tidak aku tidak mau tidur di sini, bukan nya nyenyak tidur bisa-bisa aku menatapi atap nya terus, besar dan luas banget, ini besar satu kamarnya sama dengan satu rumah ku yang di kampung. gumam bathinnya Sinta.


"Ayo neng masuk! " bi Minah membuyarkan lamunan Sinta.


"S-saya istrirahat di sini bi. " tanya Sinta dengan gugup.

__ADS_1


"Iya, neng istirahat disini ya? " sahut bi Minah.


"Lalu bibi dimana?" tanya Sinta lagi.


"Saya mah istirahat di kamar saya di belakang. "


"Saya juga tidak mau istirahat di kamar sini, mau di kamar bibi saja. " Sinta menolak nya alasan takut.


"Jangan ath neng, nanti kalau neng istirahat di kamar saya ibu marah sama bibi. "


"Tapi bi saya tidak mau tidur seorang diri, apa lagi kan baru kesininya, saya tidak berani bi saya takut !" alasan Sinta karena tidak ingin tidur di kamar tamu yang begitu besar nan mewah.


Kemudian bi Minah pun kebingungan, jika Sinta tetap di paksa suruh istirahat di kamar tamu, nanti malah tidak bisa tidur, karena dia ketakutan, jika di ajak ke kamar bi Minah kebelakang, bi Minah pun takut di marahin bu merry, serba salah di buatnya.


.


.


.


Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.


Mohon maaf masih banyak kekurangan nya.


Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.

__ADS_1


***** TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 *****


__ADS_2