
Pagi hari seperti biasa Sinta menjalani hari-harinya dengan penuh semangat, apa lagi mengingat sekarang ini dia di sibukan oleh pekerjaan nya di kantor milik Rian.
Mentari pagi sudah menyinari bumi ini dengan hangat dan penuh dengan pelangi yang sangat indah dan sempurna, tentu saja semua mahkluk yang ada di muka bumi ini pasti menyukai dan mensyukuri nya.
Seperti biasa Aku harus semangat walaupun tanpa ada yang menyemangati juga, berangkat dengan Grab car yang sudah di persiapan Jhon kekasihnya.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, Akhirnya sampai di kantornya Rian dengan penuh semangat.
Dan seperti biasa kak Alya sudah menyambutnya dengan penuh semangat dan senyuman manis di bibir tipisnya itu.
"Hai Sinta , Akhirnya kita bertemu lagi. " Ujar kak Alya menyambutku dengan penuh bahagia.
"Hai juga kak. " sahutku sambil tersenyum dan seperti biasa dengan sedikit pelukan sebagai persahabatan.
"Baru kita tidak bertemu semalam, berasa seperti sudah lama ya. " ujarnya kak Alya ternyata sama seperti yang aku rasakan.
"Masa sih kak, ko bisa sama ya, aku juga begitu kak. "
"Wah berarti kita sehati dong. " ujarnya.
"Bisa juga kak, soalnya ketika jauh dari kakak sepertinya hidupku ada yang kurang. "
"Haduh kurang apa tuh, tetapi tidak kurang mecin kan. " candanya ka Alya.
"Tidak dong kak, yang pasti jauh dari kakak itu rasanya kesepian dan pingin cepat-cepat pagi. "
"Lucu ya, seperti merindukan kekasih hati. "
"Waah ini lebih dari itu kak. "
"Masa sih, aah tidak percaya. " lagi -lagi kak Alya ini bercanda lagi.
"Kalau tidak percaya maka belah lah dadaku. "
Memang nya kak Alya doang yang bisa bercanda aku juga bisa dong.
"Ayo kita belah, tetapi dimana belahnya. "
"Di tukang ayam, pasti bisa kan dia juga bisa belah dada Ayam, masa belah dadaku tidak bisa. " Bercanda terus tanpa henti, ternyata asyik ya bisa berteman baik dengan orang humoris seperti kak Alya.
"Jangan ah, nanti jika dada kamu di belah, aku tidak punya teman baik lagi dong. "
"Iya ya, tetapi tidak apa-apa itu kan sebagai bukti. "
"Bukti apa?"
"Bukti bahwa hidupku tidak bisa tanpa kak Alya. "
"Yang tidak bisa hidup itu tanpa nasi, bukan tanpa kakak. " hahaaa.
__ADS_1
"Bisa saja nih kakak bercanda nya. "
"Bisa dong apa sih yang tidak bisa buat kamu. "
"Terima kasih kak. " ku ucapkan itu karena hanya dia yang bisa menghiburku saat ini, dia orang yang sangat baik dan bisa di ajak bercanda juga.
Tiing, suara bel bahwa bekerja sudah di mulai.
Seperti biasa jika sedang bekerja harus di siplin tidak boleh ada suara atau pun bercanda, harus focus dan di siplin.
Hari-hari di lalui sama seperti biasanya bersama kak Alya yang baik hati dan tidak sombong itu.
Aku sangat bersyukur memiliki teman dekat dan sangat baik, walaupun seharian tidak pernah merasakan bosan jika ada di sampingnya kak Alya, karena dia selalu saja bercanda jika sudah tibanya waktu istirahat bahkan pagi sebelum bekerja di mulai, siang hari, dan sore sebelum pulang terus-menerus terus bercanda tanpa henti asalkan ada waktu senggang.
*****
Begitupun dengan Jhon, Iya Jhon kini dia sudah sembuh, bahkan dia sudah mulai bekerja kembali di kantor miliknya, Dirinya sudah Sangat bosan jika harus berdiam diri di rumah berlama-lama karena tidak terbiasa, karena memang sejak dulu Jhon ini sangat rajin tidak pernah malas atau mengeluh, karena menurut dirinya karier itu nomor satu, sampai-sampai di usia yang cukup matang pun dia belum memiliki istri karena memang dari dulu tidak pernah memikirkan hal itu, karena yang ada dalam pikiran dan otaknya itu hanyalah masa depan yang cerah dan juga karier yang cemerlang, yang dirinya inginkan hanya lah kesuksesan.
Seperti biasa Sebelum pulang memang Jhon itu mengirim pesan, karena mengingatkan bahwa Grab car sudah menunggunya, namun berbeda dengan hari ini.
Pesan Chat dari Jhon Cristian.
"Selamat sore sayang. "
"Iya sore juga. "
"Hari ini sopir Grab car nya di ganti ya, tetapi cuman hari ini saja. "
"Memang nya mengapa, ko harus di ganti sih. " ucapku lirih.
"Tidak apa-apa sayang, coba lihat dulu di parkiran. "
Pas aku lihat ternyata ada mobilnya Jhon, tentu saja aku sudah hapal mobilnya dia.
"Mmmm kamu ini bercanda ya. "
"Hehee cepat aku sudah menunggu mu nih, pegel tahu sudah lama soalnya. "
"Baik lah aku kesana sekarang. "
Ternyata Jhon Sudah menyambutku dan dia menggodaku.
"Hai cantik, sudah lama kita tidak bertemu seperti nya rindu ini menggebu-gebu. "ujarnya Jhon sambil menyodorkan tangannya memegangin tanganku.
"Apaan sih, kamu ini bercanda saja. " ucap ku sambil tersipu malu.
"Sudah kita pulang yuk. "ajak ku agar tidak lama-lama Jhon menggodaku, takut khilaf soalnya, heheee.
"Tidak masa sudah jauh-jauh langsung pulang, kita jalan-jalan dulu yuk. " ajaknya sambil sedikit memaksa mungkin takut aku menolaknya.
__ADS_1
"Memang nya kamu sudah sembuh total, dan sudah bisa mengendarai mobil lagi. "
"Sudah dong, ini buktinya dan aku juga tadi sudah bisa ke kantor lagi, ini pulang dari kantor langsung kesini , soalnya sudah tidak sabar. ''
" Apaan sih. "
"Iya tidak sabar karena ingin segera bertemu sama kamu. "
"Alhamdulillah syukur lah jika kamu sudah sehat dan sudah bisa ke kantor lagi, jadi lega rasanya mendengar keadaan mu sudah sembuh total dan sudah seperti semula lagi
"
"Iya dong ini semua kan berkat kamu. "
"Kamu ini ada-ada saja. "
"Iya coba jika tidak ada kamu, tidak tahu hidupku seperti apa. "
"Sudah ah kamu itu terus saja menggombal. "
"Iya-iya, kita kemana nih. " Ujarnya Jhon sambil mulai mengendarai mobilnya.
"Terserah kamu saja deh, aku ikut saja. "
"Yakin mau ikut di ajak kemanapun. "
"Maksudnya jalan-jalannya. "
"Di kirain, di ajak ke penghulu juga mau. "ujarnya Jhon sambil tersenyum menatap ku.
"Penghulu. KUA dong. "sahutku dengan heran.
"Sudah-sudah nanti kamu malah tegang , Sudah tidak Usah bahas itu dulu, kita kan mau jalan-jalan dulu sekalian nanti mengantar kamu pulang. "
Mmmm kirain, untung saja Jhon tidak meneruskan kata-kata nya itu. entah apa yang terjadi jika Jhon membahas soal ini, sungguh aku bingung di buatnya, harus bagaiman mencari jalan keluarnya, ingin rasanya membahasa soal ini tetapi takut hatinya Jhon tersinggung. Gumam bathinnya Sinta.
" Hai ko malah melamun, katanya mau jalan-jalan. " ujar Jhon membuyarkan lamunan ku.
"Tidak melamun, aku hanya focus menatap lurus ke depan. "
"Kamu ini bisa saja, memangnya kamu yang mengendarai mobilnya, ada kata harus focus segala. "
"Heheee." sahutku pura-pura tersenyum agar bisa menyebunyikan ke gundahan yang ada di dalam bathinku, sebenarnya tidak hilang begitu saja kata-kata itu tetap saja mengganggu pikiran ku, namun aku juga berusaha menyembunyikan nya supaya Jhon tidak curiga bahwa aku masih memikirkan hal tadi.
Perjalanan kita pun terus berlangsung, Jhon mengajakku makan dan juga seperti biasa bermain di taman itu sudah kesukaan ku, karena jika harus bermain di tempat yang tertutup itu tidak mungkin karena rasa takut itu tetap ada, Jhon sih memang sering mengajakku namun aku selalu menolaknya dengan pelan-pelan dan dengan alasan yang pasti, Untung saja sipat Jhon ini tidak memaksa jadi dia tidak terlalu kukuh orangnya, makanya dia selalu mengikuti kemauan ku juga dari pada ajakannya itu.
.
.
__ADS_1
Seperti biasa, Mohon dukungannya jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar author yang Masih belajar ini semangat up lagi.
Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.