
Tidak lama kemudian mereka pun mulai menuju sebuah restaurant terdekat, yang tidak jauh dari taman.
Karena Sinta tidak mau di ajak ke Restaurant yang jauh, apa lagi ke Restaurant tempat Sinta bekerja tidak akan mau Sinta kesana lagi, nanti Rekan-rekannya kepo juga.
di perjalanan jhon bertanya pada sinta,
jhon penasaran.
"ooh iya sin, Saya boleh tanya sesuatu tidak, Soalnya saya takut, saya kan mengajak kamu ke taman, sekarang mau ngajak kamu makan siang "?.
boleh pak, upss eh Maksudnya jhon, maaf ya saya belum terbiasa jadi masih gugup, Sinta pun sambil menutup mulutnya pake tangan.
"begini sin, kamu udah punya pacar belum, atau ada yang lagi dekat gitu sama kamu, saya bukannya apa-apa, akan tetapi saya takut pacar kamu marah, karena kamu saya ajak jalan-jalan, saya kan tidak tahu, nanti kalau tiba-tiba ada yang marah sama saya gimana, mending orangnya pengertian kalau saya jelaskan soal kejadian beberapa hari yang lalu soal kecelakaan itu, kalau tidak kan bisa runyam urusannya"?.
ummmz soal itu ya jhon, "tenang saja jhon, saya belum punya pacar ko, yang lagi dekat juga tidak ada, jadi tidak mungkin ada yang marah, lagian saya disini juga baru, baru beberapa bulan saja, jadi saya belum kenal siapa-siapa disini selain Rekan-rekan saya kerja, justru yang saya takutkan itu bu merry nanti marah karena kamu ajak aku main, nanti dia bilang bukannya bekerja ko malah jalan-jalan mulu", ucap Sinta.
"kalau urusan mamah sama kerja mah itu urusan saya, jadi kamu tidak usah di pikirkan, lagi pula saya juga hari ini tidak begitu sibuk di kantor, ya kalau memang ada yang penting banget nanti juga karyawan saya, pasti menghubungi saya, lagi pula banyak ko karyawan saya yang bisa saya percaya dan bisa di andalkan", ucap jhon.
jhon pun merasa senang, ketika mendengar bahwa Sinta belum punya pacar.
kini jhon pun salah tingkah ketika mendengar penjelasan Sinta, ada apa sama jhon ini, apa mungkin jhon suka sama Sinta dan mulai jatuh cinta.
Sinta pun merasa bingung, mengapa jhon menanyakan hal itu, dan ketika melihat raut wajahnya yang makin senyum-senyum sendiri, kayanya senang banget dengar jawaban Sinta yang belum punya pacar.
tetapi menurut Sinta mungkin dia begitu sikapnya, jadi Sinta tidak mau kepedean lagi, seperti hari-hari kemarin, karena memang Sinta kan belum tahu sikap jhon yang cu'ek sama perempuan lain.
dia mengikuti kemauan jhon hanya saja jhon selalu memaksa, dan lagi pula kali ini Sinta sudah tahu siapa jhon sebenarnya, dan jika Sinta menolak pergipun Sinta merasa tidak enak juga sama bu merry yang sangat baik itu, karena memang bu merry juga mengijinkan jhon menjaga Sinta selama Sinta belum sembuh total.
Akhirnya mereka pun sampai di sebuah restaurant tempat mereka makan siang,
jhon pun memilihkan banyak menu spesial buat Sinta.
namun Sinta pun berkata," tidak usah pesan banyak-banyak jhon nanti kan mubadzir siapa juga yang mau menghabiskan"?.
jhon pun menganggukan kepalanya sambil berkata, iya juga ya, ya sudah kalau begitu.
"kamu pesan makanan kesukaan kamu saja, tetapi terserah mau berapa menu, asalkan kamu mau makan ya"?.
namum Sinta berkata, tidak usah jhon, tidak usah pesan banyak-banyak , kita pesan menu satu saja.
__ADS_1
mereka berdua pun memesan makanan yang sama, mungkin Sinta tidak enak sama jhon jika memesan makanan yang lain.
Akhirnya jhon memilihkan menu makanan yang sama.
jhon pun memanggil salah satu pelayan restaurant, lalu memesan makanan, dan tidak lama kemudian pelayan pun membawakan makanan pesanan jhon, dan mereka berdua pun mulai mencicipi makanan nya.
"bagaimana sin enak gak makanannya"?.tanya jhon.
ia jhon enak ko, malah enak banget, ucap Sinta.
ya syukur lah, kalau begitu kita kapan-kapan makan lagi disini ya sin.
"lah ko makan lagi disini, memang kita nanti bakalan kesini lagi, mau ngpain"?.
"tidak apa-apa lagi pula kita kan sekarang sudah mulai akrab jadi tidak ada salahnya kalau nanti kita makan lagi kesini, kamu tidak mau ya, kalau saya ajak kesini lagi"?.tanya jhon.
Sinta yang bingung sama sikapnya jhon, kini Sinta pun bertanya-tanya, ini sebenarnya jhon yang sikapnya seperti ini, apa emang dia lagi aneh, mengapa jhon perkataannya jadi aneh begini,tetapi Sinta berfikir positif saja.
iya jhon, tetapi inshaa Allah ya, saya tidak bisa menjanjikan pasti soalnya kan kamu tahu, kalau saya ini karyawan mamahmu, jadi bagaimana nanti saja, mana mungkin kita bisa pergi-pergi lagi, kalau saya sudah sehat kan saya harus bekerja.
iya-iya ucap jhon, "saya pun mngerti, saya paham ko sama posisi kamu saat ini, begini saja sin, kalau kamu off kabarin saya saja ya, biar nanti saya jemput kamu, dan lagi pula kamu kan sudah punya no saya yang waktu itu saya kasih, masih ada kan"?.
iya masih ada ko, masih saya simpan, ucap Sinta.
Sinta mengucapkan banyak-banyak berterima kasih kepada jhon, karena hari ini Sinta di ajak jalan-jalan dan makan siang, dan jhon juga hari ini sudah bikin Sinta bahagia.
mungkin sama-sama hatinya sedang kosong jadi dengan kehadirannya merasa bahagia, terlebih lagi dengan Sinta yang sedang sedih karena jauh dari orang tua, sedangkan keadaan lagi kurang sehat.
begitu pun dengan jhon tetapi beda cerita kalau jhon, dia sedang berada di zona nyaman, karena bisa dekat dengan seorang perempuan yang membuat hatinya lebih nyaman, tenang dan bahagia.
setelah jhon mengantar Sinta, kini jhon berangkat menuju kantornya, tidak apa-apa jhon mau berangkat jam berapa pun, jhon kan bebas dia kan CEO jadi kapan pun dia mau ya sesuka hatinya.
namun tidak begitu dengan jhon yang sebelum mengenal Sinta, dia berangkat pagi pulang sore, dia sangat gigih dan di siplin mencontohkan yang sangat baik pada karyawannya, hanya saja beberapa hari ini, dia sering telat karena mengenal sosok perempuan yang berbeda menurut jhon.
setelah sampai di kantor, jhon bukannya mengerkan pekerjaannya, malah bengong dan senyum-senyum sendiri.
ada sekertarisnya yang tidak sengaja melihat jhon sedang senyum-senyum sendiri, sekertarisnya hendak mengantarkan berkas ke ruangan jhon.
" ummmzz maaf, ada apa ya pak, ko saya perhatikan dari tadi bapak ko senyum-senyum sendiri begitu"?.tanyanya
__ADS_1
mmmm saya tidak apa-apa. saya baik-baik saja ko,ucap jhon.
padahal memang benar kalau semua orang perhatikan jhon sangat berubah setelah mengenal sosok perempuan seperti Sinta itu, tidak sperti biasanya jhon bersikap seperti ini.
jhon pun melamun dan membayangkan Sinta terus, dia teringat kejadian tadi pagi di taman, ketika jhon mencoba menghibur Sinta, mulai gombalin Sinta biar Sinta mau tersenyum.
mungkin itu awalnya hanya bercanda dan menghibur saja, akan tetapi mengapa jhon jadi benar-benar menyukai Sinta.
jhon yang sangat cu'ek terhadap semua perempuan itu kini dia hatinya mulai luluh oleh seorang karyawan mamahnya yang bernama Sinta.
mmmm kira-kira Sinta suka gak ya sama aku, atau malah sebaliknya, tetapi aku tidak akan mengecewakan dia walaupun dia hanya seorang karyawan mamahku, namun perasaan ku ini sangat lah tulus kepadanya, akan tetapi memang begitu banyak perbedaan kita ini, tetapi tidak apa-apa, gerutu John dalam benaknya,
tidak terasa waktu pun mulai sore, dan jhon pun Siap-siap pulang.
perjalanan dari kantor ke rumahnya jhon memang tidak terlalu jauh, namun jhon yang super ngebut itu kini dia berubah, mengendarai mobilnya pun sangatlah pelan, karena bagi jhon hanya ada Sinta lah dalam pikiran nya itu.
melamun membayangkan sosok Sinta terus dan hampir saja dia menabrak trotoar, jhon pun terkejut.
mengapa bisa melamun sperti ini, akan tetapi untung jhon tidak Kenapa-kenapa, tidak ada yang luka, namun mobilnya sedikit lecet saja.
"kenapa sama diriku ini, tidak pernah sebelumnya memikirkan seseorang perempuan sampai seperti ini?. udah jhon udah kamu ini kenapa tiba-tiba begini, ucap jhon.
dan jhon terus mengendarai mobilnya, tidak lama kemudian akhirnya jhon pun sampai rumahnya.
tiiinnn..
tiiiinnnn...
tiiiinnnn....
bu merry pun berkata, itu kan suara klakson mobil jhon, mengapa jhon jam sgini baru sampai tidak seperti biasanya dia pulang malam, apa dia ada meting mendadak kali ya gerutu mamahnya jhon.
lalu jhon pun masuk sambil tersenyum manis pada mamahnya.
"Ada apa jhon, tumben kamu Senyum- senyum begitu, ada yang aneh ya"?. tanya Mamahnya itu.
tidak ada mah tidak ada apa-apa, jhon baik-baik saja mah, memang ada yang beda ya sama sikap jhon ini, ucap jhon.
ia jhon kamu itu sangat lah berbeda, tidak biasanya kamu sperti ini loh.
__ADS_1
.
.