
Setelah semalaman Jhon di Rumah sakit, kini keadaan bu merry telah sadarkan diri dari pinsannya atau yang biasa di katakan siuman, namun papahnya selalu mengingatkan kepada Jhon agar tidak membahas dulu soal hubungannya dengan Sinta di depan bu merry, karena tidak baik untuk kesehatannya.
Jhon mengiyakan dan berjanji tidak akan membicarakan hal ini untuk sementara waktu, karena akan menunggu pulih dulu kesehatan mamahnya, Jhon dengan perasaan yang sangat sedih dia menghampiri mamahnya dengan sangat pelan.
"Bagaimana keadaan mamah, apakah sudah lebih baik?" tanya Jhon kepada mamahnya dengan wajah yang sangat lusuh dan juga murung, bagaimana tidak beban yang dia hadapin saat ini sangat berat dan menyangkut dua hati dan juga masa depan dirinya.
"Mamah baik-baik saja Jhon," Sahutnya dengan lirih karena masih ingat kejadian kemarin malam.
"Syukur lah, maafin Jhon ya mah, tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti hati dan perasaan mamah. "
"Iya tidak apa-apa, mamah juga mengerti akan perasaan kamu, tetapi hanya satu tolong jangan tinggalkan mamah ya. "
"Iya mah, Jhon tidak akan meninggalkan mamah. "Sahutnya dengan bathin tersiksa.
" Oke baiklah, kamu sayang mamah kan. "
"Iya mah." dan di ikuti dengan anggukan kecil, mungkin saat ini dirinya sangat sedih serba salah, ingin rasanya memilih Sinta, tetapi bagaimana dengan mamahnya takut terjadi apa-apa sama seperti kemarin, dia juga ingat sama pesan dokter bahwa mamahnya tidak boleh sock lagi karena takut kena serangan jantung yang serius, walaupun ini baru gejala tetapi harus di jaga, karena jika sewaktu-waktu mengalami sock lagi bisa saja penyakit jantungnya itu benaran terjadi.
*****
Mentari pagi sudah menyinari dengan sangat cerah di pagi hari ini, sudah menusuk di celah-celah kaca jendela kost-kostan tempat tinggal ku ini, seperti biasa harus melakukan ritual di pagi hari, yaitu membersihkan seluruh tubuh dan juga akan bersiap, karena sebentar lagi akan berangkat menuju ke tempat kerja, walaupun di pagi hari ini, hatiku tidak secerah matahari yang sedang bersinar di luar sana, Iya bagaimana bisa cerah sedangkan hatiku sedang terpuruk oleh masalah yang serius.
Ku ambil tas kecil mungil yang biasa aku bawa ini, dan seperti biasa di dalamnya itu berisi benda pipih milikku atau mungkin dia sahabat ku saat ini yang biasa ku bawa kemana pun aku pergi, semangat tidak semangat tetap harus semangat bekerja, mau ijin tidak ada alasan, masa gara-gara sedang ada masalah dengan Jhon aku sampai tidak masuk kerja, kan malu apa kata dunia jika mereka tahu, makanya aku berusaha tegar dan kuat walaupun hati ini sebenarnya rapuh.
Tidak lama kemudian aku sudah sampai di halaman kantornya Rian tepat masih di tempat parkiran nya namun tiba-tiba Jhon menghubungi ku, entah mau menjelaskan apa yang terjadi kemarin atau mau menanyakan kabar saja, entah lah karena memang dia belum memberi tahu soal masalah ini langsung kepadaku, walaupun aku sebenarnya sudah mengetahui semuanya, tetapi itu kan dari bi Minah bukan dari Jhon.
Dretttt...
__ADS_1
Dretttt...
Dretttt.. benda pipih yang biasa aku bawa ini bergetar, aku penasaran nomor siapa yang masuk ke ponsel ku itu sehingga membuatnya bergetar, seakan-akan memanggil pemiliknya, dan ternyata nomornya Jhon.
karena masih pagi dan waktu pun masih menunjukkan pukul 07:00 ya sudah ku geser saja icon hijau yang ada di layar ponsel milik ku itu, dan awalnya aku pura-pura tidak tahu kalau di rumahnya itu sedang ada masalah besar tentang hubungan ku dengannya.
"Hallo selamat pagi. " ujarku seperlunya saja karena sudah tahu pasti mau membahas soal yang kemarin.
"Iya pagi juga sayang, kamu apa kabar? " tanya nya dengan lirih dan suaranya berbeda tidak seperti biasanya, kenapa aku bisa tahu bahwa dirinya itu dalam keadaan terpuruk, karena aku yakin dan pasti yang dia rasakan saat ini sama seperti yang aku rasakan.
"Alhamdulillah kabarku baik-baik saja. "
"Syukur lah... sebelumnya aku mohon maaf karena aku belum bisa menemukan solusi yang kemarin kita bahas. " ujarnya tanpa bertele-tele ke mana-mana.
"Begitu ya, ya sudah tidak apa-apa. "
"Ko kamu seperti nya biasa saja, tanpa merasa marah ataupun terkejut. "
"Ko kamu bisa tahu, apa kamu ini seorang peramal. "
"Maksud kamu apa mengatakan aku peramal, sembarangan saja kalau bicara. "
"Maaf habis kamu ko sepertinya sudah tahu."
"Itu perkiraan saja, sudah tidak usah banyak bicara , lebih baik pikirkan sekarang kita harus bagaimana, aku akan mengikuti keputusan mu. "
"Maksud kamu apa sayang, jujur aku tidak akan pernah sanggup jika kita harus berpisah, dan akau tidak akan membiarkan itu terjadi. "
__ADS_1
"Lalu jika kita tidak berpisah, kita akan bersama dengan cara apa, sedangkan mamah mu dan juga orang tuaku tidak akan setuju dengan hubungan kita ini. "
"Tetapi sayang, aku mohon beri aku Waku lagi, tolong jangan tinggalkan aku, karena aku tidak bisa hidup tanpa kamu. "
"Kamu bohong jika berkata tidak bisa hidup tanpa aku. "
''Ko kamu bicara seperti itu sih, memangnya kamu tidak yakin sama hubungan kita dan sudah tidak percaya lagi."
"Iya aku tahu, karena kamu itu salah jika berbicara tidak bisa hidup tanpa aku, yang tidak bisa hidup itu tanpa nasi. "
"Kamu lagi serius begini masih sempat-sempatnya bercanda, padahal aku lagi bingung tahu. "
"Kamu pikir aku bercanda, aku serius dan berbicara apa adanya sesuai fakta, pokoknya aku minta segera selesaikan hubungan kita ini, jika mau selesai sekarang berarti hubungan kita cukup sampai disini, tetapi jika mau lanjut cepat perjuangkan. "
"Iya sayang sabar ya, ternyata tidak semudah itu meluruskan hubungan kita ini. "
"Oke aku kasih waktu lagi satu bulan, tetapi jika setelah satu bulan masih belum menemukan solusinya, jangan salahkan aku, jika aku mundur. "
"Baik lah, oke akan aku buktikan, pokoknya satu bulan lagi ya. " Ujar Jhon sambil menutup teleponnya.
Padahal hatinya sangat bingung harus bagaimana dan harus berbuat apa, waktu satu bulan itu sangat lah singkat dan sebentar, dan jika aku tidak berhasil berarti aku akan berpisah dengan Sinta untuk selama-lamanya, tidak pokoknya tidak boleh terjadi aku tetap harus menikah dengannya, gumam Jhon seorang diri.
Sinta pun sebenarnya sangat sedih dan tidak ingin berpisah dari Jhon, namun jika masih tetap seperti ini tidak mungkin akan terus mempertahankan hubungannya.
Bingung sungguh bingung di buatnya, ujarnya sambil menepuk-nepuk jidatnya itu dan ternyata terlihat oleh seseorang yang bahkan sejak tadi mendengar kan percakapan dirinya dengan kekasihnya yang bernama Jhon, Sinta tidak sadar bahwa di parkiran itu ada mobil yang datang tiba-tiba tanpa sepengetahuan dirinya.
.
__ADS_1
.
Seperti biasa, tinggalkan jejak like dan komentarnya ya, agar makin semangat up lagi ❤❤❤