Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Bertemu bi minah


__ADS_3

Tidak menunggu waktu yang lama, kemudian Sinta pun sampai di terminal yang dia tuju, Dia merasa sangat senang karena bisa sampai ke Jakarta , Apa lagi dia akan bertemu dengan Jhon kekasih hati nya.


Namun ada rasa sedih juga di lubuk hatinya yang paling dalam, karena Jhon nya itu sedang sakit, dan entah dia sakit apa, karena Sinta belum mengetahui yang sebenarnya.


kemudian setelah Sinta sampai di terminal Jakarta, dia sangat kebingungan karena harus menunggu pak supir yang hendak akan menjemput dirinya, namun dia belum pernah bertemu mereka dan belum mengenal nya sama sekali, tetapi saat ini Sinta tidak ada pilihan lain, dia harus mengikuti permintaan bu merry.


Dan untung nya tidak lama kemudian mereka sampai, namun walaupun mereka telah sampai dan sudah saling melihat, tetapi mereka tidak saling mengenal satu sama lain, lalu bi minah menghubungi bu merry agar di beri petunjuk seperti apa Sinta dan sekalian minta nomor ponselnya agar semakin mudah mencari nya.


Bu merry pun memberitahu tentang Sinta pake baju warna apa dan berpakaian seperti apa, karena tadi bu merry sempat menanyakan nya kepada Sinta.


Dan Akhir nya bi minah menemukan perempuan cantik dan anggun, sesuai yang di ceritakan boss nya.


dan sebagai bukti bahwa itu benar atau tidak nya, Bi minah pun menghubungi nya dengan nomor yang sudah di berikan bu merry.


bi minah sengaja menghubungi nya di depan orang nya langsung, dan ketika mereka berbicara di telepon padahal mereka saling tatap, bi minah baru berani mendekati nya, dengan rasa senang nya karena sudah menemukan seseorang yang dia cari sejak tadi, lalu bi minah menghampiri Sinta dengan penuh rasa penasaran di hatinya.


"Maaf, apa ini neng Sinta, ucap bi minah dengan penuh senyuman hangat menyambut nya"


Iya nama saya Sinta. Sahut Sinta dengan rasa takut karena tidak mengenali bi minah sebelumnya.


"Maaf neng, ini saya bi minah yang tadi menghubungi neng. "


Ooh iya bi, saya juga minta maaf, karena saya takut salah orang jadi saya hanya waspada saja.


kemudian mereka bersalaman dan saling memperkenalkan diri.


"Iya tidak apa-apa neng, saya mah tidak akan ngapa-ngapain ,tidak usah takut saya kan di suruh bu merry menjemput neng kesini!. "


Iya bi, Terima kasih.


"Sama-sama, mari saya bantu membawa kan tasnya!. "

__ADS_1


Tidak usah bi, saya bisa sendiri.


"Jangan begitu neng, kan neng itu saat ini sudah dekat dengan keluarga tuan muda, ya berarti neng juga non atau nyonya saya. " Ucap bi minah dengan penuh senyuman di bibirnya.


Bi minah, jangan begitu, saya ini hanya karyawan bu merry di restaurant, jadi tidak pantas jika saya di panggil non, atau nyonya, panggil saja nama , seperti yang lainnya memanggil Sinta. Sahut Sinta.


"Tidak bisa begitu non, ya sudah jika tidak ingin di panggil non, saya panggil neng saja ya, karena jika saya memanggil nama rasanya tidak enak di denger dan kurang sopan. "


Iya bi, baik lah, tetapi tidak apa-apa tidak usah merasa tidak enak.


"Ooh iya maaf neng, kita ko malah ngobrol panjang lebar disini, kita masuk kedalam mobil yuk, karena sudah ada pak sopir di sana menunggu kita!. "


Iya bik, Baik lah, kemudian Sinta melangkah kedua kakinya menuju mobil yang di tunjuk bi minah, pak supir sudah sigap membukakan pintu untuk Sinta, kini dia bagai bos sungguhan di buatnya, tetapi Sinta bukannya merasa senang, malah sebaliknya dia merasa gugup dan tidak enak hati.


Bi minah yang baru saja bertemu dengan nya, baru pertama kali tetapi sudah merasa akrab, karena bi minah memang baik orang nya, penyayang dan mengayomi apa lagi jika sesama perempuan.


jadi ini yang namanya neng Sinta, ummmmm Cantik banget, pantas saja dia jadi buah bibir di rumah ibu, orang nya baik dan sopan , jangan kan laki-laki saya yang sama-sama perempuan saja suka melihat kecantikan nya, pantas saja tuan muda jatuh cinta padanya, memang tidak ada yang salah, nenk Sinta ini sungguh-sungguh luar biasa. gumam bi minah di dalam lubuk hati nya.


Sinta membuyarkan lamunan bi minah, yang sedang memuji dirinya.


Ooh itu, rumah sakit ya, Sudah dekat ko neng, mungkin 20 menitan lagi kita akan segera sampai jika jalanannya tidak macet.


Sinta pun menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari bi minah.


"Neng sudah makan belum.? tanya bi minah


kalau sekarang sih belum bi, tetapi saya belum pingin makan. " sahut Sinta.


"kalau begitu kita berhenti cari makan dulu ya, takutnya nanti jika di rumah sakit neng malah tidak sempat makan".


Tapi bi, saya belum pingin makan, nanti saja ya.

__ADS_1


"Neng harus makan, tidak boleh tidak, karena harus jaga kesehatan, nanti kita kan mau jagain tuan di rumah sakit, karena ibu sama bapak katanya mau pulang dulu, mau istirahat di rumah, soalnya mereka sudah empat hari belum pulang ke rumah."


Begitu ya bi, ooh iya boleh tanya sesuatu tidak!.


"Boleh neng, tanya kan saja pada bibi. "


Sebenarnya pak Jhon itu sakit apa?.


"Lah memang nya neng belum tahu. "


belum bi.


"Tuan muda itu sebenarnya bukan sakit biasa, tetapi dia itu kecelakaan di jalan, dia hendak berangkat ke kantor nya, namun pada hari itu nasibnya naas, dan dia pun mengalami kecelakaan cukup hebat, sehingga membuat nya tidak sadarkan diri, dan sampai saat ini belum ada perubahan kata ibu, namun ada satu nama yang dia ucapkan, ya itu nama neng.


Sinta sangat terkejut mendengar penjelasan dari bi minah tentang Jhon yang habis kecelakaan.


Astagfirullah pantas saja, aku pun merasa heran, mengapa Jhon tiba-tiba saja sakit dan parah seperti itu, ternyata dugaan ku benar bahwa dia mengalami kecelakaan, gumam Sinta di dalam lubuk hati nya.


Sinta sangat sedih ketika mendengar nya, dia pun menahan kesedihan nya itu, karena takut ada air mata di kelopak matanya, malu jika sampai meneteskan air mata di depan bi minah, Sinta berusaha tegar dan pura-pura kuat, walaupun hatinya sangat sedih dan terluka.


.


.


.


Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.


mohon maaf masih banyak kekurangan nya, harap di mak'lumi karena masih belajar.


***** TERIMA KASIH *****

__ADS_1


__ADS_2