
Setelah selesai istirahat dan makan Siang kini bel berbunyi itu tanda jam kerja sudah di mulai kembali, Aku harus selalu semangat menjalani ini semua tidak boleh mengeluh ataupun bersedih , Iya karena untuk apa bersedih harus selalu bersyukur atas apa yang telah terjadi pada diri ini, Lebih-lebih lagi di jakarta itu tidak seperti yang di ceritakan orang-orang pada umumnya, Aku pernah mendengar jika hidup di perantauan itu sangat keras dan kejam.
Tetapi Alhamdulillah semua itu cuman cerita belaka semata saja , karena yang aku tahu dan yang aku temui ternyata orang-orangnya sangat baik.
Tidak butuh di kasihani dengan pemberian orang lain, tetapi menemukan orang baik pun sudah salah satu Rezeki untuk kita, dan itu pun harus selalu di syukuri dan di nik'mati karena itu pun termasuk salah satu Rezeki dari Allah SWT.
Walaupun aku orang baru, iya baru bahkan baru beberapa jam saja bekerja di kantornya Rian, tetapi ketika beristirahat begitu banyak yang menyapa ku dengan sangat sopan, Alhamdulillah aku pun merasa bahagia karena bertemu dengan orang-orang yang sangat baik lagi, memang tidak semuanya menyapa tetapi tidak apa-apa namanya juga kehidupan ada yang suka dan ada juga yang tidak menyukai kita, tetapi ambil hikmahnya saja.
Tidak terasa walaupun hari pertama bekerja, ternyata jarum menit dan detik sudah saling mengelilingi di lingkaran jam, dan tidak terasa kini waktupun sudah sore dan saatnya pulang.
"Hai Sin, Sudah saatnya pulang nih, yuk kita rapi-rapi dulu. " ujar kak Alya sambil membereskan semua peralatan kerjanya.
"Baik kak, Ayo. " Sahutku dengan riang.
"Ooh iya, jika boleh tahu kamu tinggal dimana? " tanyanya kak Alya sambil menatap ke arah wajahku.
"Aku tinggal di kost-kostan, dari sini tidak terlalu jauh ko. "
"Oke kapan-kapan kalau hari libur kita boleh main dong. "ujarnya lagi.
"Iya kak, tentu saja boleh dong, apa sih yang tidak boleh buat kakak, asalkan aku sedang ada di kost-kostan dan tidak lagi kemana-mana ."
"Oke baik lah. "
"Kamu pulang naik apa? "Tanyanya kak Alya lagi sambil menatap ku.
"Itu kak Naik Grab car, sudah datang menjemputku. " sambil ku tunjukkan dengan isyarat.
"Ooh syukur lah kalau begitu, Hati-hati ya di jalan. "
"Baik kak, Terima kasih, kakak juga hati-hati ya sampai bertemu lagi besok. "
"Oke by. "
"By juga kak. "
Mmmm ternyata Grab pesanan Jhon sudah tiba dengan waktu yang sangat tepat, aku sudah hapal nomor flat mobil nya Karena tadi pagi aku sengaja menghapalkan nya, untuk menjaga-jaga jika terjadi sesuatu, ya mudah-mudahan saja tidak ada, namun waspada itu harus kan.
Ternyata di benda pipih milikku sudah ada pesan Chat dari Jhon.
"Sayang sudah jam pulang kerja ni, dan ingat Grab car sudah menunggu di tempat parkir. " ujarnya.
"Iya Sayang, Terima kasih ya, kamu baik banget sama aku. "
"Iya sama-sama, Hati-hati di jalan ya. "
"Iya, nih aku sudah di parkiran menuju Grab car yang sudah kamu pesan. "
"Oke, hati-hati. " Ujarnya Jhon mengulang kata itu, mungkin karena saking sayang dan khwatir nya dia sama Sinta, karena itu Juga Jhon selalu mencemaskannya sehingga dia bawel dan mengulang kata-katanya, tetapi tidak apa-apa wajarlah namanya juga Cinta pasti segala cara akan dia lakukan untuk melindungi kekasih hatinya itu.
Kemudian aku berjalan menghampiri Grab car yang sudah di pesan oleh Jhon, Hampir semua karyawan sudah berhamburan pulang dan di parkiran sudah hampir sepi, tinggal satu atau dua orang saja yang lalu lalang di parkiran itu, dan kendaraan pun sudah hampir bersih tetapi masih ada sebagian.
"Hai Sin. "Ujarnya memanggil nama ku otomatis membuat terkejut jantung ini dag dig dug saja, karena katakutan.
AKu mencari-cari dari mana arah suara itu berasal, namun tetap tidak terlihat orangnya.
Dan Aku terus mencarinya, melirik ke arah sana dan ke arah yang lainnya namun tidak terlihat orang yang memanggil nama ku tadi, memang di sana masih ada orang namun tidak ada yang tertuju satu pun kepada ku, namun ketika aku melewati parkiran itu, ada satu buah mobil mewah yang masih terparkir disana, aku melanjutkan kembali langkah ini, namun suara itu ada lagi.
"Mau ikut pulang bareng tidak. " ujarnya lagi menawarkan pulang bersama.
Kemudian ku lirik ke arah mobil mewah itu dan ternyata kacanya terbuka, dan di sana ada pak Rian, iya Pak Rian dia adalah bos baru aku di tempat kerja Aku yang sekarang.
__ADS_1
Dan AKu pun memberanikan diri melihat ke arahnya, dan ternyata dia sedang tersenyum manis, Namun Aku pura-pura saja tidak melihatnya, dan Tidak berhenti di situ Pak Rian tetap memanggil nama Ku kembali.
"Hai Sin, mau pulang bareng tidak. "Ujarnya Rian dengan jelas.
" Mohon Maaf Pak, Terima kasih ajakannya, tetapi saya sudah pesan Grab car." Sahutku dengan perasaan tidak enak hati, karena menolak ajakannya.
"Mengapa kamu memesan Grab car, aku kan bisa mengantarkan mu pulang. "
"Maaf Pak tetapi ini adalah Grab car pesanannya Pak Jhon. "
Rian yang sedang tersenyum manis itu tiba-tiba berubah menjadi wajah yang seperti nya sedang kecewa, Iya mungkin dia kecewa karena mengajak ku pulang bersamanya, namun aku menolaknya, maaf sebenarnya tidak untuk membuatnya kecewa tetapi di posisi seperti ini apa yang bisa aku lakukan.
Kemudian ku ucapkan permisi karena aku akan pulang.
"Maaf Pak, permisi ya karena Grab sudah menunggu saya, jadi saya pulang duluan ya. "
"Baik lah, Hati-hati di jalan ya. " Ujarnya Rian tetapi dengan raut wajahnya yang berbeda tidak seperti tadi pertama kali menyapa, Iya tentu saja wajahnya berubah mungkin di dalam benaknya ada perasaan kecewa.
"Baik Pak, Terima kasih, bapak juga hati-hati ya di jalan. " Aku ucapkan kata itu karena diapun mengatakan nya, tidak enak hati jika aku berdiam karena Pak Rian adalah bos baru ku saat ini.
Dan Aku mulai memasuki Grab pesanan nya Jhon, dan Pak sopir sudah menunggu lama, iya lama lumayan lah lebih kali 10 menitan, Kemudian aku ucapkan permintaan maaf kepada Pak sopir karena dia sudah menunggu dengan sabarnya.
"Mohon maaf ya Pak, saya terlambat biasa ada sedikit masalah, dan bapak sudah menunggu lama ya. " Aku katakan saja seperti itu.
" Tidak apa-apa neng. " sahut Pak sopir Grab car itu, ternyata dia baik, Alhamdulillah bertemu orang baik lagi, bathinku berkata.
Karena aku sudah siap dan sudah memasuki Grab car itu, kemudian Pak sopir mengendarai mobilnya dengan sangat baik pelan tidak, terlalu kencang pun tidak, sama seperti tadi pagi.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, karena memang tidak begitu jauh perjalanan dari kantor nya Rian dengan kost-kostan yang aku tempati ini sehingga tidak memakan waktu yang lama.
Alhamdulillah akhirnya kembali lagi ke tempat ini dan sampai dengan selamat, tidak lupa ku bersihkan seluruh tubuh dan seperti biasa menunaikan kewajiban ku sebagai umat muslim.
Alhamdulillah selesai semuanya ku baringkan tubuh yang lelah ini di atas tempat tidur sambil meluruskan seluruh tubuh yang sudah seharian beraktivitas.
Ting... ting...ting...Suara pesan Chat masuk ke dalam benda pipihku, Iya dia benda pipih yang selalu aku bawa juga kemana pun aku pergi, mungkin saat ini bisa saja dia di katakan sebagai sahabat baik ku, walaupun saat ini mempunyai sahabat baru yaitu kak Alya, tetapi benda pipih ini pun sahabat ku juga. heheee.
Pesan pertama.
"Selamat sore sayang. "
"Iya sore juga. " ku balas saja sesuai pesan yang dia kirim.
Pesan yang kedua.
" kamu sedang apa? Jangan lupa makan ya. "
"Iya, Sedang beristirahat, meluruskan tubuh agar tidak kaku. "
Pesan yang ke tiga.
"Bagaimana di hari pertama bekerja, dan apa Rian menyapa mu atau dia tidak menegormu sama sekali. "
"Pak Rian menyapaku dengan baik dan sopan, ramah pula. " Jujur saja apa adanya sesuai fakta dan kenyataan, ini balasan yang terakhir.
Ada yang aneh dengan Jhon, mengapa dia menanyakan Soal Pak Rian, Menyapa atau tidak itu kan urusan nya, biarkan saja suka-suka dia lah, lagi pula dia kan bos ku saat ini, jadi tidak ada salahnya kalau dia menyapaku, Wajar saja namanya juga bos bebas saja apa yang dia lakukan asal tidak berbuat yang aneh-aneh saja.
Yang Aku ingat seharian tadi malah kak Alya dia baik dan sopan, padahal dia itu sudah senior namun dia tidak sombong kepada Junior.
Dia begitu telaten mengajarkan pekerjaan satu persatu, dan tanpa lelah, aku tahu orang yang tulus sama orang yang modus itu sangat berbeda jauh.
Jadi Aku pun tahu betul kak Alya itu baik orangnya, terlihat jelas dari kata-kata dan prilaku nya sangat ramah dan sopan. Orang nya Cantik manis dan juga imut, mungkin idaman nya para laki-laki deh.
__ADS_1
Walaupun badan ini lelah, sepertinya lebih enak bekerja dari pada tinggal di kost-kostan seorang diri, apa lagi di sana ada kak Alya yang baik hati dan ramah, semakin betah aku di buatnya, rasanya sudah tidak sabar pingin cepat-cepat pagi lagi, karena ingin sekali bertemu kak Alya, mungkin karena aku merasa kesepian seorang diri sehingga aku membutuhkan teman untuk menghilangkan rasa penat, atau hanya untuk mengobrol-ngobrol saja, namun nyatanya tidak ada siapa-siapa.
Tok.. tok.. tok...
"Siapa sih malam-malam begini, ketukan pintu itu mengejutkan dan membuyarkan lamunan ku tadi tentang kak Alya, memang belum malam banget sih namun di luaran sana sudah gelap hanya saja banyak cahaya dari pantulan lampu-lampu yang bergantung disana, dia menerangi setiap sudut pandang yang gelap menjadi terang sangat terlihat jelas.
Aku mulai meraba hendel pintu, dan Ceklek terbuka sedikit.
" Assalamu'alaikum. " ucapnya dari luar mengejutkannya, untung saja jantung ini tidak copot saking terkejutnya.
"Waalaikum salaam. " Sahutku dari dalam.
Jantungku berdetak kencang karena semakin terkejut ketika melihat siapa yang datang,Ternyata yang datang itu Pak Rian.
"Maaf Pak ko bapak bisa ada disini? "tanya ku kepada Pak Rian.
"Ya bisa lah. "Sahutnya sambil tersenyum membuat aku semakin takut, takut karena aku sedang seorang diri dan tiba-tiba ada laki-laki mengetuk pintu dan berdiri di hadapan ku, dan belum mengenal lebih jauh siapa dia, karena yang aku tahu Pak Rian itu adalah sahabat nya Jhon dan kini menjadi bos baru ku.
"Maaf ada keperluan apa ya? " tanya ku lagi karena heran mengapa Pak Rian itu ada di sini.
"Ini ada titipan dari Jhon. "ujarnya sambil menatap ku.
Jhon, ko dia menitipkan sesuatu kepada Pak Rian sih, apa-apaan ini bikin malu saja, aku pikir Pak Rian datang kesini ada apa ternyata Jhon yang menyuruhnya, lalu ku ambil bingkisan yang sudah di sodorkan tangannya Pak Rian itu dan Aku ucapkan Terima kasih kepada nya.
"Terima kasih pak. " ucap ku sambil tersipuh malu karena tadi sudah ada sedikit pikiran yang tidak-tidak di otak ku.
"Iya sama-sama, kamu tinggal sendiri di sini. "tanyanya.
"Iya Pak, tetapi kamar kost yang lainnya lumayan penuh sih dan banyak. "
"Tetapi ko sepi ya. "
"Ooh itu, mungkin mereka lagi pada istirahat juga. "
"Ooh begitu ya. " ujar Pak Rian dan di ikuti dengan anggukan kecil
"Iya Pak. "
"Ya sudah, saya permisi dulu ya. "
"Iya Pak hati-hati, Terima kasih karena bapak sudah repot-repot mengantarkan ini. '
" Iya tidak repot ko, santai saja. " Ujarnya sambil tersenyum.
Pak Rian ini murah senyum, tidak seperti laki-laki lain pada umumnya, entah mengapa dia itu mudah melontarkan senyuman kepada siapa pun, karena tidak sengaja tadi siang melihat nya dari kejauhan, karena sedikit ingin tahu tentang bos baru ini.
Kemudian ku tatap punggung Pak Rian sampai dia menghilang dan sampai dia memasuki mobilnya, lalu dia mengendarai mobilnya dan pergi dari halaman kost-kostan itu tanpa terlihat lagi sedikitpun.
Aku yang masih terkejut dengan kedatangan pak Rian, menghela napas ini panjang-panjang agar menjadi tenang kembali, mak'lum jika ketakutan ataupun terkejut detak jantung ini rasanya tidak karuan.
Tetapi aku masih penasaran dari mana Rian tahu alamat kost-kostan tempat tinggal aku ini, aku berdiam sejenak memikirkan hal itu namun jawaban nya ada dengan sendirinya.
Aku langsung teringat, mungkin Jhon yang memberikan alamat Sini, kan dia juga yang menitipkan satu buah bingkisan untukku.
Ya sudah lah tidak usah pikirkan itu, mungkin benar, Lalu aku membuka apa yang Rian bawa ini, karena Sudah penasaran, ternyata isinya makanan, Alhamdulillah kebetulan aku belum makan malam, Aku mulai menyantapnya karena memang perut sudah meminta jatahnya , Tak lupa aku membaca Bismillah sebelum memasuki makanan ini ke tempat nya, dan mesinnya pun mulai bergerak menikmati setiap apa yang telah ku masukan itu, Dan Alhamdulillah perut ini sudah terisi dengan sempurna.
.
.
Seperti biasa, Mohon dukungannya jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar author yang masih belajar ini makin semangat up lagi.
__ADS_1
Salam hangat dan peluk🤗 cium 😘 dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.