Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Di kantor


__ADS_3

tidak lama kemudian Akhirnya jhon pun sampai kekantornya.


walaupun jhon CEO, namun jhon tidak pernah terlambat masuk kantor, dia selalu tepat waktu, karena dia sangat disiplin dan tanggung jawab atas segala sesuatunya, karena bagi jhon pekerjaan itu nomor satu.


dia selalu saja mengutamakan pekerjaannya, dan menekuni kariernya itu, akan tetapi sudah dua hari ini jhon pun hampir terlambat karena ngurusin dan menjenguk Sinta.


karyawan kantornya pun merasa heran pada jhon, mengapa sudah dua hari ini pak jhon terlambat ke kantor.


namun mereka urung menanayakannya akan hal ini, mana berani mereka bertanya pada big bosnya itu, cukup saja mereka bergumam dalam hati.


Berbeda dengan sekertarisnya jhon memberanikan diri bertanya kepada bosnya, karena sekertaris nya itu sudah deket dan sangat sering berbincang-bincang soal pekerjaan sama big bosnya, karena dia orang paling terdekatnya dalam urusan pekerjaan.


"M-maaf Pak jhon, Apakah saya boleh tanya sesuatu,?"


ucap skertarisnya gugup,


"tetapi sebelumnya saya bener-bener minta maaf karena saya lancang bertanya pada bapak, karena saya rasa ini ada hal yang di luar pekerjaan kita".


pak jhon pun menganggukan kepalanya, "boleh, silah kan tanyakan saja, saya sama sekali tidak masalah."


"begini pak,_" Winda menjeda ucapannya, menggigit bibir bawahnya, dengan menautkan jemarinya yang terasa berkeringat, saking tidak enaknya takut menyinggung perasaan pak jhon.


"bapak kok sudah dua hari ini datangnya terlambat terus, Maaf ya pak saya menanyakan hal ini saya cuman takut ada keluarga bapak yang sedang sakit atau bagaimana, soalnya bapak itu tidak biasanya seperti ini."


"oh iya saya sudah dua hari ini sedang ada urusan," balas jhon, "Saya tidak sengaja menyerepet seseorang di jalan, jadi saya kemarin mengantarnya ke rumah sakit dan hari ini saya menjenguknya."


"lalu bagaimana pak keadaan orang itu"? ujar sekertarisnya bertanya lagi.


"tidak apa-apa dia hanya terluka bagian lututnya saja."


"ya syukur lah kalau begitu, semoga dia cepet sembuh ya pak."


"iya Terima kasih." sahut jhon.


jhon memang terkenal sangat baik orangnya, apa lagi pada karyawan-karyawannya itu, namun untuk urusan hati, ia memang belum membuka hatinya untuk perempuan.

__ADS_1


sekertarisnya pun bercerita pada karyawan yang lain bahwa pak jhon itu tidak sengaja kemarin habis menyerempet seseorang.


dan kini hampir semua karyawan perempuannya itu tahu, bahwa pak jhon habis menabrak seseorang.


namun ada salah satu karyawan perempuannya itu keceplosan dan dia berkata, "pantas saja pak jhon sudah dua hari ini terlambat terus tidak biasanya dia begini".


"akan tetapi katanya tidak apa-apa cuman luka biasa hanya lecet saja, " tetapi ko dia kelihatan sangat cemas sekali".ucap salah satu karyawannya itu.


"iya juga ya," ucap salah satu karyawan yang lai, hari ini pak jhon sedikit berbeda dari biasanya yang tadinya sangat fokus terhadap segala sesuatu dan pekerjaannya, namun hari ini agak sedikit melamun.


"Ada apa dengan jhon"?.


dan ternyata kini hati seorang jhon yang kuat yang tidak pernah goyah itu, kali ini hatinya merasa aneh.


jhon pun mulai teringat dengan Sinta.


kali ini dia merasa aneh dan berbeda, mengapa dia teringat Sinta terus, padahal Sinta baik-baik saja dan baru saja dia menjenguknya.


jhon pun berusaha menepis pikirannya itu, sambil bergerutu dalam hatinya, "aku kan baru saja pulang menjenguk dia, tetapi kenapa aku masih merasa cemas pada dia, begini!" gumamnya, memijat dahinya yang terasa berdenyut.


namun jhon tetap saja tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri, dia tetap sangat mengkhawatirkan Sinta.


dia berusaha berpikir fokus tetapi semuanya ambyar. tetap saja dia mengingat Sinta.


begitupun sebaliknya pada Sinta.


Sinta yang ada di kost-kostan itu, lebih-lebih sangat mengagumi jhon yang tampan.


akan tetapi saat ini Sinta pun hanya mengagumi saja tidak lebih, karena Sinta pun belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.


umur Sinta saat ini berusia 18 tahun, dia baru saja lulus SMA, namun dia ingin merasakan merantau ke ibu kota, seperti teman-teman yang lainnya.


Walaupun Sinta gadis desa, dan dia terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, namun dia gadis cantik imut sopan ramah dan baik hati.


Di desa pun banyak laki-laki yang suka sama Sinta, namun Sinta belum ingin memikirkan hal itu, saat ini dia hanya ingin membahagiakan ke dua orang tuanya dulu.

__ADS_1


Sinta yang ada di kost-kostan seorang diri itu, terus saja melamun dan mengingat jhon terus, Sinta yang sudah salah tingkah terlebih dahulu itu makin percaya diri saja, karena dapat balasan perhatian dari jhon.


walaupun perhatiannya itu hanya sebatas tanggung jawab atas musibah kemarin, namun Sinta sangat lah merasa senang, karena bagi Sinta rasanya bahagia bila bertemu orang baik.


hari semakin sore, Sinta yang seorang diri itu terus saja melamun sambil bermesem-mesem, mungkin karena dia seorang diri tidak ada teman untuk curhat jadi terus saja seperti itu.


Sampai akhirnya Rekan-rekannya pun pulang kembali.


mereka pun pulangnya pukul 22:00,


karena emang Restaurant tempat mereka bekerja itu tutup pukul 21:00,


jadi rapi-rapi sama perjalanannya hampir menghabiskan satu jam.


mereka pun Akhirnya tiba di kost-kostan.


mereka yang tidak tahu jhon tadi siang datang ke kost-kostan pun Akhirnya mereka mengetahuinya, karena mereka melihat parcel buah-buahan dan makanan yang masih ter pangpang rapi di atas meja tempat mereka menyimpan makanan.


lalu mereka pun bertanya pada Sinta.


"Sin, tadi ada pak jhon datang kesini ya jenguk kamu"?.


Sinta pun mengiyakan pertanyaan Rekannya itu.


"tadi kamu sama pak jhon ngobrol dimana"?.


"Aku ngobrol di teraslah, mana berani aku menyuruhnya masuk ke dalam kost-kostan, Aku juga takut lah, Apa lagi kost-kostan dalam ke adaan sepi tanpa kalian," Sahut Sinta sambil tersenyum manis.


"maaf-maaf ya sin saya cuman khawatir Saja, karena kamu hanya seorang diri disini, bukannya saya mau ikut campur urusan kamu, ucap salah satu Rekannya itu sambil tersenyum kembali"?.


"Terima kasih ya, kalian semua sangat baik sama aku, aku malahan senang kalau kalian menghkawatirkan ku, itu tandanya kalian sangat peduli sama aku, walaupun aku baru disini, tetapi kalian semua tidak membedakan yang baru sama yang lama, kalian bener-bener orang baik", ucap Sinta.


mereka pun saling berpelukan karena mereka sadar, bahwa mereka sama-sama pekerja, sama-sama jauh dari orang tua, sama-sama membutuh kan uang, jadi mereka saling menyayangi saling jaga.


.

__ADS_1


.


__ADS_2